Brilio.net - Dunia pendidikan dunia kembali tercoreng karena sebuah kasus kekerasan. Kejadian terbaru terjadi di negara tetangga, Malaysia. Seorang anak berusia 11 tahun harus mengalami kejadian yang menyedihkan lantaran menjadi korban kekerasan di madrasahnya di Kota Tinggi, Malaysia.

Bocah laki-laki bernama Mohd Thaqif Amin Mohd Ghaddafi mengalami luka yang cukup parah di bagian kedua kakinya. Ia mendapat kekerasan dari oknum di sekolahnya. Dikutip dari laman Thestar, Kamis (27/4) pelaku kekerasan diduga adalah seorang asisten pejaga di madrasah. Mohd Thaqif diduga dipukul dan disabet menggunakan selang air. Akibat pemukulan tersebut, kedua kakinya mengalami luka memar hingga berwarna ungu tua. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit.

korban kekerasan di madrasah © 2017 brilio.net

foto: thestar.com.my

Kondisi sang bocah semakin menurun hingga masuk masa koma. Pada luka yang lebam di bagian kaki tersebut mengalami infeksi. Sang dokter pun menyarankan untuk kedua kakinya diamputasi. Proses amputasi pun dilakukan tim medis. Namun demikian, kondisi Mohd Thaqif tak semakin membaik. Infeksi yang menyerang kakinya pun menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Loading...

Tak hanya kaki yang harus diamputasi, tangan bagian kanannya pun harus diamputasi karena terjangkit infeksi. Keluarga pun memberikan izin pada tim dokter untuk mengamputasi tangan kanannya. Kendati demikian, kondisi jantung yang tak stabil membuat operasi dibatalkan.

korban kekerasan di madrasah © 2017 brilio.net

foto: nst.com.my

Pihak kepolisian setempat pun telah mengamankan pelaku yang ternyata seorang mantan narapidana. Saat proses investigasi berlangsung, tim menemukan sebuah diary atau catatan milik Mohd Thaqif. Pada diary tersebut dituliskan, "wahai Allah, tolong bukakan hati ibu bapaku untuk membenarkanku bertukar ke sekolah lain kerana aku tidak tahan lagi. Tolong, Allah, buatkan hasratku menjadi kenyataan," tulis pelajar itu.

Dikutip brilio.net dari Utusan Online pada Kamis (27/4), bocah itu akhirnya meninggal dunia pada Rabu (26/4) pukul 14.05 setempat. Kasus ini begitu viral di perbincangkan.