Brilio.net - Pendakwah Yusuf Mansur menyatakan dirinya terinfeksi virus corona pada (10/12). Hal ini bukan kali pertama seorang pendakwah Tanah Air terkena Covid-19. Sebelumnya, pendakwah yang akrab dipanggil Mamah Dedeh juga terserang virus mematikan tersebut.

Melalui unggahan di Instagramnya, ustaz Yusuf memperlihatkan foto surat keterangan swab test dengan hasil positif. Setelah dinyatakan positif, ustaz Yusuf mendapatkan perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Ustaz Yusuf Mansur juga meminta doa dari seluruh kerabat dan orang di sekitarnya untuk kesembuhannya.

"Bismillaah. Minta didoakan ya juga buat yang lain, saya yg baris kedua bawah, makasih atas segala doanya. Insyaa Allah nanti Allah kembalikan lagi imun dan kesehatannya, dan kemudian swab lagi, negatif. Aaamiin," tulis ustaz Yusuf Mansur.

Hingga kini, ustaz kondang tersebut masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Melalui sebuah unggahan, ustaz Yusuf menceritakan kondisinya dalam berjuang sembuh dari virus Corona. Berikut 5 cerita ustaz Yusuf Mansur yang berjuang sembuh dari Covid-19, brilio.net lansir dari Instagram @yusufmansurnew pada Kamis (17/12)

1. Kondisi mulai membaik.

Loading...

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew)

Lewat sebuah unggahan yang ia unggah di Instagram, ustaz Yusuf menceritakan kondisinya saat ini. Terhitung mulai Rabu 16 Desember 2020 pukul 16.20, ustaz menjelaskan bahwa saat ini kondisinya mulai membaik. Meski begitu, sistem pernapasannya belum pulih sepenuhnya karena virus tersebut masih bersarang di tubuhnya.

"Saya di posisi membaik. Alhamdulillah. Tapi saya msh blm bisa nafas panjang dan blm bs nafas dalem," jelas ustaz Yusuf.

Meski begitu, ustaz mengaku meski sedang berjuang melawan virus Corona yang bersarang dalam tubuhnya, ustaz menjalaninya dengan rasa syukur dan yakin bahwa dirinya akan segera sembuh.

"Namun bahagia, penuh syukur, anteng, kalem, adem, yakin, sangat semangat," lanjutnya.

2. Merasa seperti baterai dengan daya 10 persen.

Curhatan ustaz yusuf mansur © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@yusufmansurnew

Saat dinyatakan positif terinfeksi virus corona, ustaz mengalami gangguan pernapasan seperti sesak nafas dan batuk. Dalam kondisi tersebut, sang ustaz bahkan merasa dirinya seperti baterai HP yang dayanya tinggal 10 persen.

"Saya ngalamin dimana kata orang, kalo kena Covid, baterai kayak tinggal 10%. Apalagi bila disertai batuk, meski seringan2nya batuk," kata ustaz.

Hal tersebut terjadi karena paru-paru dan organ pendukung lainnya sedang dalam kondisi yang tidak normal karen virus. Sehingga saat bernapas, akan terasa sangat sakit.

3. Mengaji dengan terbata-bata.

Curhatan ustaz yusuf mansur © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@yusufmansurnew

Karena kondisi pernapasannya terganggu, ustaz Yusuf Mansur mengaku tak bisa mengaji, tilawah, dan murattal dengan lancar seperti saat sehat. Dirinya harus benar-benar mengatur nafasnya dan dimbangi dengan latihan bernafas dengan ringan.

"Tetp bnr2 hanya excercise super ringan. Saya ngaji, yg senengnya dnegan tilawah, murattal, ini harus terbata2. Pelan2. Sekata2. Disertai ambil nafas agaj diatur. Baca seayat aja bisa capenya minta ampun," tulis ustaz Yusuf.

4. Belajar tengkurap.

Curhatan ustaz yusuf mansur © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@yusufmansurnew

Tak hanya harus melatih pernapasannya supaya kembali normal, sang ustaz juga mengaku belajar tengkurap saat sedang perawatan. Sayangnya, ketika tengkurap, nafas ustaz Yusuf menjadi tersengal dan batuk ringan.

"2x belajar tengkurep. Tengkurep loh. Tengkurep doang. Tapi tesengal nafas dan batuk ringan, tp terasa di dada bawah dan perut atas, bisa sampe 1 jam abis itu, dg tengkurep yg bisa diitug jari lamanya," jelas ustaz.

Selain itu masih ada banyak hal yang ia rasakan saat terserang Covid-19. Namun, ustaz tidak mau menceritakan seluruhnya karena takut menjadi tidak bahagia karena bercerita keluh kesah menghadapi virus corona. Dengan cerita yang ia bagikan, ustaz berharap masyarakat untuk benar-benar menjaga protokol kesehatan.

"Tujuan diceritakan, adalah jangan sampe kwn2 nganggep enteng. Jaga diri. Patuhi bener prokes. Maskeran terus, hindari kerumunan, cuci tangan, jaga jarak, hidup sehat. Dan banyak bersyukur, banyak bertaubat," tuturnya.

5. Merasa kebebasan mahal harganya.

Curhatan ustaz yusuf mansur © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@yusufmansurnew

Dengan kondisinya saat ini, ustaz Yusuf Mansur merasa bahwa kebebasan adalah suatu hal yang mahal. Kebebasan yang dimaksud oleh sang ustaz yakni kebebasan untuk beraktivitas seperti biasanya.

"Dan yang paling mahal tentu saja, kebebasan...Bebas mau ke kamar mandi, bebas mau jalan ke sana kemari. Bebas mau begini begitu," kata ustaz Yusuf Mansur.

Meski kondisinya mulai membaik, ustaz masih harus berbaring di tempat tidur sampai benar-benar gejala yang ia derita mulai berkurang. Ustaz Yusuf juga mengingatkan sesamanya untuk perbanyak zikir di pagi dan sore hari karena hal tersebut dapat melindungi seorang muslim dari penyakit. Ustaz menganggap dirinya bisa terkena virus corona karena kurang berzikir kepada Allah.

"Saya kena? Berarti Berarti saya kurang? Iya, pastinya. Kurang banget. Tp segini, dah bagus banget. Wong kalo engga, ga ketolong wkt di tgl 9 sd 12. Itu berat2nya," tuturnya.

Kondisi ustaz mulai membaik berkat doa orang-orang disekitarnya seperti orangtua, keluarga dan sahabat-sahabatnya.

"Doa dari banyak orang, trutama orang2 tua, keluarga di rumah, kwn2 dekat, para guru, para jamaah, yg udah dg tulus ikhlas, itu yang membuat saya msh bisa enteng," pungkasnya.