Brilio.net - Memiliki hunian layak dan nyaman adalah kebutuhan dan impian setiap orang. Namun untuk memiliki hunian atau rumah saat ini memerlukan dana yang cukup besar. Maka untuk bisa membeli rumah yang selayaknya tentu dibutuhkan pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang cukup.

Namun bagi mereka yang belum sanggup membeli rumah sebagai tempat tinggal, masih ada pilihan lain seperti mengontrak rumah atau sekadar menyewa kamar kos. Meski masih tinggal dengan cara kontrak atau sewa, itu semua bisa disyukuri selama tempat itu masih layak untuk ditempati.

Namun, rasanya itu nggak bisa dirasakan oleh kakek malang ini, yang harus menyewa toilet umum untuk menjadi tempat tinggal. Namun kemalangan sang kakek ini nggak hanya sampai di situ saja karena ternyata biaya sewa toilet ini sangat amat mahal.

Kisah pilu kakek malang ini langsung viral, warganet ikut merasakan kepedihan tatkala mengetahui sewa toilet kakek tersebut berbiaya mahal, padahal toilet itu sangat sempit tersebut sangat tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

kakek tinggal di toilet Berbagai sumber

Loading...

foto: World Of Buzz

Dilansir dari World of Buzz, Rabu (30/9) Kakek berusia 60 tahun sudah pensiun dari pekerjaan. Untuk biaya hidup sendiri sang kakek hanya mengandalkan uang pensiunan yang dia miliki. Tak memiliki tempat tinggal membuat sang kakek ini terpaksa harus menyewa toilet untuk dijadikan tempat tinggal.

Sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) yang dikenal sebagai "Tim Layanan Masyarakat Peduli Pemeliharaan Hong Kong" berbagi cerita tentang pria lansia malang itu ketika mereka mengunjunginya di Distrik To Kwa Wan. Semua kegiatan dilakukan di toilet itu baik makan atau tidur.

Harga sewanya sendiri sangat mahal dan tak sebanding dengan kondisi dan fasilitas yang ada. Si kakek harus membayar 1.700 yuan atau sekitar Rp 3,2 juta.

kakek tinggal di toilet Berbagai sumber

foto: World of Buzz

Diketahui pula sang kakek yang tak disebutkan namanya itu sudah lama bercerai dari istrinya. Ia tidak lagi berhubungan dengan keluarganya dan tidak dapat menemukan pekerjaan di hari tuanya. Maka ia terpaksa menjalani sisa hari-harinya di toilet sempit tersebut.

Salah satu sukarelawan yang mengunjungi rumah kakek itu mengatakan bahwa ada papan kayu di salah satu sisi ruangan yang digunakannya untuk jongkok saat ia makan. Pria sebatang kara ini juga akan menggunakan papan kayu itu sebagai tempat tidurnya untuk menutupi lubang di toilet. Itulah caranya agar ia bisa tidur dengan tubuh lurus terlentang. Seorang sukarelawan yang datang bahkan hanya bisa sampai di pintu masuk karena ruangan terlalu sempit.

Tim LSM itu pun diketahui kini sedang berupaya menuntut keadilan bagi masyarakat miskin termasuk sang kakek. Mereka menuntut soal beban biaya uang sewa yang mahal meski tempatnya jauh dari kata layak, dikutip dari World of Buzz.