Brilio.net - Setiap hari, semua manusia pasti menjalin komunikasi dengan manusia lainnya. Salah satu alat komunikasi yang paling primer digunakan adalah bahasa. Indonesia sebagai negara yang majemuk, memiliki ribuan bahasa yang di dalamnya punya jumlah dialek daerah yang jauh lebih banyak.

Meski begitu, ketika ada dua orang beda daerah bertemu, maka keduanya akan berbicara menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Nah, selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah, di masyarakat ada pula yang disebut bahasa gaul.

Bahasa gaul, seringkali disebut sebagai bentuk bahasa nonformal atau slang. Bahasa ini adalah cara unik dan kreatif yang digunakan oleh kelompok tertentu untuk berkomunikasi secara informal. Istilah bahasa gaul mencakup berbagai jenis kata, frasa, atau ungkapan yang mungkin tidak ditemukan dalam kamus resmi dan dapat berubah seiring waktu. Meskipun tidak baku, bahasa gaul memiliki daya tariknya sendiri karena mencerminkan dinamika dan kreativitas masyarakat penggunanya.

Contoh bahasa gaul bisa ditemukan dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga media sosial. Misalnya, ketika seseorang menyebut temannya sebagai anak hits, itu adalah contoh bahasa gaul yang mengacu pada seseorang yang populer atau terkenal di kalangan teman-temannya. Demikian pula, ketika seseorang menyatakan "lagi baper nih", adalah contoh bahasa gaul yang mengindikasikan bahwa orang tersebut sedang membawa perasaan atau terlalu merespons sesuatu.

foto: freepik.com

Contoh bahasa gaul juga sering kali muncul dalam bentuk singkatan atau akronim. Sebagai contoh, ketika seseorang menyebut OOTD kata tersebut adalah contoh bahasa gaul yang merujuk pada Outfit of The Day. Akronim OOTD digunakan untuk menunjukkan penampilan pakaian seseorang pada suatu hari. Dengan menggunakan contoh bahasa gaul, komunikasi informal dapat menjadi lebih santai dan akrab, menciptakan ikatan kebersamaan di antara pengguna bahasa tersebut.

Pentingnya pemahaman terhadap bahasa gaul terletak pada kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan tren dan perubahan dalam komunikasi informal. Hal ini memungkinkan seseorang untuk tetap terhubung dengan kelompok atau komunitas tertentu. Pemahaman terhadap contoh bahasa gaul juga memberikan wawasan lebih terhadap budaya populer dan dinamika sosial di kalangan pemakai bahasa tersebut.

Dalam era digital, bahasa gaul juga semakin terintegrasi dalam media sosial. Kata-kata atau frasa baru dapat dengan cepat menjadi tren dan menyebar luas melalui platform online. Contoh bahasa gaul yang sering muncul di media sosial termasuk singkatan atau emotikon yang digunakan untuk menyampaikan ekspresi atau reaksi secara singkat dan efektif.

Dengan demikian, bahasa gaul adalah bentuk komunikasi yang terus berkembang, mencerminkan dinamika sosial dan tren masyarakat. Pemahaman terhadap contoh bahasa gaul bukan hanya menjadi keahlian berkomunikasi, tetapi juga menjadi jendela yang membuka wawasan terhadap perkembangan budaya dan keberagaman di tengah masyarakat modern.

Selanjutnya, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/11), 50 contoh bahasa gaul populer, sering dipakai remaja masa kini. Cekidot!

Contoh bahasa gaul populer.

Contoh bahasa gaul freepik.com

foto: freepik.com

1. Jomblo: Orang yang belum memiliki pasangan atau sedang tidak menjalin hubungan asmara.

2. Galau: Merupakan istilah untuk menggambarkan perasaan bingung, campur aduk, atau sedang menghadapi masalah emosional.

3. Baper (Bawa Perasaan): Merujuk pada orang yang terlalu merespons atau terlalu merasa terbawa perasaan terhadap suatu hal.

4. Nongkrong: Kegiatan berkumpul bersama teman-teman sambil minum kopi dan berbincang-bincang.

5. OOTD (Outfit of The Day): Ungkapan untuk menunjukkan pakaian atau penampilan seseorang pada suatu hari.

6. Gokil: Istilah untuk menyatakan bahwa suatu hal atau seseorang sangat keren atau luar biasa.

7. Narsis (Nakal Riang Suka Selfie): Orang yang suka memamerkan diri, terutama melalui foto-foto diri sendiri, seperti selfie.

8. Alay (Anak Layangan): Seseorang yang dianggap ketinggalan zaman atau kurang berkelas dalam berbicara atau berpenampilan.

9. KEPO (Knowing Everything Particular Object): Orang yang terlalu ingin tahu atau suka ikut campur dalam urusan orang lain.

10. Mantul (mantap betul): Ungkapan yang digunakan untuk menyatakan ketidaksetujuan atau kekecewaan terhadap suatu keputusan atau tindakan.

11. Santuy: Sikap yang rileks atau tenang, tanpa beban pikiran yang berlebihan.

12. Canggih: Istilah untuk menyebut sesuatu yang modern atau maju dalam konteks teknologi.

13. Anjay: Ungkapan kaget atau terkejut yang bisa digunakan dalam berbagai konteks.

14. Wokss : Pemakaian kata ini biasanya merujuk pada persetujuan atau penerimaan terhadap suatu hal.

15. Kuy (Yuk): Sebuah ajakan atau seruan untuk melakukan sesuatu bersama.

16. Woles (Kebalikan dari kata Selow): Ungkapan untuk menyatakan sikap yang santai dan tidak ambil pusing.

17. Jutek : Sikap atau penampilan yang terkesan cuek atau sulit didekati.

18. Dugem (Dunia Gemerlap): Kegiatan berdansa atau berpesta di klub malam.

19. Ngebut: Merujuk pada seseorang yang kurang tidur atau lembur.

20. Kece (Keren Cuy): Sebutan untuk menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang keren atau menarik.

21. Mager (Males Gerak): Istilah untuk menyatakan rasa malas atau kurang bersemangat untuk beraktivitas.

22. Bete (Bosan, Emosi, Temperamental): Ungkapan ketidaknyamanan atau kebosanan.

23. Kagak: Ungkapan gaul Betawi untuk mengatakan kata "tidak".

24. Jleb: Ungkapan kaget atau terkejut yang digunakan dalam konteks asmara.

25. Jawir (Jawa wara-wiri): Ungkapan yang merujuk pada perantau asal daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogja, dan sekitarnya yang sopan, santun, atau memiliki karakter khas Jawa.