Brilio.net - Virus corona muncul di Wuhan, China pada akhir tahun lalu. Corona telah menyebar ke lebih dari 177 negara di enam benua, di luar dataran China. Melihat data persebaran yang kian cepat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan corona sebagai pandemi.

Jumlah korban tewas akibat virus ini telah melampaui 41.000 dan jumlah kasus yang dilaporkan lebih dari 846.000 positif dan  176.000 sejauh ini telah pulih, ada 42.043 meninggal di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, update terbaru pada Selasa (31/3) total kasus mencapai 1.528 positif, 81 dinyatakan sembuh, dan 136 orang meninggal dunia. Ada pun jumlah korban terbanyak terdapat pada provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 747 kasus.

Virus corona mengakibatkan kepanikan massal. Ketika rasa takut telah menyebar, para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia mulai meningkatkan upaya untuk memahami virus baru ini, dan bagaimana corona dapat memengaruhi tubuh manusia.

Corona merupakan keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia. Mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).

Dilansir brilio.net dari aljazeera, diperkirakan virus ini menular ke manusia dari hewan yang belum teridentifikasi. Corona baru dapat menular terutama melalui tetesan pernapasan, dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini berkembang biak di saluran pernapasan dan dapat menyebabkan berbagai gejala.

Rata-rata, dibutuhkan sekitar lima hingga enam hari bagi seseorang untuk menunjukkan gejala setelah terinfeksi. Namun, ada juga orang yang sudah terinfeksi tetap tidak menunjukkan gejala apa pun.

"Kami telah melihat beberapa data tentang sekitar 17.000 kasus dan secara keseluruhan 82% di antaranya ringan, 15% di antaranya parah dan 3% di antaranya tergolong kritis," kata Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Maria Van Kerkhove.

Sementara itu, dilansir dari businessinsider, menurut data dari China, gejala yang paling umum sejauh ini adalah demam, batuk kering, dan sesak napas. Namun pasien corona Covid-19 umumnya hanya dapat mengembangkan satu atau dua dari kondisi ini selama sakit.

Berikut ini adalah informasi yang perlu kamu ketahui tentang apa yang akan terjadi jika kamu terinfeksi. Keterangan lebih jelas tentang ciri-ciri gejala corona hari demi hari.

Dari hampir 56.000 kasus yang dikonfirmasi di laboratorium yang diteliti di China, sekitar 88% pasien mengalami demam dan lebih dari dua per tiga menderita batuk kering. Menurut laporan WHO pada Februari lalu, data bagian dari pasien yang mengalami sesak napas (19%) dekat dengan bagian yang mengembangkan sakit tenggorokan, sakit kepala, dan sakit tubuh atau nyeri sendi (sekitar 14%).

Untuk menggali lebih dalam temuan ini, beberapa rumah sakit China, satu di Wuhan dan dua di Wenzhou, telah mengidentifikasi pola gejala di antara pasien corona Covid-19 mereka. Berikut hasilnya, seperti dilansir brilio.net dari Business Insider pada Rabu (1/4).


1. Hari 1: Gejala dimulai dari ringan. Pasien mungkin mengalami demam, batuk kering, atau sesak napas sesekali. Beberapa mungkin juga merasakan kelelahan dan nyeri otot. Sebagian kecil mungkin mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelum ini.

2. Hari 3: Ini adalah rata-rata hari sebelum para pasien dirawat di rumah sakit, meskipun sudah ada yang menunjukkan gejala.

3. Hari 5: Dalam kasus yang parah, gejalanya bisa mulai memburuk. Pasien mungkin mengalami kesulitan bernapas, terutama jika mereka lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan kurang baik atau penyakit parah sebelumnya.

4. Hari 7: Ini adalah rata-rata para pasien mulai dirawat di rumah sakit.

5. Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah kemungkinan akan mengalami sesak napas, pneumonia, atau sindrom gangguan pernapasan akut, penyakit yang mungkin memerlukan intubasi. ARDS seringkali berakibat fatal. ARDS adalah penyakit yang terjadi akibat cairan menutupi paru-paru dan bisa berujung fatal.

6. Hari 10: Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu kemungkinan besar dirawat di ICU. Pasien parah merasa lebih sakit perut dan kehilangan nafsu makan dibandingkan dengan pasien dengan kasus yang lebih ringan. Tingkat fatalitas virus berkisar sekitar 4%.

7. Hari 17: Rata-rata, orang-orang di Wuhan yang pulih dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah 2,5 minggu.

8. Hari 27: Beberapa pasien tinggal di rumah sakit lebih lama. Rata-rata tinggal di rumah sakit untuk pasien Wenzhou adalah 27 hari.

Bagaimanapun pada umumnya gejala tidak datang atau muncul tepat setelah seseorang terinfeksi. Masa inkubasi rata-rata virus corona sekitar lima hari. Tetapi menurut Disease Control and Prevention (CDC), bisa juga berkisar antara dua hingga 14 hari.

Begitu gejala datang, beberapa tanda awal harus ditangani dengan lebih hati-hati.

"Sangat penting untuk memiliki dokter perawatan primer atau seseorang yang dapat kamu ajak bicara tentang kasusmu. Sehingga kamu dapat memutuskan apakah kamu perlu pergi ke ruang gawat darurat atau tidak," kata Megan Coffee, seorang dokter penyakit menular yang menganalisis data di Wenzhou.