Brilio.net-Setiap wanita tentu mendambakan tubuh yang ideal. Banyak wanita di dunia rela melakukan apapun agar memiliki tubuh menawan. Namun tahukah kamu tren kecantikan dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Bahkan, ada sejumlah perawatan kecantikan yang justru membahayakan nyawa.

Di Jepang misalnya, para bangsawan sengaja menghitamkan gigi mereka sebagai simbol kaum terpandang. Sementara di Eropa, seseorang menjalani diet ekstrem dengan mengonsumsi zat Arsenik. Dikutip brilio.net dari bustle, Selasa (1/12), berikut 9 tren kecantikan paling menyakitkan dalam sejarah.

1. Tapeworm Diet

Dalam sebuah poster produk pelangsing, mengonsumsi cacing pita akan membuat seseorang memiliki tubuh ideal tanpa harus diet atau olahraga. Menurut BBC, pil diet tersebut ternyata memiliki efek samping, yaitu diare dan muntah-muntah.

Cacing pita yang tertelan akan tumbuh dalam perut hingga mencapai 9 meter dan akan menyebabkan gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, epilepsi, meningitis, dan kepikunan. Karena efek samping yang membahayakan tersebut, Tapeworm Diet kemudian secara resmi dilarang di berbagai negara di Eropa dan Amerika.

2. Beauty Micrometer

Jauh sebelum ada maskara, foundation, atau lipstik, dulu ada metode makeup yang cukup menyakitkan bernama Beauty Micrometer. Dengan alat ini, struktur wajah pasien diukur secara akurat dengan memakai pengukur wajah. Jika struktur wajah berlebih, maka akan dikurangi. Begitu pula sebaliknya.

Dengan kata lain, standar kecantikan seseorang dinilai berdasarkan tolok ukur micrometer tersebut. Tidak hanya menyakiti wajah, tapi juga membuat tersiksa secara psikologis.

3. Tooth Blackening

Tooth Blackening atau penghitaman gigi merupakan tren kecantikan yang populer di Jepang pada era Kofun sampai Meiji. Berbeda dengan persepsi masyarakat modern yang menganggap gigi yang indah itu putih berkilau, metode kecantikan ini dianggap paling berkelas dan hanya diperuntukkan orang aristokrat.

Prosesnya sendiri memakan waktu yang sangat lama, yaitu sekitar satu minggu dan membutuhkan perlakuan yang berbahaya serta menggunakan zat kimia. Kendati metode ini membantu mencegah kerusakan gigi, para pelakunya dapat mengalami reaksi alergi yang sangat menyakitkan. Pemerintah Jepang akhirnya melarang praktik ini pada tahun 1870.

4. Diet Arseniks

Diet ini pertama kali mencuat pada abad 19. Seseorang yang sudah mengonsumsi arsenik akan mengalami halusinasi selama delapan jam. Kulit pasien juga akan melebar, mata berbinar, dan terlihat agak gemuk. Meski demikian, ada sejumlah efek samping dari diet tersebut, diantaranya diare, muntah-muntah, kencing berdarah, kram otot, rambut rontok, sakit perut dan kejang-kejang.

Diet berbahaya itu juga punya aturan khusus. Zat arsenik harus dikonsumsi sesaat setelah bulan muncul. Begitu seterusnya dari hari ke hari sampai ukuran bulan bulat sempurna. Seorang pelaku diet juga dilarang berhenti mengonsumsi arsenik kecuali mereka ingin mati.

5. Melipat kaki

Tren kecantikan ini diduga berasal dari China pada abad ke-10 sampai 11. Dulu, metode ini muncul sebagai simbol status dan dianggap elegan. Agar kaki seseorang dapat terlipat, seorang ibu akan melipat jari-jari anaknya yang masih berusia dua tahun dan mengikatnya seketat mungkin.

Proses ini terbilang sangat menyakitkan dan dapat membuat pelakunya lumpuh permanen. Tradisi ini kemudian secara resmi dihentikan di era Revolusi Komunis yang terjadi di China pada tahun 1949.

6. Bedak wajah

Pada abad ke-16 dan 17, wabah penyakit kulit menerpa masyarakat, termasuk orang-orang kaya. Akibat wabah tersebut, banyak orang merasa tak percaya diri karena bekas luka yang ditimbulkan. Nah, cara menutupi bekas luka tersebut yaitu dengan memakai bedak tebal yang pertama kali dikenalkan oleh Queen Elizabeth I.

Selain harganya terjangkau, bedak tersebut mudah dibuat dan dipakai setiap hari. Namun, dampak buruk pemakaian jangka panjang akan membuat seseorang mengalami pembengkakan otak, lumpuh, dan gagal organ.

7. Obat tetes mata dari tanaman beracun

Tren kecantikan ini bernama "Belladonna" (wanita cantik) dan pertama kali populer di Italia pada abad ke-19. Cairan tetes mata akan diperas dari bunga beracun nightshade. Dengan meneteskan cairan ini, mata akan terlihat besar. Sayangnya, efek samping dari metode ini akan membuat jantung berdebar-debar, hilang fokus, dan bisa menyebabkan kebutaan.

8. Pembersih organ intim

Lysol merupakan merek pembersih organ intim yang cukup terkenal pada abad ke-20. Pada waktu itu, harga kondom sangat mahal dan alternatifnya adalah cairan pembersih yang dinilai lebih murah dan menjadi alternatif yang efektif. Namun demikian, cairan antiseptik yang mengandung kresol ini menyebabkan kulit terasa terbakar, inflamasi, bahkan kematian.

9. Pemotongan tulang rusuk

Jika pemakaian korset terasa kurang nyaman, ada alternatif lain agar tubuhmu terlihat lebih langsing, yaitu dengan memotong beberapa tulang rusuk Praktik menyakitkan ini sampai sekarang masih dilakukan. Meski begitu, dengan hilangnya tulang rusuk,  proteksi terhadap oragn dalam, seperti hati jadi berkurang dan rentan terhadap benturan benda keras.