Brilio.net - Permasalan sampah memang nggak ada habisnya sepanjang sejarah peradaban manusia. Di mana ada manusia, di situ juga pasti ada sampah. Apalagi zaman modern seperti sekarang, sampahnya semakin beragam. Ada sampah manusia, sampah rumah tangga, sampah perkantoran, sampah industri, dan lainnya.

Sampah yang dihasilkan manusia dan tidak diurus baik pada akhirnya bisa merugikan manusia sendiri. Tapi jangan salah lho, sampah bisa juga dimanfaatkan menjadi karya kreatif. Gagasan ini yang ditawarkan oleh Paguyuban Sidji. Paguyuban Sidji sendiri merupakan kependekan dari Seniman Imogiri, Dlinggo, Jetis yang letaknya di Yogyakarta.

Awalnya, sampah menjadi masalah yang paling bikin pusing warga di daerah aliran sungai dan irigasi di Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sampah banyak menumpuk yang bukan cuma berasal dari kota (hulu sungai) tapi juga kebiasaan buruk warga buang sampah sembarangan. Kan, Pak Tani jadi sedih kalau pas mau ngalirin air, terus tersumbat sampah.

Melihat masalah itu, Paguyuban Sidji tergugah dan menggandeng warga sekitar serta dibantu oleh komunitas Balek Kandang (mahasiswa Universitas Sarjana Wisyata Taman Siswa), IMIG (Ikatan Muda Mudi Islam Gaten), dan Imografi (komunitas dokumentasi Imogiri) membuat sebuah karya instalasi yang apik dari sampah.

Sampah-sampah yang banyak macamnya itu dipilah-pilah oleh mereka dan dijadikan sebuah kuda besar bernama Kuda Troya. Kuda Troya ini dibuat sepanjang 5 meter dan tinggi 6 meter. Lalu, kuda sampah itu mereka arak keliling kampung sebagai sebuah pertunjukan. Karya ini juga diikutsertakan dalam Biennale Jogja 2015.

Nah, ini dia Kuda Troya yang dibuat oleh Komunitas Sidji dan kawan-kawan...

foto: www.instagram24.com

Kalau ini anak-anak muda kreatif dari Paguyuban Sidji

foto: radiobuku.com

(brl/fen)

(brl/fen)