Brilio.net - Pada zaman yang serba cepat ini, kita dituntut untuk bekerja secara produktif dan efisien. Hasil kerja yang akurat dan memuaskan juga menjadi tuntutan. Namun, benarkah selama ini kegiatan kita pantas disebut produktif?

Dilansir brilio.net dari laman lifehack.org, Senin (4/5), ada beberapa hal yang hanya terlihat produktif, namun aslinya nol besar. Mari kita cek!

1. Menjadwalkan segala sesuatu

Selalu menjalankan sesuatu sesuai jadwal yang ditetapkan itu bagus. Tapi bagaimana kalau jadwal itu terpaksa berantakan karena sesuatu yang meleset dari pertimbangan kita?

Maka, ada baiknya kita lebih luwes terhadap kegiatan kita. Siapa tahu, dengan sedikit memberi kelonggaran selama melaksanakan tugas, kita bisa mendapatkan sesuatu yang baru, yang justru bisa membantu kita menyelesaikan tugas utama.

Loading...

2. Multitasking

Keren. Mungkin itu yang banyak terlintas di benak kebanyakan orang saat melihat kita mampu melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu. Namun, sekali waktu (atau bahkan sering?) kita merasa kewalahan, bahkan kelelahan, mengerjakan semua pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

Belum lagi kalau muncul masalah pada setiap pekerjaan. Stres adalah kondisi yang tak bisa terhindarkan. Akibatnya, hasil pekerjaan juga tidak maksimal. Ada baiknya kamu mulai fokus pada satu per satu pekerjaanmu.

3. Melakukan pekerjaan yang sama dan dinilai baik berulang kali

Well, apa menariknya mengulang pekerjaan yang menurut seniormu kamu berbakat di sana? Mungkin kamu akan merasa senang, bangga, dan bersemangat mengulang kembali prestasimu pada awalnya. Tapi selanjutnya kamu akan bosan dan di satu sisi kemampuanmu yang lain tidak tergali.

4. Terlalu kaku terhadap tujuan

Terlalu terpaku pada tujuan atau hasil sebuah pekerjaan itu tidak bagus. Terlebih, jika menyangkit poin pertama, maka kita mengabaikan kesempatan lain yang bisa saja menguntungkan kita mencapai tujuan tersebut.

5. Terlalu memerhatikan detail pekerjaan

Terlalu fokus terhadap detail pekerjaan juga tidak bagus. Kita menghabiskan banyak waktu untuk memerhatikan sesuatu yang bisa saja itu tidak perlu. Dengan begitu, kita bisa terlambat memenuhi tenggat waktu pengumpulan tugas. Akhirnya, tugas-tugas yang lain juga akan terhambat dalam pelaksanaannya.

6. Mengejar kesempurnaan

Ketika kita berusaha merancang pekerjaan sedetail mungkin, hasil yang sempurna, dan cara-cara yang sekiranya terakurat, faktanya hasil yang kita dapatkan tidak selalu sesuai harapan. Selalu ada yang meleset. Apakah itu kesalahan fatal? Tidak. Kita tetap bisa selalu memperbaiki diri dan mendapatkan pengalaman baru.

7. Selalu bilang 'Ya' untuk semuanya

Terlalu sering bilang 'Ya' pada semua orang yang percaya kita handal dalam bidang tertentu, bisa mengancam produktivitas kita.

Kita menduga dengan membantu orang, kita menjadi produktif dengan kegiatan tersebut. Faktanya, kita mengabaikan pekerjaan sendiri. Ada baiknya kita belajar berkata 'Tidak', supaya orang juga tidak terlalu bergantung pada kita.

8. Kerja keras, keras, dan keras

Banyak orang mengidentikkan kerja keras yang tidak peduli waktu dengan produktivitas. Faktanya, tidak selalu begitu. Intinya, yang terlalu berlebihan itu tidak bagus.

Seperti poin multitasking yang menyebutkan terlalu banyak mengerjakan pekerjaan dalam satu waktu itu tidak bagus, begitu juga ketika hanya fokus pada satu pekerjaan terlalu lama.

Hal ini akan membuat diri kita tidak kreatif dan inovatif. Yang ada kita semakin lelah dan semangat menurun. Pekerjaan jadi tidak terselesaikan dengan maksimal.

9. Selalu mengikuti perkembangan segala sesuatu

Banyak hal yang bisa mengacaukan perhatian kita. Terutama terkait informasi tentang pekerjaan yang kita tekuni. Meng-up date kabar-kabar terbaru memang bagus, tapi akan mengancam produktivitas kalau kita terlalu peduli terhadapnya.

Pasalnya, fokus kita terpecah dan kita panik sendiri dengan segala perkembangan informasi tersebut. Apalagi bila informasi itu tidak semua merupakan informasi yang kita butuhkan. Maka, kita perlu belajar memilih informasi yang memang kita butuhkan supaya tetap bisa fokus pada pekerjaan utama.

Nah, guys, kita koreksi kembali kegiatan kita, ya. Sudah produktifkah dirimu hari ini?