Brilio.net - Di tengah terik matahari, anak-anak kecil diperbudak untuk mengangkut batu ke dalam karung sementara yang lain memperbaiki rel kereta api dengan palu. Pemandangan ini terlihat di Korea Utara. Mereka dipaksa bekerja keras hingga 10 jam sehari.

Rekaman pelanggaran hak asasi manusia Korea Utara ini ditemukan oleh Daily Mirror, dan mengejutkan dunia.

pekerja anak korut © 2016 brilio.net

Namun ratusan mil jauhnya, di istananya, Kim Jong-un menikmati kehidupan yang mewah dan tidak berpikir apa-apa dari memperbudak anak-anak tak berdosa.

Michael Glendinning, dari Aliansi Hak Asasi Manusia Eropa di Korea Utara, mengatakan, "Rekaman ini adalah dokumentasi mengejutkan dari salah satu pelanggaran terburuk negara Korea Utara," seperti yang dilansir brilio.net dari mirror, Jumat (16/12).

Loading...

pekerja anak korut © 2016 brilio.net

Dalam rekaman yang diambil di daerah timur laut provinsi Ryanggang, tampak yang berusia sekitar delapan tahun mengenakan kaos sepak bola Inggris, diperintahkan untuk memecah batu di tebing.

Ada juga sepasang gadis tengah berjuang untuk mengangkat pecahan batu. Salah satu anak laki-laki terlihat meringis di bawah tekanan pekerjaannya.

Sementara di Provinsi Chagang, di utara negara itu, anak-anak kecil terlihat membentuk rantai sepanjang jalur kereta api. Dengan palu dan kapak, mereka menghancurkan batu karang besar menjadi kerikil yang akan diletakkan di rel kereta api.

Keadaan menyedihkan mereka sangat kontras dengan yang tiran Jong-un. Dengan populasi lebih dari 24 juta, pakar hak asasi manusia memperingatkan bahwa jutaan anak-anak digunakan sebagai tenaga kerja setiap harinya.

pekerja anak korut © 2016 brilio.net

Aktivis mengklaim mereka dari latar belakang keluarga miskin dan belum ke sekolah dalam satu tahun. Anak-anak yang dipekerjakan juga menghadapi pemukulan brutal jika mereka gagal menyelesaikan pekerjaannya.

Organisasi hak asasi manusia telah bereaksi dan menyerukan masyarakat internasional untuk bertindak, "Jutaan anak di Korea Utara dipaksa untuk bekerja yang merampok kebahagian masa kecil mereka."

Dampak dari pekerjaan ini adalah kesehatan fisik dan mental mereka, dan juga mereka tidak mendapatkan pendidikan.

Berikut video lengkapnya,