Brilio.net - Di masa kenormalan baru, pementasan yang membuat kerumunan masih belum bisa dilakukan. Hal ini tentu saja menghambat para pekerja seni di Tanah Air untuk menampilkan karya-karya mereka.

Pementasan secara daring kini menjadi pilihan bagi para pekerja seni untuk terus mempertunjukan karya mereka. Cara ini dilakukan Teater Keliling yang akan mementaskan drama musikal berjudul Putri Mandalika karya Dolfry Inda Suri dan Aldiansyah FA, dan disutradarai Rudolf Puspa.

Pementasan yang akan ditayangkan 29 Agustus 2020 secara live streaming di channel youtube Indonesian Folk Tales pukul 16.00 WIB ini berkisah tentang seorang putri kerajaan yang mengorbankan dirinya bagi kepentingan masyarakat di daerahnya. 

Teater Keliling © 2020 brilio.net

Dalam cerita yang berasal dari Lombok ini, Putri Mandalika harus memilih satu pangeran diantara ribuan pangeran yang ingin menikahinya. Namun setiap pilihan pasti ada tanggung jawab besar. Pada akhirnya ia mengambil keputusan yang tidak ingin merugikan orang banyak. Ia pun memilih memberikan dirinya bagi semua orang.

Loading...

“Kami percaya bahwa pementasan seni teater selalu membawa pesan kemanusiaan, di mana perjalanan manusia selalu penuh warna-warni. Pengorbanan Putri Mandalika ini masih dirayakan tiap tahun di pantai daerah Lombok pada Festival Bau Nyale. Hal ini menjadi daya tarik untuk kita nikmati bersama dipementasan Putri Mandalika,” ujar Dolfry dalam keterangan resmi kepada Brilio.net.  

Pementasan yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta bekerjasama dengan Detail Initiative EO dan Visual Rangers sebagai tim multimedia ini akan dikemas berbasis teknologi greenscreen. Pementasan ini sekaligus menjadi konsistensi Teater Keliling yang selalu berkeliling Indonesia dan luar negeri dalam mengembangkan teater Indonesia.

Sebagai informasi, teater yang didirikan 13 Februari 1974 di Jakarta ini telah mementaskan lebih dari 1.600 pementasan di seluruh kota dari Sabang hingga Merauke dan 11 negara di dunia. Teater Keliling juga mendukung diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional.

Pementasan Putri Mandalika sekaligus menjadi bukti, di masa pandemi yang meluluhlantakkan hampir semua aspek kehidupan, tidak membuat kreativitas pekerja seni mati. Justru sebaliknya, di saat banyak orang lebih memilih di rumah saja, sejumlah pekerja seni terus memutar otak menciptakan karya-karya yang bisa disajikan secara online.