Brilio.net - Pertunjukan seni panggung, khususnya teater boleh jadi belum terlalu diminati kaum milenial. Boleh jadi karena seni pertunjukan ini masih dianggap belum beradaptasi dengan perubahan digital saat ini. Padahal, dalam seni teater, selain sajian hiburan yang bisa dinikamati, ada juga unsur edukasi budaya. 

Hal inilah yang dilakukan Bakti Budaya Djarum Foundation yang selalu berupaya menghibur para penikmat seni dengan pementasan menarik dan kental akan kebudayaan Indonesia dengan konsep modern. Nah di masa pandemi Covid-19 yang menganjurkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan—salah satunya menjaga jarak—Bakti Budaya Djarum Foundation menyajikan konsep pertunjukan yang disesuaikan dengan situasi kekinian.

“Kami harap, sajian-sajian inspiratif dan edukatif yang  kami suguhkan dapat selalu diterima dengan baik dan dapat menjadi solusi hiburan bagi para penikmat seni di rumah,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Lewat tagline #NontonTeaterDiRumahAja, Bakti Budaya Djarum Foundation senantiasa mempersembahkan tontonan menarik serta mendidik. Hingga kini, #NontonTeaterDiRumahAja telah menghadirkan lebih dari 70 rekaman seni pertunjukan dan telah disaksikan lebih dari 1.000.000 penonton di website serta channel YouTube IndonesiaKaya di setiap akhir pekan.

Nah buat Sobat Brilio yang belum ada agenda di akhir pekan ini, nggak ada salahnya menyaksikan dua seni pertunjukan besutan besutan Bakti Budaya Djarum Foundation ini untuk menemani momen me time kamu. Ingat selalu terapkan protokol kesehatan dengan 3M ya (memakai masker, menyuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak).

1. Lakon Gatutkaca Rajah

2 Seni pertunjukan akhir pekan © 2020 brilio.net

Salah satu pertunjukan yang akan dipentaskan pada akhir pekan ini, mengangkat lakon Gatutkaca Rajah persembahan komunitas wayang orang legendaris di Jakarta, Wayang Orang Bharata.

Lakon yang bakal ditayangkan dua hari mulai hari ini (Sabtu, 19/12) dan Minggu (20/12) pukul 15.00 WIB di channel YouTube IndonesiaKaya ini akan menceritakan lakon Raden Gatotkaca, putra Raden Bima yang mendapatkan karunia berupa Ajian Narantaka atau Rajah Narantaka (ilmu sakti).

Namun untuk mendapatkan ajian tersebut tidaklah mudah, Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya Gatotkaca tidak boleh tinggi hati atau sombong dengan keampuhan Rajah Narantaka. Karena Gatotkaca yang saat itu masih berjiwa muda dan menggebu-gebu lupa diri, ia melanggar syarat itu.

Merasa menjadi satria paling sakti, ia juga melakukan beberapa kesalahan atas tindakannya yang semena–mena. Akhirnya ajian atau Rajah Narantaka itu hilang dengan sendirinya dari telapak tangan Gatotkaca.   

2 Seni pertunjukan akhir pekan © 2020 brilio.net

Teguh ‘Kenthus’ Ampiranto selaku wakil ketua Wayang Orang Bharata menjelaskan wayang orang merupakan seni tradisi yang memadukan seni tari, seni drama, seni musik, dan seni rupa. Cerita wayang orang yang disajikan selalu bersumber pada lakon Mahabarata dan Ramayana yang sarat dengan filsafat dan pendidikan. Menurutnya wayang orang mengajarkan kita memahami falsafah hidup, etika, dan tuntutan budi pekerti dalam kehidupan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga penampilan kami dapat mengedukasi penikmat seni terutama generasi muda tentang tokoh dan kisah pewayangan di Indonesia, agar seni pertunjukan ini dapat terus dilestarikan,” ujar Teguh.

2. Konser musik pop barat era 1990-an

2 Seni pertunjukan akhir pekan © 2020 brilio.net

Selain menyaksikan #NontonTeaterDiRumahAja, di akhir pekan ini para penikmat seni juga dapat menikmati Holiday Concert 2020. Konser musik pop barat era 90-an dari Jakarta Concert Orchestra dengan pengaba Avip Priatna ini juga bakal ditayangkan Sabtu (19/12) pukul 19.00 WIB dan Minggu (20/12) pukul 16.00 WIB di laman Jakarta Concert Orchestra.

Sajian musik berkelas dari era 90-an tersebut akan menampilkan Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, TRCC Serunai, TRCC Alumni, Farman Purnama, Alin Christelisa Pontoh, Jessica Bunga, Mozart Leon, Yemima Madeleine, Andhyka Novico Kasamelka, Bimo Mahardika, Nobel Telaumbanua, dan Theodorus F. Wairata.

Dipilihnya musik era 1990-an oleh Avip Priatna selaku Direktur Musik dan Konduktor Jakarta Concert Orchestra karena keindahan dan keragaman genre yang berhasil mencapai sukses dan menjadi memori tersendiri hingga saat ini. Menampilkan lagu-lagu ternama dari Britney Spears, Celine Dion, New Kids on the Block, Backstreet Boys, Westlife, Boyzone, Spice Girls, Bryan Adams, Whitney Houston, All for One, Barbara Streisand, James Ingram, Brian Mc Knight, Mariah Carey dan masih banyak lagi. Jakarta Concert Orchestra siap mengajak penikmat seni menjelajahi waktu. Konser terakhir di tahun 2020 ini kiranya menjadi penutup yang manis dan semoga dapat memompa semangat baru menghadapi tahun 2021.