Brilio.net - Setelah sukses dengan film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini dan juga Story of Kale: When Someone's in Love, semesta yang terinspirasi dari buku Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini karya Marchella FP ini akan berlanjut. Kali ini, film yang dihadirkan dari sudut pandang Dinda selama berpacaran dengan Kale.

Film yang berjudul Story of Dinda: Second Chance of Happiness mengisahkan pergulatan seorang Dinda saat ia terjebak dalam toxic relationship atau hubungan beracun dengan Kale. Film ini menampilkan banyak pergulatan yang dialami oleh banyak perempuan sehingga menjadi gambaran sesungguhnya perempuan keluar dari hubungan yang tidak sehat.

Selain itu, harapannya, film ini menjadi salah satu film yang dapat menginspirasi banyak orang, terutama perempuan yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat dan bagaimana mengatasi ketergantungan diri kepada orang lain. Film Story of Dinda: Second Chance of Happiness akan tayang di Bioskop Online pada 29 Oktober 2021.

Nah, sebelum menonton film tersebut, ada baiknya untuk menyimak beberapa fakta yang dapat ada diungkapkan oleh sutradara dan kru film. Dirangkum brilio.net dari konferensi pers virtual Story of Dinda: Second Chance of Happiness pada Kamis (28/10), berikut 7 fakta yang mengisahkan wanita lepas dari toxic relationship

1. Dibuat oleh sutradara perempuan dengan tema yang khusus perempuan.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Story of Dinda barangkali menjadi satu universe dengan film Nanti Kita Cerita Hari Ini setelah sukses dengan Story of Kale. Jika film Story of Kale mengisahkan dari perspektif cowok, maka film Story of Dinda dari perspektif perempuan.

"Jadi saat cerita Story of Kale, udah pernah ada kita pikirin Story of Dinda. Cuma yang menarik, membawakan suara dari sudut pandang perempuan. Kita membangun story seru banget, karena saya perempuan dan sutradara juga perempuan, kita campur perspektif perempuan," ucap Tersi, produser film dalam konferensi pers virtual Story of Dinda: Second Chance of Happiness pada Selasa (26/10/2021).

2. Menghadirkan cerita yang lebih rumit.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Fakta film Story of Dinda-Instagram/@aurelie

Story of Dinda, menurut Ginanti, ada pada timeline yang sama dengan film Story of Kale.

"Konsep ceritanya ini di hari yang sama di film Story of Kale, sebelum Dinda (Aurelie Moeremans) ingin putus dari Kale (Ardhito Pramono)," ucap Ginanti.

Selain itu, film barunya ini akan lebih rumit dan kompleks dengan karakter Dinda yang cenderung insecure atau rendah diri.

"Film sebelumnya (Story of Kale) mengangkat toxic relationship, nah, kali ini Dinda sangat kompleks terhadap dirinya dan cenderung insecure, apa sih hal yang Dinda pikirkan sampai keputusannya ingin berpisah dengan Kale?" tambahnya.

3. Perjalanan hingga keluar dari toxic relationship.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Fakta film Story of Dinda-Instagram/@aurelie

Pernyataan Ginanti tersebut diperkuat oleh Aurelie sebagai pemeran Dinda Baginya, karakter yang diperankannya jauh lebih kompleks sehingga ia pun harus ditemani karakter lain seperti Pram yang diperankan Abimana Aryasatya sebagai proses pendewasaan diri.

"Perubahan, sih, ada banget, proses pendewasaan Dinda, masa di mana bertemu Mas Pram dan Mas Pram lebih dewasa, jauh dewasa daripada Kale, membantu Dinda untuk ikuti kata hatinya sendiri," ucap Aurelie.

4. Diharapkan bisa membantu banyak orang keluar dari toxic relationship.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Fakta film Story of Dinda-Instagram/@aurelie

Saat Aurelie berperan sebagai Dinda dalam film Story of Kale, banyak warganet yang mengisahkan pengalaman mereka saat mengalami toxic relationship. Karena itu, Aurelie pun berharap film ini dapat membantu banyak orang, terutama perempuan untuk memandu mereka keluar dari persoalan yang menjerat mereka.

"Kalau dari saya pribadi bagaimana kita sebagai perempuan berani mengutarakan pendapat dengan lantang, menciptakan ruang aman, dan kalian berani untuk utarakan isi hati," katanya.

Sementara Ginanti punya pendapat lain bahwa perempuan harus punya pilihan sendiri untuk kebahagiaannya.

"Kita (perempuan) ini sebenarnya punya pilihan bahagia sendiri, jangan menggantungkan kebahagiaan orang lain. Ketika sudah menyadari kita punya rasa untuk menghargai diri sendiri, hubungan yang toxic kita tinggalkan segera," ucapnya.

5. Agar banyak orang lebih sadar kalau ada toxic relationship.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Fakta film Story of Dinda-Instagram/@aurelie

Selain diharapkan dapat membantu banyak orang, Ginanti juga berharap film ini bisa membuat banyak sadar bahwa ada hubungan yang tidak sehat.

"Apa yang ingin kita sampaikan lewat Dinda dari perspektif yang tidak mudah dan melihat bagaimana hubungan toxic bisa menjadi awareness. Ingin menyampaikan bahwa kita sebenarnya punya pilihan untuk memilih kebahagian kita sendiri. Jadi, di film ini, jangan menggantungkan kebahagiaan kita sendiri. Setelah kita menyadari, kita bisa keluar dari hubungan toxic itu," ujar Gita, demikian sapaannya.

6. Aurelie terinspirasi setelah syuting film Story of Dinda.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Fakta film Story of Dinda-Instagram/@aurelie

Aurelie Moeremans mengaku mengakhiri hubungan asmaranya setelah menjalani syuting Story of Dinda: Second Chance of Happiness. Aurelie mengaku, berkat menjiwai karakter Dinda, ia akhirnya berani memutuskan hubungan yang ia anggap toksik itu.

"Percaya enggak percaya gara-gara syuting film ini, begitu pulang dari syuting, saya langsung putus dari toxic relationship yang saya jalani. Jadi Story of Dinda ada tempat spesial di hati saya," ujar Aurelie.

7. Original soundtrack dinyanyikan Aurelie dan diciptakan Ardhito.

Fakta film Story of Dinda Instagram

Fakta film Story of Dinda-Instagram/@aurelie

Selain menyajikan cerita yang menarik, film Story of Dinda akan menghadirkan lagu berjudul Arah dan menjadi soundtrack film tersebut. Lagu Arah diciptakan oleh Ardhito Pramono dan dinyanyikan oleh Aurelie.

"Original soundtrack itu berjudul Arah. Hal menarik dari lagu ini karena gue dan Aurelie saling melihat playlist musik, ternyata dia suka lagu klasik Disney," ucap Ardhito.

(brl/guf)