Brilio.net - Sebuah kabar duka datang dari Singapura. Dua turis asal Indonesia, yang merupakan pasangan ibu dan anak, menjadi korban kecelakaan lalu lintas pada Jumat, 6 Februari 2026. Peristiwa tragis yang terjadi di kawasan Chinatown ini merenggut nyawa seorang bocah perempuan berusia enam tahun, sementara sang ibu mengalami luka-luka serius.
Insiden memilukan ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Nguyen Thi Hanh. Kecelakaan bermula di sebuah area parkir yang terletak persis di samping Kuil Relik Gigi Buddha.
Dalam potongan gambar yang beredar, suasana di lokasi tampak sangat emosional. Seorang pria, yang diyakini sebagai ayah korban, terlihat memeluk erat anaknya sambil menangis histeris di dekat bercak darah.
Bocah WNI 6 tahun tewas ditabrak di Singapura
foto: Facebook/Nguyen Thi Hanh
Tak jauh dari sana, sang ibu tergeletak tidak sadarkan diri di permukaan jalan. Di sisi lain, sang pengemudi mobil—seorang wanita—tampak sangat panik. Sejumlah pejalan kaki, termasuk seorang tenaga medis berpakaian bedah, segera berkerumun mencoba memberikan pertolongan pertama.
Dalam rekaman video lainnya, tim paramedis terlihat sedang berupaya melakukan resusitasi jantung paru (RJP) pada gadis kecil tersebut. Mengutip pemberitahuan dari Asia One, Senin (9/2/2026), Nguyen yang merupakan saksi mata di lokasi kejadian memberikan kesaksiannya:
Bocah WNI 6 tahun tewas ditabrak di Singapura
foto: Facebook/Nguyen Thi Hanh
"Seorang wanita sedang mengemudi keluar dari tempat parkir. Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya; dia hanya melihat ke kiri ketika berbelok ke kanan,” katanya, dikutip brilio.net dari Liputan6 dan status Facebook Nguyen Thi Hanh.
Nguyen menceritakan detik-detik mengerikan tersebut melalui unggahannya.
"Kemudian, roda depannya melindas perut gadis kecil itu, lalu melindas kaki ibunya, dan kemudian wanita itu mempercepat laju kendaraannya, menyebabkan roda belakang melindas perut ibunya."
Pengemudi Ditahan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Bocah WNI 6 tahun tewas ditabrak di Singapura
foto: Facebook/Nguyen Thi Hanh
Nguyen menambahkan, saat kejadian sang ayah sedang tidak berada persis di samping mereka; hanya ada ibu dan sang anak, sementara Nguyen berjalan di belakang keduanya. Sang ayah baru tiba di lokasi sekitar dua menit setelah kejadian. Saat pengemudi keluar dari mobil, ia sempat mencoba membela diri.
Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi laporan kecelakaan di South Bridge Road sekitar pukul 11.50 pagi. Mereka menyatakan bahwa kedua korban, perempuan berusia 6 dan 31 tahun, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar. Namun nahas, gadis berusia enam tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) mengonfirmasi bahwa korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Singapura. Akibat kejadian ini, pengemudi wanita berusia 38 tahun ditangkap atas tuduhan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar hingga menyebabkan kematian.
Penyesalan Sang Penabrak
Berdasarkan laporan Shin Min Daily News, pengemudi tersebut terlihat sangat terpukul saat polisi melakukan olah TKP. Ia tampak terus memegang kepala dan tertunduk penuh penyesalan. Suaminya bercerita bahwa istrinya saat itu sedang dalam perjalanan untuk menjemput anak mereka.
"Ketika saya mengangkat teleponnya, dia terus menangis. Dia juga khawatir tentang kondisi para korban," ujarnya.
Sang suami menambahkan bahwa istrinya sudah berpengalaman mengemudi selama 10 tahun dan langsung turun membantu setelah insiden terjadi.
"Dia benar-benar menyesal dan merasa bersalah," pungkasnya.
Dukungan untuk Keluarga Korban
Menurut laporan Lianhe Zaobao pada Sabtu (7/2/2026), sang ibu hingga kini masih menjalani perawatan intensif akibat luka berat. Diketahui saat kejadian, sang ayah sebenarnya sedang berjalan di depan sambil mendorong kereta bayi yang berisi anak mereka yang berusia dua tahun.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura pun langsung bergerak cepat. Juru bicara KBRI menyebutkan bahwa perwakilan kedutaan sudah mengunjungi ayah korban di Rumah Sakit Umum Singapura sejak malam kejadian.
"Personel kedutaan telah bertemu dengan ayah gadis itu dan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga," kata juru bicara tersebut.
Beberapa kerabat dari Indonesia dilaporkan telah terbang ke Singapura untuk menemani keluarga yang tengah berduka ini.
Recommended By Editor
- Penjelasan istri polisi relakan Fortuner ringsek menahan truk mundur demi selamatkan pengendara lain
- Aksi heroik istri polisi korbankan Fortuner demi tahan truk mundur karena patah as roda
- Fakta baru kecelakaan Gary Iskak, diduga tak pakai helm dan tabrak pohon
- Ingat kasus pengemudi BMW tabrak mahasiswa UGM hingga tewas? Terdakwa dituntut 2 tahun, akui lalai
- Profil Cantika Davinca, pedangdut muda yang terlibat kecelakaan tragis di Magetan



































