Brilio.net - Pijat di area kepala dan leher terasa sangat nyaman. Biasanya dipraktikkan di salon-salon usai potong rambut. Meskipun memberikan efek rileks namun ada kemungkinan memberi dampak kerusakan pada persendian di leher.

Seperti dikutip dari ibtimes.co.in, Rabu (20/9), Ajay Kumar (54) mengalami sesak napas setelah mendapatkan pijatan leher di salon. Para pegawai salon memijat dengan memegang dagu dan memiringkan leher tajam ke kiri dan kemudian ke kanan. Hal ini menyebabkan retak leher.

Anand Jaiswal, dokter yang menangani mengungkapkan bahwa diafragma Kumar lumpuh dan kemungkinan memerlukan alat bantu ventilator sepanjang hidupnya karena saraf jarang mengalami regenerasi secara spontan. Retak leher ini merusak saraf frenikalnya yang mengendalikan diafragma berperan dalam pernapasan.

Pijat Leher  © 2017 pixabay.com

Ada pula pria asal Bangalore bernama Babu Reddy menderita stroke setelah mendapatkan pijatan di salon. Pria berusia 40 tahun itu mengaku merasa tidak nyaman, pusing dan tidak bisa berjalan dengan mantap ketika perjalanan pulang. Akibatnya, Babu harus menjalani perawatan berupa penyisipan tabung endotrakea. Dia perlu dimasukkan ke ventilator untuk dilakukan MRI scan.

Loading...

"Beruntung diagnosis dan pengobatannya tepat waktu, sebab jika terlambat maka kondisinya bisa menyebabkan cacat permanen atau bahkan kematian," kata Mahesh Sambasivam yang menanganinya.

"Pijatan leher dan retak leher yang dilakukan tukang cukur setelah pemotongan rambut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sendi leher dan jaringan di sekitarnya, otot atau saraf atau bahkan menyebabkan kelumpuhan diafragma bilateral seperti dalam kasus ini," kata Anand Jaiswal yang merupakan direktur obat pernafasan dan tidur di Medanta Hospital New Delhi.