Brilio.net - Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, tentunya akan mendapatkan banyak materi yang dipelajari. Salah satunya mengenai pembahasan kalimat.

Di dalam pembahasan kalimat sendiri, terbagi beberapa jenis-jenis kalimat. Seperti contohnya jenis kalimat kausalitas. Kalimat kausalitas masuk ke dalam kategori konjungsi, dengan tujuan untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat, dan tidak untuk tujuan atau maksud lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kausal artinya suatu hal yang bersifat saling menyebabkan. Jadi, konjungsi kausalitas adalah suatu konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, dan kalimat yang bersifat saling memberi sebab-akibat.

Konjungsi juga berkaitan langsung dengan argumen penulisnya. Penggunaan konjungsi kausalitas biasanya ditemukan pada teks eksplanasi dan teks editorial. Jika dalam teks editorial, konjungsi digunakan untuk penyampaian argumen yang dikemukakan penulis atau redaktur tentang topik yang dibahas. Sedangkan dalam teks editorial digunakan untuk menjelaskan sebab-akibat suatu peristiwa atau fenomena tertentu.

Konjungsi kausalitas ini bisa terletak di awal kalimat atau klausa yang dihubungkan. Selain itu, kausalitas juga berbeda dengan konjungsi yang lainnya. Sebab, fungsinya tak hanya menghubungkan klausa namun juga kata.

Jenis konjungsi kausalitas.

Adapun jenis-jenis yang terdapat pada konjungsi kausalitas, antara lain:

1. Konjungsi kausal syarat.

Konjungsi ini saling menyatukan akibat dan sebab dengan menerapkan syarat untuk terjadinya akibat tersebut. Jenis konjungsi ini dapat ditandai dengan kata jika, bila dan kalau. Contoh: Kalau kemarin siang kamu datang tepat waktu, mungkin kamu tidak akan mendapat hukuman.

2. Konjungsi kausal alasan.

Konjungsi ini menyebutkan adanya alasan atau penyebab dari suatu kejadian yang menimbulkan akibat. Konjungsi ini ditandai dengan kata karena. Contoh: Karena kurang teliti mengerjakan, hasil ujian Budi kurang memuaskan.

3. Konjungsi kausal akibat.

Konjungsi ini memuat akibat yang terjadi sehingga menimbulkan sebab. Kata yang biasa digunakan dalam konjungsi akibat adalah oleh sebab itu, sehingga, oleh karena itu, dan makna.
Contoh: Jumlah penderita yang terjangkit virus semakin meningkat. Oleh sebab itu, kita harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

4. Konjungsi kausal simpulan.

Konjungsi ini memuat suatu kesimpulan dari adanya sebab dan akibat. Konjungsi ini menggunakan kata demikian dan jadi. Contoh: Dengan demikian, Ibu dapat memasak ayam goreng setelah bahannya dibelikan ayah.

5. Konjungsi kausal untuk.

Konjungsi ini menyatakan suatu sebab haruslah membentuk akibat. Konjungsi kausal ditandai dengan kata agar dan untuk itu. Contoh: Kita harus terus beribadah agar iman kita kuat.

Contoh kalimat kausalitas berbagai sumber

foto: freepik.com

Berikut ulasannya terkait contoh kalimat kausalitas yang dapat dipelajari dengan mudah, dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (27/10).

 


Magang: Annisa Dhea