Brilio.net - Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke luar negeri belum juga usai. Setelah mengunjungi Korea Selatan beberapa waktu lalu, Jokowi pun tiba di Hanoi, Vietnam pada Rabu (11/9). Kedatangannya di Vietnam disambut dengan upacara kenegaraan serta kumandang lagu Indonesia Raya. Lawatan Jokowi ke Vietnam ini sekaligus untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan untuk menggali potensi kedua negara.

Dalam lawatannya kali ini, Jokowi tak hanya melakukan pertemuan bilateral, tetapi juga menghadiri acara World Economic Forum on ASEAN, di National Convention Center, Hanoi pada Rabu (12/9). Tak hanya datang sebagai hadirin di acara yang bermaksud membahas perekonomian dunia tersebut, Jokowi juga berkesempatan mengisi acara dengan menyampaikan pidatonya.

Tak biasa, pidato Jokowi di forum ekonomi dunia ini menuai perbincangan publik di media sosial. Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengibaratkan ekonomi dunia saat ini sama dengan kisah Avengers: Infinity War. Dirinya menyebut, bahwa dunia sekarang tengah berjuang melawan Thanos, karakter antagonis di film Avengers: Infinity War.


Tak sembarang mengambil perumpamaan, Jokowi menyebut bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini digambarkan dalam film Avengers: Infinity War, yang berarti perang tak terbatas. Dilansir brilio.net dari akun Instagram @jokowi Kamis (13/9), Jokowi menjelaskan Thanos mengancam untuk memusnahkan setengah populasi bumi karena dirinya merasa sumber daya di planet ini terbatas jumlahnya.

Hal ini menurut Jokowi keliru, sebab kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas jumlahnya. Terlebih didukung dengan perkembangan teknologi yang bisa menghasilkan efisiensi, dan membantu manusia memperbanyak sumber daya yang ada.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kondisi perekonomian dunia saat ini digambarkan seperti dalam film Avengers: Infinity War. Perang yang tak terbatas. Sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas. Akan tetapi, ternyata Thanos keliru. Di hadapan sejumlah pemimpin negara yang hadir pada World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, siang tadi, saya mengatakan bahwa pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kita kemampuan untuk memperbanyak sumber daya kita lebih dari sebelumnya. Ekonomi kita sekarang lebih ringan dalam hal berat dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar musik, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet. Contoh lain bagaimana pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang besar dan berat, sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan. Sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Tak berhenti di situ, Jokowi juga mengibaratkan dirinya dan seluruh hadirin dengan sosok Avengers. Di mana, mereka akan bersiap untuk mencegah 'hajat' Thanos terjadi.

jokowi infinity war © 2018 berbagai sumber

foto: Instagram/@sekretariatkabinet


Pidato ini pun sontak menjadi perbincangan dan menuai banyak pujian dari warganet. Banyak yang salut akan perumpamaan yang dibuat oleh Jokowi untuk mendeskripsikan perekonomian dunia saat ini.

"Mantap pak saya termotivasi untuk menjadi sumber daya manusia yang pintar dan kreativ di masa depan," kata akun @fasyaslvn_.

"Dan kita sebagai Anak Bangsa adalah Avenger selanjutnya," tulis akun @egun_fransiskus.

"Beliau Membuat Forum Yang Formal dan Kaku Menjadi Cair  Tapi Penuh Dengan Makna," ujar akun @dyan_da.