Brilio.net - Ada satu hal yang ternyata tidak terlalu dikuasai Denada meski selama ini dikenal aktif sebagai penyanyi sekaligus instruktur senam. Belakangan, Denada justru ramai diperbincangkan lewat konten memasak yang memperlihatkan dirinya cukup lambat saat menyiapkan bahan di dapur.

Alih-alih malu, Denada malah blak-blakan mengakui bahwa memasak memang bukan keahliannya. Bahkan soal rasa, pelantun yang dikenal jago nge-rap itu mengaku sudah sampai pada tahap “hopeless”.

Konten masak Denada bikin warganet penasaran

Denada masak © 2026

Denada masak
© 2026 /Instagram/@denadaindonesia

Konten memasak Denada belakangan berseliweran di media sosial. Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah gerakannya ketika memotong sayuran yang terlihat begitu pelan.

Namun, ternyata ada alasan lain mengapa aktivitas tersebut tetap ia lakukan. Denada justru merasa kegiatan sederhana seperti memotong sayur dan menyiapkan bahan makanan memberikan efek menenangkan.

Denada mengaku kegiatan tersebut terasa seperti terapi untuk melatih kesabaran.

“Aku baru menyadari kalau kegiatan memotong sayur dan menyiapkan bahan masakan itu sangat terapeutik. Meskipun lambat, itu sangat melatih kesabaranku,” ujar ibu dua anak itu saat di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini, dilansir dari KapanLagi.com, Selasa (8/9/2026)

Sejak dulu, memasak memang bukan passion Denada

Denada masak © 2026

Denada masak
© 2026 /Instagram/@denadaindonesia

Pengakuan soal kemampuan memasak ternyata bukan sesuatu yang baru bagi Denada. Ia mengaku sudah sejak lama merasa tidak terlalu berbakat mengolah makanan.

Bahkan ketika masih berumah tangga dengan Jerry Aurum, urusan memasak lebih banyak dilakukan oleh sang mantan suami.

“Memang pada aslinya aku nggak bakat masak. Itu bukan passion-ku,” katanya.

Denada juga mengakui dirinya lebih terbiasa membeli makanan jadi daripada harus menghabiskan waktu memasak sendiri. Kebiasaan tersebut membuat aktivitas di dapur memang bukan sesuatu yang otomatis dikuasainya.

"Enggak, dari dulu waktu masih nikah sama Mas Jerry pun, yang masak itu Mas Jerry. Aku sendiri lebih senang beli makanan jadi," ucapnya.

Pernah harus masak sendiri setiap hari di Singapura

Meski tidak menjadikan memasak sebagai keahlian utama, Denada ternyata pernah melewati masa ketika dirinya mau tidak mau harus memasak setiap hari.

Pengalaman itu terjadi ketika ia tinggal di Singapura. Kondisi saat itu membuat Denada harus menyiapkan makanan sendiri, terutama karena kebutuhan anak menjadi salah satu pertimbangannya.

“Kalau waktu di Singapura itu memang kondisi yang mengharuskan aku masak sendiri. Mau nggak mau ya harus dilakukan,” terangnya.

Masakannya pernah dikritik karena terlalu asin sampai kebanyakan lada

Bagian paling kocak dari pengakuan Denada justru datang ketika membahas komentar keluarga mengenai hasil masakannya.

Denada mengaku tidak terlalu berharap tinggi soal rasa. Ia bahkan terang-terangan menyebut masakannya belum bisa menandingi masakan yang benar-benar dibuat oleh orang yang ahli di dapur.

“Jujur, nggak enak lah. Masakanku nggak seenak masakan beneran. Makanya aku sudah hopeless soal rasa,” ujarnya.

Komentar dari keluarga pun ternyata cukup jujur. Sepasang kerabat kembar bernama Romi dan Roni disebut tidak segan memberikan penilaian apa adanya ketika mencicipi masakannya.

Menurut Denada, pernah ada masakan yang dinilai terlalu asin. Pada kesempatan lain, penggunaan lada disebut terlalu banyak sampai membuat tenggorokan terasa sakit ketika disantap.

"Biasanya si kembar, Romi dan Roni. Mereka jujur banget. Pernah masakanku dibilang sangat keasinan, atau pernah juga kebanyakan lada sampai mereka bilang tenggorokan sakit pas makan," katanya.

Sop ayam jadi menu andalan untuk anak

Di balik pengakuannya yang mengaku tidak jago masak, Denada ternyata tetap memiliki satu menu yang cukup sering dibuat.

Menu tersebut adalah sop ayam. Bukan karena dianggap sebagai hidangan paling keren, tetapi justru karena menurut Denada resepnya relatif mudah dan memiliki nilai gizi yang baik untuk anaknya, Aisha.

“Sop ayam itu resep pertama yang aku pelajari dan aku bikin terus-menerus karena paling gampang dan nutrisinya paling bagus buat Aisha,” terangnya.

Denada lebih percaya diri saat nge-rap dan Zumba

Kalau soal memasak Denada memilih jujur dan tidak banyak gaya, lain cerita ketika sudah berada di bidang yang memang menjadi kekuatannya.

Ia menyebut keahlian utamanya tetap berada di panggung, termasuk sebagai penyanyi, rapper, dan instruktur Zumba. Dibandingkan mengolah bumbu di dapur, Denada jelas lebih percaya diri ketika harus nge-rap atau mengajar Zumba.

“Jadi kalau dibilang bisa, ya memang bisa (memasak), tapi tetap itu bukan keahlian utamaku. Keahlianku itu ya zumba atau ngerap," katanya.

Menariknya, Denada juga tidak menampik bahwa konten media sosial memang dibuat agar mendapatkan respons dari penonton. Ketika muncul tudingan bahwa gerakannya di dapur sengaja dibuat lambat demi viral, ia mengingatkan bahwa apa yang tampil di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan realitas.

"Segala sesuatu yang kita publish ke media sosial itu kan belum tentu semuanya riil. Jadi penonton memang harus pinter-pinter melihatnya. Namanya konten, tujuannya ya memang untuk mendapatkan respon yang bagus," ungkapnya.