Brilio.net - Bukan rahasia lagi bahwa permainan tradisional saat ini mulai tergusur seiring dengan berkembangnya teknologi. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat fakta saat 17-an, jumlah orang dan anak-anak yang ikut serta melakukan permainan tradisional semakin berkurang dan mungkin beberapa tahun lagi budaya tersebut akan hilang.

Inilah yang kemudian membuat tiga mahasiswa asal Telkom University menciptakan sebuah aplikasi game tradisional yang diberi nama Game Agustusan.

Game yang dikembangkan oleh Taufiq Syahrir, Muhammad Nur Akbar, dan Boni Yuston Prabowo pada 2012 ini awalnya tercetus karena keprihatinan tiga anak muda tersebut dengan semakin menurunnya antusiasme masyarakat Indonesia dalam merayakan hari kemerdekaan dengan mengikuti aneka macam perlombaan tradisionalnya.

Game Agustusan, aplikasi modern bangkitkan lagi semangat kemerdekaan

"Game ini merupakan game mobile phone multiple player beradu ketangkasan, kecepatan, bertahan, dan menyerang untuk mengumpulkan medali. Cabang perlombaannya sendiri adalah panjat pinang, lari karung, gobak sodor, benteng, dan lainnya. Yang pasti berbagai macam game tradisional kami kemas jadi sebuah casual game," cerita Taufiq pada brilio.net, Senin (3/8).

Taufiq yang saat ini menempuh pendidikan S2 di Institut Teknologi Bandung dan Pukyong National University ini menambahkan bahwa butuh waktu sekitar 4 bulan untuk pengerjaan awal game dan 2 bulan untuk menghasilkan 1 mini game. Dan Game Agustusan ini juga berhasil mencuri antusiasme anak-anak saat diujicobakan.

Untuk prestasinya sendiri tak usah ditanya, game yang memuat konten lokal ini sudah banyak menjuarai berbagai kompetisi bergengsi, misalnya saja Merit Award INAICTA 2013, pemenang Digital Creative Indonesia 2013, Juara 2 Indigo Fellowship 2012, dan lainnya. Two thumbs up!