Brilio.net - Virus Corona atau COVID-19 menjadi sebuah wabah yang paling ditakuti di seluruh dunia saat ini. Bagaimana tidak, sejak kemunculannya pada akhir 2019 di Wuhan, China, wabah penyakit ini telah memakan banyak korban jiwa dengan penyebaran paling cepat.

Mengutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, angka kematian akibat virus Corona COVID-19 secara global tercatat mencapai lebih 4.008 jiwa. Italia, Korea Selatan, dan Iran masih tercatat memiliki kasus terbesar di luar China.

Angka kasus infeksi Virus Corona COVID-19 paling besar tercatat di China, sekitar 80.754 pasien dengan lebih dari 3.136 kematian. Kasus terbesar kedua tercatat di Italia, yang mencapai 9.172 lebih pasien dengan angka kematian lebih dari 463 jiwa.

Bahkan di Indonesia kini sedang memerangi wabah penyakit satu ini. Sekarang ini masyarakat hanya diminta untuk tenang dan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Di tengah merebaknya virus Corona, ada satu pertanyaan yang bikin penasaran. Yaitu, siapa orang pertama terinfeksi COVID-19 tersebut?

Dilansir brilio.net dari dream.co.id, menurut data yang dirilis Pemerintah China, orang pertama yang terinfeksi COVID-19 atau disebut dengan istilah patient zero ditemukan pada awal November 2019. Temuan ini terungkap setelah melakukan identifikasi setidaknya terhadap 266 orang pada tahun lalu yang diduga positif virus Corona jenis baru. Seluruh pasien semuanya berada di bawah pengawasan medis pada saat itu.

Dari 266 orang yang dinyatakan positif Virus Corona, akhirnya ditemukan patient zero atau manusia pertama yang terinfeksi COVID-19. Dia adalah seorang pria berusia 55 tahun.

Pria tersebut berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei. Wuhan kemudian menjadi pandemi virus Corona baru.

Identitas pria tersebut tidak diungkap oleh pemerintah China. Namun perlu diingat bahwa temuan ini tidak sepenuhnya konklusif karena beberapa kasus ditutupi setelah otoritas kesehatan menguji spesimen yang diambil dari beberapa pasien yang diduga terinfeksi Corona.

Patient zero dilaporkan pertama kali tertular virus COVID-19 pada 17 November 2019. Setelah itu, satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari, sebelum mencapai hingga 60 kasus pada 20 Desember 2019.

Dengan memahami bagaimana virus menyebar, dan mengetahui bagaimana kasus-kasus yang tidak terdokumentasi dan tidak terdeteksi mempercepat penyebaran virus, para peneliti berharap dapat menentukan skala sebenarnya dari ancaman COVID-19 ini.

Hingga Jumat, 13 Maret 2020, jumlah kasus orang terinfeksi virus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 134.930 kasus. Dari angka itu, 70.396 di antaranya dinyatakan sembuh dan 4.990 orang meninggal dunia.

(brl/pep)