Brilio.net - Cabai bukanlah barang asing bagi lidah orang Indonesia. Semua orang dari berbagai kalangan sering mengonsumsi makanan pedas dengan jumlah cabai yang sensasional. Wajar saja, lidah mereka sering mengeluh jika komoditas cabai sudah mulai merangkak naik. Tidak hanya memuaskan selera ternyata cabai bisa dijadikan sebagai salah satu metode diet. Wow!

Dikutip brilio.net dari jurnal PLOS ONE, Selasa (1/9), sang peneliti dari dari Adelaide University, Amanda Page mengungkapkan bahwa reseptor rasa pedas (cabai) dalam perut mampu memberikan tanda kenyang kepada tubuh. Hasil inilah yang membuat Amanda berkesimpulan bahwa cabai bisa dijadikan salah satu cara untuk diet bahkan untuk mencegah obesitas.

Dalam laboratoriumnya, Amanda menunjukkan bahwa reseptor TRPV1 tersebut memberikan sinyal pada perut ketika sudah merasa kenyang dengan perut sedikit melebar. Hal inilah yang membuat seseorang untuk berhenti makan. Ketika sang ahli mencoba menghilangkan reseptor TRPV1 dari perut, ternyata sinyal rasa kenyang tertunda.

Hasil tersebut membuat sang ahli optimis untuk mengembangkan terapi cabai. Meskipun begitu, hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Selain itu, beberapa jenis juga diteliti untuk memastikan tidak ada gangguan dalam jenis-jenis diet tertentu.

Kamu suka pedas? Paling banyak pakai cabai berapa?

Loading...