Brilio.net - "Biarkan keyakinan kamu 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah." Kata-kata yang ada pada salah satu film petualangan Indonesia itu benar-benar dipraktikkan oleh Dewi Patlia Novitasari (24) atau yang biasa dipanggil Deva. Dia nekat resign dari tempat kerjanya untuk mewujudkan mimpi menjelajahi seluruh provinsi di Indonesia.

Deva merupakan solo backpacker yang menjadi admin akun Instagram 'catatanbackpacker' yang dalam 50 hari sudah diikuti lebih dari 10.000 follower. Dari 34 provinsi di Indonesia, tinggal 13 provinsi yang belum ia jejaki. Saat ini dia sudah memasuki bulan ke-6 sejak awal ia meninggalkan rumahnya.

Sudah berada pada zona nyaman karena bekerja di perusahaan finance yang banyak diidam-idamkan orang, Deva malah memilih untuk keluar saat usianya menjelang 24 tahun. Itu dia lakukan untuk mewujudkan mimpi bisa menapaki jejak seluruh provinsi Indonesia sebelum usianya menginjak 25 tahun.

Deva bercerita bahwa dirinya memang sudah sejak lama menabung untuk bekal menjelajahi nusantara. Hingga Oktober 2014, satu bulan sebelum dia berumur 24 tahun, ia terpikir dengan mimpinya untuk keliling Indonesia. Salah satu yang membuat dia memutuskan untuk membangun mimpinya lagi adalah adanya rasa jenuh dengan pekerjaannya yang sudah dia lakoni lebih dari satu tahun. "Akhirnya awal Oktober 2014 saya memutuskan resign dan berangkat memulai perjalanan setelah Lebaran Idul Adha," terang Deva ketika dihubungi brilio.net, Selasa (24/3).

Saat itu dia hanya pamitan ke orang tua, perusahaan, dan teman-temannya untuk mengunjungi Raja Ampat, Papua. Orang tuanya yang memang hobi traveling mengizinkan niat Deva. Tapi langkah kakinya berbicara lain. Karena ada sedikit urusan di Malang, alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini akahirnya mengunjungi Jawa sebelum bertolak ke Papua.

Karena asyiknya perjalanan yang ia tempuh, rencana ke Raja Ampat akhirnya baru bisa dia lakukan setelah ia menjelajahi Jawa, Sulawesi, dan Maluku. Deva mengaku tidak ada target terstruktur tentang daerah yang ia kunjungi. Semua mengalir begitu saja.

Selesai menjelajahi Papua, Deva malah terpikir untuk melanjutkan perjalanannya menapaki daerah-daerah lain di nusantara. Tapi, orang tuanya menolak rencana Deva untuk melanjutkan jalan-jalannya. Keamanan jadi salah satu alasannya. Apalagi Deva yang bertubuh mungil dan berjilbab ini hanya melakukan perjalanannya dengan solo backpacking.

"Cuma saya bilang kalau di setiap kota yang saya kunjungi akan cari keluarga baru. Saya juga ada beberapa teman di kota tujuan saya. Akhirnya orang tua mendukung," cerita Deva yang merupakan sarjana Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Deva memilih solo backpacking karena nggak ada teman yang menemani. Karena dia cencerung ambisius, dia berpikiran kalau menunggu partner, maka mimpinya tak akan kesampaian. Akhirnya berangkatlah ia seorang diri. Waktu itu, cerita Deva, banyak orang yang meremehkan keberaniannya untuk berjalan-jalan sendiri. Tapi Deva akhirnya bisa membuktikan.

Cara perjalanannya pun terbilang unik. Ia sengaja tak menggunakan transportasi udara karena harus mengirit biaya. Jalur laut menjadi pilihannya untuk menyeberangi lautan pemisah antar pulau. Saat di darat, ia memilih cara ala backpacker yaitu menumpang truk dan pick up untuk bisa sampai di tempat yang ia tuju. Posisinya sebagai wanita tak membuat nyalinya ciut. "Awalnya saya juga merasa was-was. Tapi setelah terbiasa sekarang juga sudah berani," terang perempuan asli Sampit, Kalimantan Tengah ini.

(brl/pep)