Brilio.net - Tinggal di sekolah nggak hanya menguntungkan dari segi finansial tapi juga punya manfaat kesehatan. Sebuah studi terbaru memperkirakan bahwa lebih dari 145.000 kematian per tahun dapat dicegah di Amerika Serikat, jika semua orang menyelesaikan masa SMA-nya.

Dilansir brilio.net dari livesciene, Sabtu (11/7), menurut para peneliti, perkiraan tadi setara dengan jumlah kematian yang bisa dihindari setiap tahun jika semua perokok di AS berhenti merokok.

"Temuan menunjukkan bahwa kebijakan AS bertujuan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat sehingga nantinya penduduk bisa berumur panjang," kata para peneliti.

"Dalam kebijakan masyarakat, kita sering berfokus pada perubahan perilaku kesehatan seperti diet, merokok dan minum. Padahal pendidikan itu jadi hal lebih mendasar dari perilaku kesehatan dan kesenjangan sosial, sekaligus menjadi elemen kunci dari kebijakan kesehatan AS," kata rekan penulis studi dan seorang profesor kesehatan masyarakat di University's Steinhardt School of Culture, Education, and Human Development, New York, Virginia Chang.

Menurut para peneliti, orang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dapat hidup lebih lama karena berbagai alasan, termasuk bahwa mereka cenderung memiliki pendapatan yang lebih tinggi, perilaku sehat dan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Loading...

Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE ini dilakukan para peneliti dengan mengamati lebih dari 1 juta orang antara tahun 1986 dan 2006 dan melihat tingkat pendidikan dan tingkat kematian. Mereka juga menggunakan informasi dari orang-orang yang lahir pada tahun 1925, 1935 dan 1945 untuk menentukan bagaimana tingkat pendidikan mempengaruhi tingkat kematian dari waktu ke waktu.

Mereka memperkirakan bahwa, pada tahun 2010, 145.243 kematian bisa saja dihindari jika orang-orang yang menyelesaikan pendidikannya sampai ke SMA. Sementara 110.068 kematian bisa dicegah jika orang-orang yang mulai kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana mereka tanpa mengalami drop out.

Para peneliti juga menemukan bahwa, antara orang-orang kelahiran 1925 dan 1945, tingkat kematian turun dari semua tingkat pendidikan, tetapi penurunan lebih cepat terjadi di antara orang dengan gelar sarjana. Akibatnya, kesenjangan angka kematian di antara orang-orang dari tingkat pendidikan yang berbeda tumbuh dari waktu ke waktu.

"Tren ini terus berubah, kematian yang disebabkan oleh rendahnya pendidikan akan terus meningkat di masa depan," kata rekan penulis studi Patrick Krueger, asisten profesor di Departemen Kesehatan & Ilmu Perilaku di Universitas Colorado, Denver.

Orang dengan pendidikan lebih tinggi cenderung untuk tidak merokok, tapi lebih mungkin untuk terlibat dalam olahraga berat dan lebih mungkin untuk memiliki akses ke asuransi kesehatan. Selain itu, studi menunjukkan bahwa kemajuan dalam pengobatan dan pencegahan penyakit jantung dalam beberapa dekade terakhir telah menuai hasil terutama oleh orang-orang dengan pendidikan yang lebih tinggi.

BERITA TERKAIT SOAL TIDUR DAN KESEHATAN KAMU:

Tidur malam tak berkualitas bisa picu pertengkaran di kantor lho!

Begini akibatnya kalau kamu malas bersihkan make up sebelum tidur!

Ini lho yang bikin mulutmu bau setelah bangun tidur

5 Jenis sindrom tidur ini unik, apa kamu pernah mengalaminya?

Wanita harus lebih banyak tidur ketimbang pria, ini alasannya!

5 Alasan kenapa kurang tidur bisa merusak hubungan pacaran kamu!

Ini hubungan olahraga dan tidur yang tidak boleh kamu abaikan

Pria & wanita memiliki cara tidur yang berbeda, berikut penjelasannya

Mengenal jenis-jenis tidur dan risikonya

Hati-hati, susah tidur bisa picu kerusakan otakmu

6 Alasan kamu harus selalu merapikan tempat tidurmu sendiri

Pengen cepet tidur? Kamu harus belajar teknik pernapasan 4-7-8

Nggak perlu lama-lama, tidur siang yang baik itu cukup 30 menit saja

5 Manfaat dahsyat tidur siang, sempatkanlah meski kamu sedang sibuk