Brilio.net - Pukul sembilan malam seringkali menjadi waktu yang krusial di dapur. Saat anggota keluarga lain sudah terlelap atau bersantai, pandangan mata justru tertuju pada sisa nasi yang masih mendekam di dalam panci pemanas. Kondisinya mungkin sudah tidak lagi pulen, sedikit lembap, namun ada rasa sayang yang luar biasa jika harus membuangnya ke tempat sampah. Akhirnya, meskipun perut sudah terasa penuh, mulut dipaksa mengunyah demi alasan "eman-eman" atau tidak mau membuang rezeki.
Fenomena ini seolah menjadi ritual tidak tertulis bagi banyak perempuan yang mengelola rumah tangga. Menjadi "tong sampah" terakhir bagi sisa makanan anak atau suami dianggap sebagai bentuk pengabdian. Padahal, di balik piring yang bersih dari sisa itu, ada harga diri yang pelan-pelan terkikis karena menganggap diri sendiri tidak layak mendapatkan makanan yang baru dan segar.
Mengapa Berhenti Menjadi "Tim Penghabis" Itu Penting?
Self-care Ibu Rumah Tangga
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Banyak yang berargumen bahwa membuang makanan adalah dosa atau pemborosan. Namun, memaksakan sisa makanan ke dalam tubuh saat sudah kenyang juga bukan bentuk rasa syukur.
Menganggap diri sebagai tempat penampungan terakhir sisa makanan adalah sinyal bawah sadar bahwa kebutuhanmu berada di urutan paling bawah. Jika terus dibiarkan, pola pikir ini akan merembet ke aspek kehidupan lain, di mana kamu akan selalu mengalah hingga kehilangan jati diri.
Langkah Nyata Menghargai Diri sebagai Ibu Rumah Tangga
Menghargai diri bukan berarti harus belanja barang mewah setiap minggu. Itu bisa dimulai dari keputusan-keputusan kecil di dapur. Berikut adalah langkah yang bisa kamu terapkan:
1. Atur Porsi Masak dengan Presisi
Mulailah mengobservasi pola makan keluarga. Jika nasi selalu sisa di jam sembilan malam, kurangi takaran beras sejak pagi. Mencegah sisa jauh lebih baik daripada harus berhadapan dengan dilema menghabiskannya sendirian.
2. Prioritaskan Kualitas Makananmu
Cobalah untuk makan bersama keluarga dengan menu yang sama hangatnya. Jangan menunggu semua orang selesai baru kamu makan sisanya. Kamu berhak atas ikan yang utuh, bukan sekadar kepala atau ekor yang tidak mau dimakan orang lain.
3. Edukasi Anggota Keluarga
Ajarkan anak dan pasangan untuk mengambil porsi yang sanggup mereka habiskan. Dengan begitu, tanggung jawab menghabiskan makanan berada di piring masing-masing, bukan dibebankan kepadamu di akhir hari.
Nah, untuk menguatkan diri menjadi seorang ibu rumah tangga dan tetap menghargai diri sendiri, berikut brilio.net sajikan 30 kata-kata motivasi self-love untuk ibu rumah tangga.
30 Kata-Kata Motivasi Menghargai Diri Sendiri
1. Kamu adalah pilar rumah tangga, pastikan pilar itu tetap kokoh dengan perawatan diri yang cukup.
2. Keberadaanmu di rumah bukan untuk menjadi pelayan, tapi untuk menjadi ratu yang mengelola kenyamanan.
3. Jangan biarkan sisa makanan menjadi standar nutrisimu; kamu layak mendapatkan yang segar dan utuh.
4. Lelahmu adalah bukti perjuangan, jangan ditambah dengan beban rasa bersalah yang tidak perlu.
5. Tubuhmu bukan tempat sampah; perlakukan ia dengan hormat dan kasih sayang.
6. Menghargai diri sendiri adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan mental keluarga.
7. Kamu berhak duduk tenang dan menikmati makanan hangat tanpa gangguan.
8. Pekerjaan rumah tidak akan pernah selesai, tapi waktu untuk mencintai diri sendiri bisa habis jika tidak disisihkan.
9. Jangan membandingkan piringmu dengan piring orang lain; fokuslah pada apa yang membuat jiwamu kenyang.
10. Menjadi ibu rumah tangga adalah profesi mulia, jangan rendahkan dirimu dengan pikiran "hanya di rumah".
11. Sayangi dirimu sebesar kamu menyayangi anak dan pasanganmu.
12. Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk menjadi berharga.
