Brilio.net - Dalam situasi darurat, dokter pasti akan bergerak cepat agar nyawa pasien bisa tertolong. Terlambat beberapa menit saja, nyawa pasien bisa melayang. Demikian pula yang dilakukan dokter di sebuah rumah sakit di China ini.

Pada tanggal 11 September, seorang anak laki-laki yang bermarga Li, dibawa ke rumah sakit tersebut setelah kehilangan kesadaran karena emboli paru, penyumbatan pembuluh darah di paru-paru.

dokter © 2017 brilio.net

Di ruang gawat darurat, dokter berhasil menyelamatkan nyawa Li. Namun, bukannya ucapan terima kasih yang ia dapatkan, ayah Li justru meminta ganti rugi kepada si dokter karena telah menggunting pakaian anaknya.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Cuma gara-gara masalah tersebut, sang ayah menuntut agar dokter tersebut membayar 1.500 yuan atau sekitar Rp 3 juta sebagai kompensasi.

dokter © 2017 brilio.net

Pada akhirnya, sang dokter berhasil bernegosiasi dengan ayah Li dan hanya membayar 1.000 yuan (Rp 2 jutaan). Setelah itu, dia mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya bisa mengerti situasi yang dihadapi ayah pasien itu.

"Bagi sebagian orang, 1.000 yuan bukan masalah besar, tapi baginya, itu mungkin sangat berharga," katanya yang dikutip brilio.net dari Shanghaiist, Minggu (24/9).

Kisah itu kini viral di situs media sosial Weibo. Warganet menyebut dokter itu mempunyai hati yang mulia dan menghujat sikap ayah dari pasien tersebut.

"Mungkin, hidupnya bahkan tidak bernilai 1.000 yuan," tulis salah satu pengguna Weibo.

"Bagi sebagian orang, Anda bisa menghidupkan kembali tubuh mereka, tapi bukan hati mereka," komentar yang lain.

(brl/ton)