×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
3 Tempat wisata di balik zona merah Nduga, taman surga di Papua

View Image

0

BRILIO » Jalan-Jalan

3 Tempat wisata di balik zona merah Nduga, taman surga di Papua

Kabupaten Nduga terbagi dalam 36 desa dan 8 Distrik.

06 / 12 / 2018 00:01

Brilio.net - Kabar penembakan di Kabupaten Nduga, Papua menjadi kasus serius yang cukup memprihatinkan. Puluhan pekerja proyek pembangunan Jalan Trans Papua di Distrik Yall jadi korban penembakan oleh kelompok sipil bersenjata pada 3 Desember lalu. Informasi menyebutkan ada 31 korban tewas dalam pembunuhan tersebut.

DIlansir brilio.net dari antaranews, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait penembakan pekerja Trans Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12). Presiden mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban serta memerintahkan prajurit TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku dan menjamin pengerjaan jalan Trans Papua tetap berjalan dengan pengamanan petugas keamanan.

Kabupaten Nduga masuk dalam kategori daerah terisolir dan berada di zona merah. Nduga sendiri merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua. Kabupaten ini dibentuk pada 4 Januari 2008 berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2008 bersama-sama dengan pembentukan 5 Kabupaten lainnya di Papua.

Memiliki luas wilayah 2.168 km2, Kabupaten Nduga terbagi dalam 36 desa dan 8 Distrik di antaranya, Distrik Wosak, Kenyam, Geselma, Mapenduma, Mugi, Yigi, Mbua dan Gearek. Bentang alam Kabupaten Nduga berada di hamparan Lembah Baliem, sebuah lembah aluvial yang terbentang pada areal ketinggian 1500–2000 m di atas permukaan laut. Temperatur udara bervariasi antara 14,5 derajat Celcius sampai dengan 24,5 derajat Celcius.

Menjadi daerah terisolir dan tergolong zona merah, namun siapa sangka bahwa Kabupaten Nduga memiliki pesona alam yang begitu luar biasa. Nduga merupakan surga bagi wisatawan. Pasalnya tempat ini menyimpan kekayaan flora, fauna, sosial budaya dan lainnya. Kawasan hutan tropis yang terdapat di Kabupaten ini masih alami, tak tersentuh perkembangan bangunan. Kawasan ini benar-benar sangat asri.

Destinasi wisata berikut tiga taman nasional terletak di sekitar wilayah Nduga, berikut ulasannya yang dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (5/12).

1. Taman Nasional Lorentz.

3 Tempat wisata di balik zona merah Nduga, taman syurga di Papua  istimewa

foto: Instagram/@explorependaki

Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu cagar alam yang berlokasi di antara Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Fak-Fak. Taman Nasional Lorentz ini memiliki luas 2.4 juta Hektare dan menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Tak hanya itu, pada tahun 1999, taman ini resmi dikukuhkan menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO.

Sejak 30 ribu tahun silam, Taman Nasional Lorentz sudah didiami oleh suku asli Papua, yakni Suku Sempan, Suku Nduga, dan Suku Asmat. Nama Taman Nasional Lorentz sendiri merupakan pemberian seorang penjelajah asal Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz.

Taman ini sangat asri dan memiliki keindahan yang luar biasa. Di Taman Nasional Lorentz ini terdapat persedian mineral dan pertambangan berskala besar, sekitar 630 jenis burung dan 123 mamalia mendiami kawasan ini. Bahkan dikatakan bahwa taman ini menjadi wilayah dengan ekosistem terlengkap di dunia.

Bayangkan saja, betapa masih alaminya Taman Nasional Lorentz, tak sedikit wisata yang ingin menjelajahi taman nasional satu ini. Selain dapat digunakan sebagai penelitian, tempat ini juga menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki keindahan alam menakjubkan.

2. Puncak Trikora.

3 Tempat wisata di balik zona merah Nduga, taman syurga di Papua  istimewa

foto: Instagram/@ruslanbudiarto

Puncak Trikora merupakan gunung yang terdapat di Papua Barat. Tinggi puncak ini mencapai 4,751 meter dan menjadi gunung tertinggi ketiga di Indonesia, setelah Puncak Jaya dan Puncak Mandala. Puncak Trikora memiliki kawasan hutan yang  Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Nama Puncak Trikora merupakan kepanjangan dari Tri Komando Rakyat, nama ini merupakan pemberian dari Presiden pertama, Soekarno pada 19 Desember 1961. Di zaman pemerintahan Belanda gunung ini dikenal dengan nama Puncak Wilhelmina.

Puncak ini memiliki keunikan, di mana gunung ini merupakan satu-satunya daratan ber-es di wilayah tropis. Tak hanya itu saja Puncak yang termasuk dalam “seven summits” dunia memiliki trek pendakian yang amat sulit dan biaya pendakian yang terbilang sangat mahal.

3. Batas Batu.

3 Tempat wisata di balik zona merah Nduga, taman syurga di Papua  istimewa

foto: Instagram/@ayodolan

Batas Batu yang berada di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga. Lokasi wisata ini berada di ketinggian lebih dari 3.225 meter di atas permukaan laut. Suhu di kawasan Batas Batu sangat dingin, sehingga tidak ada penghuni atau aktivitas di kawasan tersebut.

Sebelumnya, wisata satu ini tak banyak yang tahu, namun kini berkat perkembangan zaman dan teknologi, di  mana orang bisa mengakses apapun yang ingin ia ketahui. Akhirnya wisata satu ini menjadi incaran dan banyak orang yang penasaran.






Social media banner
Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    100%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more