Brilio.net - Sudah terhitung sepekan, pakar satwa buaya asal Australia, Matt Wright berusaha membebaskan buaya berkalung ban. Namun segala usahanya masih belum menuai hasil. Bahkan pada aksi yang terakhir ini, Matt Wright sempat kejar-kejaran dengan buaya berkalung ban pada Minggu (16/2). 

Seperti diketahui buaya berkalung ban di Sungai Palu menjadi topik yang cukup menyita perhatian. Buaya ini terjerat ban bekas sejak 2016 lalu. Sejak itu pula, sudah banyak cara dilakukan untuk membebaskan ban yang ada di lehernya.

Sayang usaha itu belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya Matt Wright bersama petugas Balai Konservasi Sumberdaya alam (BKSDA) Sulteng dan NTT ikut terlibat untuk menyelamatkan buaya malang tersebut.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com, usaha melepaskan ban di leher sang buaya bukanlah perkara mudah. Matt Wright yang berpengalaman menjinakkan buaya dibuat kewalahan menangani buaya berkalung ban satu ini. Bersama petugas Balai Konservasi Sumberdaya alam (BKSDA) Sulteng dan NTT, serta Polairud di muara sungai usaha itu belum juga berhasil pada Minggu (16/2). 

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Perburuan kali ini berbeda dari biasa, dini hari tadi Matt Wright sempat kejar-kejaran dengan buaya targetnya hingga ke Teluk Palu. Di muara Sungai Palu pada Minggu (16/2), sejak pukul 02.30 Wita, Matt Wright dan Oktavianus Sene, nyaris berhasil menangkap buaya berkalung ban dengan menggunakan tombak harpun yang dipasangi tali dan jirigen sebagai penanda hewan buas tersebut.

Alat tangkapan sudah melekat di badan sang buaya kemudian Matt dan tim lalu mengikuti penanda yang mengapung di permukaan yang masuk ke perairan Teluk Palu dengan perahu karet. Setelah lebih dari satu jam kejar-kejaran, jirigen penanda yang tersambung ke harpun terlepas.

Tim gabungan dan Matt pun kehilangan jejak si buaya. Padahal beberapa kali mereka berupaya menarik buaya itu melalui tali yang tersambung dengan harpun. Sebelumnya Okto dan Matt telah mengendap untuk mendekati target mereka ketika air surut.

Di tepi muara, Matt Wright menuturkan, harpun yang menyangkut di pukat nelayan membuatnya terlepas lantaran kekuatan yang dimiliki oleh buaya berkalung ban tersebut. Matt bahkan menunjukkan ujung harpun miliknya yang bengkok karena kekuatan buaya muara itu.

"Kami hampir berhasil, harpun telah menancap di tubuh buaya itu. Tapi tersangkut dan ditarik dengan kuat oleh buaya sementara harpun tersangkut pukat," cerita Matt, Minggu (16/2) dini hari.

Mengenai upaya menangkap selanjutnya, Matt mengaku akan menggunakan segala cara agar misinya berhasil sebelum izin yang dikantonginya berakhir. "Harpun tetap akan kami gunakan, juga cara-cara lainnya. Kami sudah tau perilaku buaya ini," kata Matt.

Aksi Matt dan petugas gabungan berakhir sekitar pukul 04.30 Wita. Pantauan Liputan6.com, tim Satgas Penyelamatan buaya kembali memasang umpan ayam di delta yang kerap menjadi lokasi munculnya buaya berkalung ban.

Operasi sendiri digelar dini hari lantaran suasana yang tenang. Matt menyebut hingga saat ini upaya yang dilakukannya bersama BKSDA Sulteng dan Polairud mendekati keberhasilan untuk menangkap dan menyelamatkan buaya berkalung ban tersebut. "Sedikit lagi, kali ini kami hanya kurang beruntung," kata Matt dengan nada optimis. 

(brl/red)