Brilio.net - Ada yang menarik pada penyelenggaraan pameran teknologi terbesar di Indonesia, Indocomtech 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Pada pameran yang berlangsung sejak 30 Oktober hingga 3 November ini selain menawarkan berbagai produk gadget, ada juga putaran Grand Final OMEN Challenger Series (OCS) 2019 besutan HP Inc.

Laga eSports yang dimulai selama tiga hari mulai 1-3 November ini memperebutkan gelar juara turnamen Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) dengan hadiah total USD 50.000 atau sekitar Rp 700,56 juta. Turnamen ini diikuti 12 negara di kawasan Asia Pasifik. BOOM ESPORT dan Syntax menjadi wakil Indonesia di ajang ini.  

OCL x Brilio © 2019 brilio.net

Tapi bukan hanya itu lho turnamen yang digelar. Di ajang ini juga dikompetisikan grand final Omen Campus Legends yang mempertandingkan cabang eSports PUBG dan Dota 2. Di ajang ini, HP Inc sebagai penyelenggara menggandeng Brilio.net. Di hari pertama, Jumat (1/11), 16 tim dari lima kampus di Jakarta berlaga untuk cabang PUBG Mobile untuk memperebutkan hadiah total Rp 15 juta. Di Hari kedua (2/11) akan dipertandingan cabang Dota 2.

Kelima kampus ini lolos ke grand final setelah menjadi juara dalam rangkaian Campus Roadshow OCL yang digelar sebelumnya. Kelima kampus tersebut adalah Universitas Atmajaya yang mengirim tiga tim yakni YnF×STLD1990, VLN GAMING, dan KOPI.

Loading...

OCL x Brilio © 2019 brilio.net

Universitas Bina Nusantara (Binus) juga menampilkan tiga tim (BeeNus, Ludere Victoria, ZACH). Begitu juga dengan Universitas Multimedia Nusantara yang diwakili tiga tim yakni BTR MIX, DMDxNECHA, BESTWorlders. Kekuatan serupa juga diperlihatkan Universitas Tarumanegara yang juga mengirimkan tiga tim yakni Broer Squad, TAIJALAT, dan SquiDward. Sedangkan Universitas Negeri Jakarta mengiriman tim paling banyak dengan empat tim yakni ERROR_SQUAD, MACHINE, Openfightsquad, dan HMTK.

Pada laga ini, setiap tim bertanding dalam lima putaran dengan karakter map berbeda-beda. Pada putaran pertama, setiap tim bertarung menggunakan peta Erangel dengan mode Third Person Perspective (TPP). Sekadar informasi, Erangel adalah sebuah pulau fiksi di Rusia yang digunakan sebagai tempat uji coba militer yang diduduki Uni Soviet sekitar tahun 1950. Peta ini berupa sebuah pulau dengan berbagai macam medan dengan pepohonan dan rerumputan di sekitarnya.

OCL x Brilio © 2019 brilio.net

Sementara di ronde kedua setiap tim bermain di peta Miramar menggunakan mode game First Person Perspective (FPP). Di Putaran ketiga seluruh tim bertarung di peta Sanhok dengan mode TPP. Peta Erangel kembali menjadi medan laga pada putaran keempat dengan menggunakan mode FPP. Di putaran akhir, seluruh tim kembali bermain di peta Miramar dengan mode game TPP.

“Seru banget. Sebenarnya sih di sini bukan masalah siapa tim terberat. Tapi bagaimana kita mengatur strategi, saling support. Gue sendiri di tim kadang bisa jadi support atau sniper, tergantung strategi yang kita terapkan,” ujar Jong Hanna, tim leader BTR MIX kepada Brilio.net di sela sela pertandingan.

OCL x Brilio © 2019 brilio.net

Juara dalam laga ini dihitung berdasarkan skor terbanyak yang diraih dari seluruh pertandingan. Tim-tim dari Universitas Atmajaya tampaknya terlalu kuat untuk lawan. Terbukti, kampus ini menempatkan dua juara. Tim KOPI meraih juara pertama dengan skor 1480 disusul rekan sekampus mereka VLN GAMING sebagai juara kedua dengan skor 1330. Sedangkan posisi ketiga diraih tim ZACH dari Binus dengan skor 1280.  

“HP memberikan pengalaman gaming yang menyeluruh sembari mendukung kreativitas dan inovasi,” kata Hansen Wijaya, Indonesia Consumer Personal System Category Lead, HP Inc di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

OCL x Brilio © 2019 brilio.netBrilio.net/Arief Diwanta

Yang jelas, laga cabang PUBG Mobile antar kampus ini sekaligus menjadi komitmen HP Inc untuk menciptakan ekosistem eSports di Tanah Air.