Brilio.net - Buaya merupakan hewan reptil yang hidup di berbagai habitat air tawar seperti sungai, danau, maupun rawa-rawa. Ia sejatinya adalah hewan pemangsa dan pemakan daging yang bisa sangat berbahaya. Meski berbahaya, itu tak lantas membuat semua orang berhak menyakiti hewan yang satu ini. Apalagi jika mengetahui buaya tersebut sedang kesakitan, manusia tentu perlu menolongnya.

Seperti seekor buaya berkalung ban di Palu yang baru-baru ini jadi sorotan. Buaya sepanjang 6 meter ini ditemukan di Sungai Palu dengan kondisi kepala yang terlilit oleh ban. Buaya tersebut pun akhirnya menjadi pusat perhatian masyarakat termasuk juga pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk diselamatkan.

Menengok ke belakang, buaya berkalung ban ini ditemui sejak 2016 lalu. Pada tahun 2020, upaya massif dilakukan untuk membebaskan buaya itu. Mulai dari menggelar sayembara hingga mendatangkan pakar buaya dari Australia, Matt Wright. Namun, hasilnya nihil.

Dua tahun berselang, buaya ini sukses lepas dari jeratan ban. Proses penyelamatan buaya berkalung ban itu cukup dramatis, Senin (7/2). Disaksikan banyak warga setempat, buaya tersebut ditangkap dan diselamatkan dari jerat ban sebelum akhirnya dikembalikan ke habitatnya.

Lantas seperti apa kronologi penyelamatan buaya berkalung ban dari Palu tersebut? Simak ulasan lengkapnya yang brilio.net himpun dari berbagai sumber, pada Selasa (8/2).

1. Penyelamatan dilakukan mandiri oleh warga bernama Hili

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Instagram/@memomedsos

Seorang pria bernama Hili menjadi sosok penting dalam penyelamatan buaya berkalung ban ini. Pria berusia 35 tahun itu berhasil mengevakuasi buaya dari Sungai Palu, Jembatan II, Kecamatan Palu Selatan, pada Senin (7/2) malam hari. Evakuasi ini dilakukan secara mandiri oleh pria asal Kota Palu tersebut.

"Saya sudah siapkan penangkapan buaya ini beberapa minggu," kata Hili dikutip dari Antaranews.com, Selasa (8/2).

2. Ditangkap dengan menggunakan jerat

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Liputan6.com/Heri Susanto

Buaya yang telah terjerat ban karet dari 2016 itu ditangkap menggunakan sistem jerat. Peralatan seperti tali, bambu, dan umpan dipersiapkan untuk menangkap buaya berukuran cukup besar itu.

3. Upaya penyelamatan dari pukul 15.00 WITA hingga 22.00 WITA

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Instagram/@memomedsos

Penyelamatan buaya berkalung ban ini dimulai pada Senin (7/2) pukul 15.00 WITA. Proses pengangkatan dari sungai dibutuhkan kurang lebih 3 jam setengah jam. Upaya evakuasi itu pun baru selesai sekitar 18.30 WITA.

Hili disaksikan banyak warga sekitar mulai melepas jerat ban tersebut dari si buaya. Hingga pukul 22.00 WITA petugas berwenang akhirnya bisa melepaskan buaya untuk kembali ke sungai.

4. Gunakan ayam sebagai umpan

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Twitter/@mattwright

Untuk memancing buaya naik dari sungai, Hili sengaja memberikan umpan berupa seekor ayam agar sang buaya mendekat. Menurut pengakuannya, ini sudah mencoba tiga kali mengevakuasi buaya tersebut, sayangnya selalu gagal.

"Sudah tiga kali buaya ban ini lolos dari jeratku. Beruntung hari ini berhasil," ujar dia.

5. Usai muncul, buaya diangkat oleh 50 warga

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Instagram/@memomedsos

Menurut informasi yang beredar, panjang buaya tersebut yakni sekitar 6 meter. Selain itu dari video yang beredar di media sosial, buaya tersebut cukup besar untuk diangkat beberapa orang saja. Akhirnya sebanyak 50 warga ikut mengangkat buaya berkalung ban ini.

"Setelah naik buayanya ada puluhan warga yang pegang buayanya supaya tidak mengamuk. Sekitar 50 warga tadi yang bantu saya naikkan buayanya dan diikat. Memang buayanya menunggu suasana sepi baru dia mau makan umpannya," ucap Hili.

6. Ban kemudian digergaji

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Instagram/@memomedsos

Buaya terlebih dahulu diikat menggunakan tali tambang dan kain untuk menutup matanya. Setelahnya, Hili baru memotong ban motor yang menjerat satwa itu menggunakan gergaji besi.

7. Usai bebas dari jerat ban, buaya diserahkan ke BKSDA

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Liputan6.com/Heri Susanto

Usai ban tersebut terlepas dari buaya, satwa liar ini diserahkan kepada petugas Pemadam Kebakaran Kota Palu serta Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Sulteng untuk dilepaskan kembali ke asalnya.

8. Buaya dilepasliarkan di Sungai Palu

kronologi penyelamatan buaya berkalung ban © berbagai sumber

foto: Instagram/@memomedsos

Buaya berkalung ban ini sebenarnya sudah menjadi pusat perhatian sejak tahun 2016. Saat itu banyak warga yang memperhatikan reptil ini dan berupaya untuk mengevakuasinya. Namun upaya itu terus gagal hingga akhirnya berhasil di tahun 2022. Buaya tersebut pun kembali ke Sungai Palu dalam keadaan selamat.

(brl/lea)

(brl/lea)