Brilio.net - Febiola Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami rangkaian gangguan kesehatan setelah kejadian yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan pada 13 Agustus 2026. Ia sempat mengalami kejang berulang hingga tidak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah kasus dugaan keracunan massal makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa di Kabupaten Karo. Sedikitnya 265 siswa dari tiga sekolah tingkat SMA/SMK, yakni SMAN 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama, mengalami gejala setelah menyantap MBG. Siswa dari dua sekolah SMP juga dilaporkan mengalami kejadian serupa. Para siswa kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Febiola merupakan salah satu siswa SMK Swasta Bersama yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Laporan media menyebut sebanyak 38 siswa dari sekolah itu mengalami keracunan. Saat kejadian, sejumlah siswa mengalami gejala seperti mulut dan kulit gatal hingga sesak. Dugaan sementara saat itu mengarah pada menu gulai ikan dencis, meski penyebab tersebut masih berupa dugaan awal.

Setelah kejadian tersebut, kondisi Febiola kemudian berkembang dengan gejala yang lebih berat. Sang ibu, Elvinus Lusiana Sitanggang, menceritakan Febiola sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum mengalami kejang berulang dan perubahan pada kemampuan mengingat serta berbicaranya.

Keluhan muncul sepulang sekolah

Rangkaian kejadian bermula pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sepulang sekolah, Febiola disebut mengeluhkan pusing dan rasa gatal di seluruh tubuh, seperti dilansir brilio.net dari Liputan6.com, Selasa (8/9/2026).

Tidak lama kemudian, ia tertidur. Namun, kondisi kembali membuat keluarga khawatir ketika sang ibu memberikan susu kepada Febiola dan ia langsung muntah.

Keluarga kemudian membawa Febiola ke sebuah rumah sakit di Kabanjahe. Selama tiga hari menjalani perawatan, kondisinya sempat terlihat membaik hingga akhirnya diperbolehkan pulang.

Keluarga pun berharap kondisi tersebut menjadi akhir dari masalah kesehatan yang dialaminya. Namun, keadaan justru kembali berubah setelah Febiola berada di rumah.

Sehari setelah pulang, Febiola mengalami kejang berulang

Sehari setelah kembali dari rumah sakit, Febiola tiba-tiba mengalami kejang. Kejadian itu tidak hanya berlangsung sekali, tetapi berulang dalam rentang waktu tertentu.

Kondisinya bahkan sempat membuat Febiola tidak sadarkan diri selama kurang lebih 30 menit.

Elvinus Lusiana Sitanggang, ibunda Febiola, menceritakan bagaimana kejang tersebut terjadi secara berturut-turut.

"Selama kejang kira-kira 10 menit, terus kejang lagi. Bersambung-sambung dia,” ujar sang ibu di RS Adam Malik, Senin (7/9/2026) lalu, saat mengisahkan ulang kronologi yang dialami sang putri.

Setelah kejadian itu, Febiola kembali dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan sebelum kemudian mendapat penanganan di RS Adam Malik.

Kondisinya berubah, mulai sulit mengingat orang terdekat

Keluarga kemudian menghadapi perubahan lain yang dirasakan cukup berat. Febiola mengalami gangguan ingatan sehingga tidak selalu mengenali orang-orang yang sebelumnya dekat dengannya.

Salah satu kejadian yang membuat keluarga sedih terjadi ketika bibinya datang menjenguk. Febiola justru menanyakan siapa perempuan yang datang tersebut.

Perubahan juga terlihat dari cara Febiola berbicara. Menurut sang ibu, gaya bicaranya berubah dan terdengar seperti anak-anak.

Hal itu terasa kontras dengan sosok Febiola sebelum mengalami rangkaian masalah kesehatan tersebut.

Ia dikenal sebagai siswi yang kerap meraih juara pertama di kelas. Febiola juga dipercaya menjadi wakil ketua OSIS di sekolahnya.

"Di situlah dia mulai, omongannya sudah seperti anak-anak. Padahal anak saya ini sering juara 1 di sekolah. Dia juga wakil ketua OSIS," tutur Elvinus.

Bagi keluarga, perubahan tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah diterima. Sosok remaja yang sebelumnya aktif dalam kegiatan sekolah kini harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Keluarga masih menunggu kepastian soal gangguan ingatan

Hampir satu bulan setelah kejadian awal, keluarga Febiola masih menantikan hasil pemeriksaan medis yang lebih menyeluruh. Penyebab gangguan ingatan Febiola belum dipastikan secara medis meski yang ia alami merupakan bagian dari rangkaian kejadian dugaan keracunan makanan.

Untuk gangguan bicara, Elvinus menyampaikan keterangan yang diterimanya dari psikiater. Menurut informasi tersebut, kondisi lidah yang tertarik ke dalam disebut berkaitan dengan kesulitan berbicara yang dialami Febiola.

"Kalau kata psikiater soal sulit berbicara lidahnya tertarik ke dalam. Kalau soal ingatannya kami masih menunggu hasil," ujar Elvinus.

Ia berharap putrinya mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga kondisinya dapat membaik dan keluarga tidak harus terus-menerus kembali ke rumah sakit.

Pemeriksaan kini berfokus pada neurologi anak dan psikiatri

Kondisi Febiola juga mendapat pemantauan dari RS Adam Malik. Humas rumah sakit, Rosario Dorothy Simanjuntak, menjelaskan bahwa Febiola telah menjalani rawat jalan sejak 31 Agustus 2026.

Pemeriksaan masih dilakukan untuk melihat perkembangan kondisinya. Menurut Dorothy, fokus pemeriksaan saat ini berada pada bidang neurologi anak dan psikiatri.

"Ini adalah yang kedua. Untuk sekarang fokusnya pada pemeriksaan neurologi anak dan psikiatri," ungkap Dorothy seperti diberitakan Liputan6.com.

Dengan pemeriksaan tersebut, keluarga masih menunggu hasil yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi Febiola.

FAQ

1. Siapa Febiola Purba?

Febiola Purba adalah siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ia dikenal berprestasi dan menjabat sebagai wakil ketua OSIS.

2. Apa yang terjadi pada Febiola Purba?

Febiola mengalami rangkaian gangguan kesehatan setelah kejadian yang diduga berkaitan dengan keracunan pada 13 Agustus 2026. Ia sempat mengalami kejang berulang hingga tidak sadarkan diri, kemudian mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara.

3. Apakah gangguan ingatan Febiola sudah diketahui penyebabnya?

Belum. Keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis, sementara RS Adam Malik melakukan pemantauan dengan fokus pada neurologi anak dan psikiatri.