13. Berhenti mengonsumsi sisa makanan jika itu membuatmu merasa tidak berarti.
14. Kebahagiaan rumah bermula dari senyum tulus ibunya yang merasa dihargai.
15. Hakmu untuk merasa lelah dan butuh jeda adalah valid dan tidak bisa diganggu gugat.
16. Pilihlah dirimu sendiri sesekali; itu bukan egois, itu adalah kewarasan.
17. Standar kecantikanmu tidak ditentukan oleh seberapa bersih lantai rumahmu.
18. Kamu adalah manusia, bukan mesin penghabis tugas dan makanan.
19. Berikan dirimu apresiasi atas hal-hal kecil yang berhasil kamu selesaikan hari ini.
20. Duniamu mungkin di dalam rumah, tapi dampakmu menjangkau masa depan anak-anakmu.
21. Jangan biarkan rutinitas membunuh percikan kreativitas dan jati dirimu.
22. Kamu berhak atas hobi dan kesenangan yang tidak ada hubungannya dengan urusan dapur.
23. Katakan tidak pada hal-hal yang menguras energimu tanpa memberi nilai balik pada jiwamu.
24. Kesehatanmu adalah aset terpenting keluarga; jangan abaikan demi penghematan yang keliru.
25. Kamu layak mendapatkan waktu tenang meski hanya sepuluh menit sehari.
26. Keikhlasan tidak berarti membiarkan dirimu terabaikan.
27. Suaramu penting, keinginanmu berharga, dan kehadiranmu adalah berkah.
28. Belajarlah untuk melepaskan standar kesempurnaan yang diciptakan orang lain.
29. Rawatlah dirimu seolah kamu sedang merawat orang yang paling kamu cintai di dunia.
30. Hari ini, pilihlah untuk menjadi sahabat terbaik bagi dirimu sendiri.
FAQ Self-Love Ibu Rumah Tangga
1. Bagaimana cara mengatasi rasa bersalah saat membuang sisa makanan yang memang tidak habis?
Ubahlah sisa makanan menjadi sesuatu yang bermanfaat secara ekologis, seperti kompos untuk tanaman. Dengan begitu, kamu tidak membuang rezeki, melainkan mengembalikannya ke alam tanpa harus mengorbankan kesehatan perutmu.
2. Apa yang harus dilakukan jika pasangan tidak peka terhadap kelelahan IRT?
Komunikasi adalah kunci. Sampaikan secara spesifik bantuan apa yang kamu butuhkan, misalnya meminta pasangan untuk mencuci piring atau menjaga anak saat kamu makan dengan tenang. Jangan menunggu mereka "peka" tanpa penjelasan.
3. Bagaimana cara membangun rasa percaya diri bagi IRT yang tidak memiliki penghasilan sendiri?
Ingatlah bahwa nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh nominal uang. Hitunglah nilai jasa profesional jika tugas-tugasmu (koki, pengasuh, manajer kebersihan, akuntan) diuangkan. Kamu akan menyadari betapa besarnya kontribusi finansial tidak langsungmu bagi keluarga.
4. Apakah self-care bagi ibu rumah tangga harus selalu mengeluarkan uang?
Sama sekali tidak. Self-care bisa sesederhana mandi air hangat lebih lama, membaca buku favorit saat anak tidur, atau sekadar menikmati teh tanpa gangguan ponsel. Intinya adalah koneksi kembali dengan diri sendiri.
5. Bagaimana cara mengedukasi anak agar menghargai ibunya sebagai individu, bukan sekadar "penyedia"?
Tunjukkan dengan tindakan. Biarkan anak melihat ibunya memiliki hobi, istirahat, dan makan dengan layak. Saat anak melihat ibunya menghargai diri sendiri, mereka akan belajar melakukan hal yang sama kepadamu.
Recommended By Editor
- Ibu rumah tangga bisa punya JHT? Simak syarat daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU terbaru
- Kena julid gegara lulusan hukum PTN top tapi jadi IRT, wanita ini balas dengan pamer prestasi
- Dijatah bulanan Rp2 juta, sisa cuma Rp550 ribu, curhatan emak-emak anak dua ini bikin ngelus dada
- Lulusan S2 top university pilih jadi ibu rumah tangga, buktikan sukses tak melulu soal karier
- Wanita ini bikin heboh usai cari istri baru untuk suaminya, janjikan bimbingan menuju surga

































