Brilio.net - Ada momen ketika persiapan menghadiri sebuah acara harus langsung ditinggalkan karena ada pasien yang membutuhkan pertolongan. Hal itu dialami Bidan Syifa Mansur di Aceh Utara saat dirinya sudah rapi mengenakan seragam Bhayangkari, tetapi seorang pasien justru datang dalam kondisi kesakitan dan sudah mengedan.
Yang membuat situasinya semakin menegangkan, usia kehamilan pasien tersebut baru memasuki tujuh bulan. Syifa pun langsung memberikan penanganan awal hingga persalinan berlangsung dan bayi lahir dalam kondisi prematur serta berat badan lahir rendah (BBLR).
Sudah siap menghadiri kegiatan Bhayangkari
Bidan Bhayangkari bantu persalinan
© 2026/TikTok/@asyifa_mansur
Sebelum kejadian tersebut, Syifa sebenarnya sedang bersiap untuk menghadiri kegiatan Bhayangkari. Ia bahkan menjadi salah satu panitia sehingga harus datang lebih awal dibandingkan anggota lainnya. Namun, rencana itu berubah ketika seorang pasien datang dalam kondisi sudah kesakitan dan mengedan.
Dalam keterangannya, Syifa menjelaskan bahwa usia kehamilan pasien baru tujuh bulan. Kondisi tersebut membuat penanganan harus segera dilakukan.
"Pasien datang dlm kondisi kesakitan & mengedan, FYI usia kehamilan masih 7 bln," tulis Syifa dalam caption video unggahannya, Minggu (6/9/2026), dilansir brilio.net dari TikTok @asyifa_mansur, Selasa (8/9/2026).
Karena persalinan sudah berlangsung, Syifa kemudian melakukan penanganan awal pada persalinan normal tersebut. Ia pun harus membagi fokus di tengah persiapan kegiatan yang sebenarnya sudah dilakukan sejak sebelumnya.
Persalinan terjadi secara mendadak
Bidan Bhayangkari bantu persalinan
© 2026 /TikTok/@asyifa_mansur
Situasi menjadi semakin menegangkan karena persalinan datang secara tiba-tiba. Bayi yang dilahirkan kemudian disebut Syifa lahir dalam kondisi prematur dengan berat badan lahir rendah.
Bagi Syifa, kepanikan bukan hanya karena persalinan terjadi secara mendadak. Ia juga sedang berada dalam posisi sebagai salah satu panitia kegiatan yang seharusnya datang lebih awal.
"Situasi paniknya yg pertama karena saya salah satu panitia kegiatan hari ini yg harus datang lebih awal drpd anggota lainnya," ungkapnya dalam caption yang sama.
Setelah persalinan berlangsung, pasien dan bayi kemudian dibawa ke rumah sakit. Dalam video yang beredar, Syifa terlihat masih mengenakan seragam Bhayangkari ketika bergerak mendampingi proses tersebut.
Perpindahan suasana yang begitu cepat inilah yang membuat video tersebut terasa cukup emosional. Beberapa saat sebelumnya ia tengah mempersiapkan diri untuk sebuah kegiatan, tetapi kemudian harus fokus pada pasien yang membutuhkan pertolongan.
Keluarga ikut panik dan emosional
Ada alasan lain yang membuat situasi tersebut terasa semakin emosional. Syifa mengungkapkan bahwa bayi tersebut merupakan buah hati yang sudah lama dinantikan oleh keluarganya.
Ia menyebut keluarga pasien sebagai "pejuang GARIS II". Dalam konteks unggahannya, istilah tersebut berkaitan dengan perjuangan keluarga yang telah lama menantikan kehadiran sang buah hati.
"Semua persiapan dilakukan dgn tiba2 serta situasi emosional dr seluruh anggota keluarga dikarnakan bayi ini adalah menantian panjang dr pejuang GARIS II," tulis Syifa.
Kondisi itu membuat momen kelahiran tersebut bukan sekadar persalinan yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Keluarga juga harus menghadapi situasi penuh ketegangan karena bayi lahir ketika usia kehamilan baru memasuki tujuh bulan.
Syifa kemudian menyampaikan doa untuk ibu dan bayi tersebut.
"Sehat dan kuat ya bayii & ibunya," tulisnya.
Seragam Bhayangkari masih melekat saat membantu pasien
Bidan Bhayangkari bantu persalinan
© 2026/TikTok/@asyifa_mansur
Hal yang paling menarik perhatian dari video tersebut adalah penampilan Syifa yang masih mengenakan seragam Bhayangkari ketika memberikan pertolongan.
Seragam yang awalnya dipakai untuk menghadiri kegiatan justru menjadi bagian dari momen ketika dirinya harus menjalankan profesinya sebagai bidan.
Bukan berarti ia sedang menjalankan dua kegiatan sekaligus. Saat pasien datang dalam kondisi kesakitan dan sudah mengedan, prioritasnya berubah dan penanganan pasien dilakukan terlebih dahulu.
Bidan Bhayangkari bantu persalinan
© 2026/TikTok/@asyifa_mansur
Dalam video yang Syifa unggahan, memperlihatkan suasana ketika ia bergerak cepat dari tempat praktik hingga pasien (bayi) dibawa ke rumah sakit. Sesampainya di RS Zahra Lhoksukon, bayi dalam gendongan Syifa langsung dibawa ke ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit, ruang perawatan intensif di rumah sakit yang dikhususkan untuk bayi baru lahir). Syifa pun berterima kasih atas kerjasama staf rumah sakit.
“Kita rujuk ke Rs terdekat. Terimakasih respon cepat dan kerjasamanya Staf Rs Zahra Lhoksukan,” tulis Syifa dalam videonya.
Bidan Bhayangkari bantu persalinan
© 2026/TikTok/@asyifa_mansur
Unggahan Syifa pun mendapat banyak respons dari warganet. Banyak yang salut terhadap aksi tanggap Syifa sebagai bidan yang tetap mengutamakan pasien. Ada pula yang terharu dengan perjuangan Syifa sebagai tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas. Sementara warganet lainnya turut berbagi cerita perjuangan saat melahirkan sang anak yang prematur dan BBLR.
Recommended By Editor
- Aksi anak muda renovasi musala kumuh berusia 27 tahun ini bikin salut, ini 9 potret hasilnya
- Sikap petugas perempuan tangani kakek-kakek nggak mau turun dari bus khusus wanita ini tuai sorotan
- Aksi Reza Arap tolong korban kecelakaan tunggal, diam-diam tanggung semua biaya rumah sakit
- Viral suporter Timnas Indonesia bersihkan sampah di GBK, ternyata terinspirasi suporter Jepang
- Viral aksi kompak anak SMA borong dagangan adik kelas untuk bantu orang tua, bikin netizen respek






