Brilio.net - Selama ini banyak orang mengetahui tokoh pewayangan lebih banyak diambil dari kisah Mahabarata. Tapi tahu nggak sih, jika Indoensia juga sebenarnya punya sosok pewayangan asli yaitu Sukrasana.

Nah kisah "Sang Sukrasana" ini rencananya bakal dipentaskan Laskar Indonesia Pusaka dalam memeringati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November 2019. Jaya Suprana selaku penggagas ide wayang orang “Sang Sukrana” mengatakan sangat menyukai cerita sosok Sukrana, karena dianggap sangat mirip dengan kondisi Indonesia saat ini. 

Sukrasana © 2019 brilio.net

Kisah Sang Sukrasana juga mempresentasikan situasi negara yang sedang dirundung kemelut perebutan kekuasaan tetapi melalaikan kepentingan rakyat kecil yang justru sewajibnya disejahterakan. Padahal rakyat kecil memiliki kesaktian yang luar biasa, dapat memicu perubahan bangsa jika tidak dikhianati oleh ambisi semata.

Alasan Jaya Suprana begitu menyukai Sukrasana berangkat dari rasa sedihnya melihat kondisi bangsa saat ini, terutama saat kontestasi politik beberapa waktu lalu.  Bagaimana rakyat pada saat kampanye pemilu dirayu, dielu-elukan, bahkan dipuja-puja.

Loading...

Sukrasana © 2019 brilio.net

“Wah pokonya seolah-olah menimbulkan kesan bahwa, negara dan bangsa ini akan dipersembahkan kepada rakyat. Tapi begitu pemilu usai, rakyat kembali dilupakan, bahkan kadang-kadang didupa (tendang) juga,” ujar Jaya Suprana saat konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya belum lama ini.

Tokoh Sukrasana bakal diperankan aktor kawakan Lukman Sardi. Nah sebagai informasi nih, Sukrasana adalah tokoh wayang asli Indonesia, bukan dari kisah Mahabharata. Cerita klasik Sukrasana dan sang kakak, Sumantri terjadi jauh sebelum adanya Mahabharata yang konon saat para dewa-dewi masih hidup berdampingan dengan manusia.

Sukrasana © 2019 brilio.net

Sukrasana adalah ksatria sakti mandraguna yang dilatih salah satu dewa terkuat di kahyangan, yakni Batara Indra. Sukrasana yang memiliki kekuatan yang luar biasa memiliki wajah yang menyerupai buto kecil, menyeramkan dan buruk rupa.

Sedangkan kakaknya, Sumantri adalah ksatria yang ambisius dan tampan rupawan. Dalam banyak hal, Sukrasana sangat menyayangi kakaknya dan selalu ada untuk membantu kakaknya dalam peperangan atau dalam kesulitan dengan kekuatannya tanpa pamrih. Kisah Sumantri dan Sukrasana memiliki akhir yang tragis ketika kesetiaan dikhianati oleh ambisi.

Sukrasana © 2019 brilio.net

Lantas bagaimana kisah Sukrasana ini? Jangan lupa untuk menyaksikannya pada 17 November 2019 di Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki mulai pukul 16.00 WIB. Jangan sampai ketinggalan lho.

(muhammad ikram/mgg)