Brilio.net - Coronavirus adalah sekelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Virus ini dapat fokus menyerang bagian paru-paru atau pernapasan. Corona bisa disebut hampir serupa dengan virus SARS yang sempat melanda dunia pada 2002 silam. Sedangkan penyakit coronavirus (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan.

Virus corona baru ini muncul pada akhir 2019 lalu. Pertama kali dilaporkan terjadi pada seorang pria di Wuhan, China. Dilansir dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), who.int, sebagian besar orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang. Namun bisa sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus.

Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis mendasar seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker lebih mungkin terkena penyakit corona serius. Saat ini memang belum ada vaksin atau perawatan khusus untuk corona Covid-19. Namun, ada banyak uji klinis yang sedang berlangsung untuk mengevaluasi perawatan potensial. WHO akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah temuan klinis itu tersedia.

Sejak kemunculannya pada Desember lalu, sampai sekarang kasus corona kian bertambah. Jumlah korban tewas akibat virus ini telah melampaui 41.000 orang dan jumlah kasus yang dilaporkan lebih dari 846.000 positif dan 176.000 sejauh ini telah pulih, sedangkan 42.043 meninggal di seluruh dunia.

Sementara itu di Indonesia, update terbaru pada Rabu (1/4), total kasus mencapai 1.677 positif, 103 dinyatakan sembuh dan 157 orang meninggal dunia. Ada pun jumlah korban terbanyak terdapat pada provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 747 kasus.

Berbicara mengenai corona, seperti banyak orang lain, kamu mungkin memiliki berbagai pertanyaan tentang coronavirus 2019. Salah satu pertanyaan yang mungkin paling membuat resah ialah bagaimana virus corona dapat menyebar. Tentunya kamu semakin bertanya-tanya setelah melihat cepat dan luasnya corona ini menyebar ke lebih dari 100 negara selain China.

Berikut beberapa cara penularan corona paling sering terjadi, seperti dihimpun brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (1/4).


1. Tidak menjaga kebersihan tangan.

foto: unsplash.com



Tangan adalah sarang berkumpulnya beragam bakteri, kuman, dan virus. Karena tangan merupakan bagian tubuh yang paling banyak melakukan aktivitas. Sebab itu tangan menjadi sumber dari berbagai penyakit. Begitu juga dengan virus corona ini.

Jika kamu tidak menjaga kebersihan tangan, maka virus corona Covid-19 dapat dengan mudah menyebar. Terlebih lagi apabila kamu senang menyentuh wajah dengan tangan, hal itu dapat menyebabkan virus kian cepat masuk ke tubuh.


2. Tidak menerapkan etika batuk dan bersin.

Loading...

foto: pixabay.com



Sudah banyak jurnal penelitian mengatakan bahwa cara paling mudah penularan corona berasal dari droplets. Droplets ialah cairan yang dihasilkan pasien corona, kemudian mengenai orang lain.

Droplets ini dapat 'melompat' hingga hampir 2 meter. Bisa juga droplets ini sudah menempel ke beberapa benda di sekitar, lalu tersentuh oleh orang lain. Itulah sebabnya kita harus perhatikan poin nomor 1. Rajinlah cuci tangan untuk menjaga kebersihan.


3. Kontak dengan benda yang disentuh banyak orang.

foto: freepik.com



Benda yang sering disentuh banyak orang, tidak ada yang tahu apakah itu sudah terkena droplets atau belum. Seperti gagang pintu, tombol lift, alat makan di kantor, pegangan transformasi umum, dan lainnya.

Menurut penelitian, virus corona Covid-19 dapat bertahan hidup hingga tiga hari dengan menempel pada permukaan benda. Lantas dengan perantara sentuhan tangan, corona akan mudah masuk ke orang lain.


4. Tidak menjaga kebersihan setelah bepergian.

foto: unsplash.com



Beraktivitas di luar, membuat kamu jadi sering bertemu banyak orang. Tidak ada yang bisa sadar jika dari pertemuan dengan orang tersebut, virus secara otomatis masuk ke dalam tubuh.

Virus corona memiliki sifat tidak bisa hidup sendiri, ia membutuhkan inang. Jika kamu tidak menjaga kebersihan setelah bepergian, corona akan mudah menular ke orang lain.


5. Tidak mengisolasi diri setelah kembali dari wilayah terjangkit corona.

foto: unsplash.com



Cara penularan virus corona lainnya adalah tidak melakukan tindakan pencegahan setelah kembali dari wilayah atau negara pandemi. Pasalnya tidak semua orang positif corona akan menunjukkan gejala, bisa jadi orang tersebut justru berubah jadi hidden carrier atau pembawa virus corona.


6. Interaksi dengan banyak orang.

foto: unsplash.com



Berkumpul atau beraktivitas di tengah kerumunan menjadi salah satu cara penularan virus corona Covid-19. Corona dapat menempel secara kasat mata pada pakaian dan benda yang dibawa orang lain.


7. Partikel aerosol.

foto: unsplash.com



Dilansir dari Huffpost, penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, partikel aerosol dapat menyebarkan virus corona.

S Wesley Long, direktur medis mikrobiologi diagnostik di Houston Methodist Hospital, mengatakan bahwa partikel aerosol itu tidak sama dengan tetesan pernapasan, bersin, dan batuk (droplets). Partikel aerosol jauh lebih kecil dan mikroskopis.

Partikel ini lebih mudah dihirup oleh paru-paru. Partikel ini digambarkan seperti kabut. Sementara itu, Jennifer Hanrahan, seorang profesor kedokteran dan kepala penyakit menular di University of Toledo menambahkan bahwa 'prosedur aerosolisasi', seperti intubasi, dapat menyebabkan partikel-partikel tersebut menyebar.


8. Kurang paham tentang virus corona.

foto: unsplash.com



Kurangnya pemahaman tentang definisi, bahaya, dan penyebaran dari virus corona jadi salah satu hal yang patut disayangkan. Apabila seseorang memahami hal-hal tentang corona, setidaknya ia bisa melakukan tindakan pencegahan lebih cepat.

2 dari 2 halaman



Cara mencegah tertular corona Covid-19.


Mungkin sulit untuk menghindari terkena virus, terutama jika kamu yang sering dikelilingi oleh orang lain. Tetapi, menurut sumber terpercaya CDC, ada sejumlah hal yang dapat kamu lakukan untuk melindungi diri.

1. Usahakan untuk menghindari orang yang batuk atau bersin. Dilansir dari WHO, setidaknya hindari atau jauhi orang sejauh 3 kaki dari orang yang mungkin sakit. Sedangkan CDC menyarankan beri jarak yang lebih luas, yakni sekitar 6 kaki.

2. Cuci tanganmu sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.

3. Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol jika kamu tidak memiliki akses ke sabun dan air. Cari produk yang mengandung alkohol setidaknya 60 persen. Kemudian beri campuran aloe vera gel dan essential oil, misalnya.

4. Hindari menyentuh wajah. Sebab kamu dapat dengan mudah mengirimkan virus dari tangan ke mulut, hidung, atau mata tanpa menyadarinya. Terutama saat kondisi tangan kotor.

5. Tetap tinggal di rumah. Teknik ini disebut juga sebagai 'isolasi diri'. Sebab menjauhi kelompok orang dapat membantumu menghindari terekspos.