Brilio.net - Biennale Jogja kembali digelar. Tak tanggung-tanggung, acara yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali itu menggaet tema dan konsep berbeda dari acara sebelumnya. Biennale yang dikenal sebagai salah satu perhelatan seni rupa paling rutin dan konsisten di Indonesia itu kali ini bertema Hacking Conflict. Acara yang digelar dari tanggal 1 November hingga 10 Desember 2015 ini pun bisa kamu kunjungi di Jogja National Museum, Wirobrajan, Yogyakarta.

Menariknya lagi, di lantai satu pameran seni instalasi yang ada di Biennale Jogja XIII ini kamu akan menemukan salah satu stand dari Wikikopi dan kamu bisa menikmati kopi sekaligus belajar seni meracik kopi di sana.

Kopi sering disebut sebagai komoditas terbesar kedua di dunia setelah minyak bumi. Padahal, itu bukan fakta sebenarnya. Disebut demikian karena kopi memiliki peranan besar dalam perdagangan dunia. Wikikopi yang ada di Biennale Jogja XIII kali ini menyajikan kopi-kopi nusantara yang bisa kamu nikmati sekaligus belajar bagaimana membuatnya. Hmmm, seru nggak sih?

"Kenapa bisa ada di Biennale? Itu garis merahnya mungkin karena tema 'Hacking Conflict'. Kegiatan kami di Wikikopi sebenarnya tidak cuma di ranah tahu membuat kopi saja, namun juga tahu kopi dari area kebun, area pemanggangan, area uji rasa, sampai area cara penyeduhan kopi," ujar Dityo Puspito Yuwono, salah satu residen 1 Wikikopi Yogyakarta kepada brilio.net, Rabu (4/11).

Serunya belajar meracik kopi di pameran seni Biennale Jogja XIII 2015

"Kampanye yang kami bawa juga tentang 'Direct Trade'. Sederhananya, urutannya menjadi: bertemu petani, 'deal-deal'an mengenai kopinya, petani lalu masuk sistem, dan kami jualin kopinya. Dengan catatan, petani tahu ke mana kopinya diproses dan dijual," ujarnya lagi.

Serunya belajar meracik kopi di pameran seni Biennale Jogja XIII 2015

Tak hanya tahu tentang kopi dari sisi perdagangan saja, di Wikikopi kamu juga bisa melihat proses peracikan kopi dan mengenal berbagai macam jenis kopi. Menurut Dityo, jenis kopi yang dibawa untuk acara ini adalah kopi-kopi nusantara, seperti Java Puntang, Java Halu, dan juga Benteng Ambeso.

"Kita ada di Biennale dari pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Kita bawa V60, aeropress, dan rok presso. Teman-teman nanti bisa melihat, ikut belajar dan membuat kopi dengan alat V60 sama Aeropress yang ada," kata dia.

Serunya belajar meracik kopi di pameran seni Biennale Jogja XIII 2015

Wikikopi sendiri dikenal sebagai sekolah kopi di Yogyakarta, yang berpusat di Pasar Kranggan, Klitren-Lor, Yogyakarta. Wikikopi tidak hanya memberikan ilmu berupa kopi, tetapi juga tentang petani kopi dan manajemen kopi di dunia perdagangan. Selain itu Di Wikikopi sendiri dibagi menjadi residensi yang juga bisa berarti kelas, setiap residensi memiliki waktu sekolah selama 3 bulan. Hingga saat ini, residensi kopi sudah sampai di residensi kopi 5.

Kamu suka kopi juga nggak? Ayo belajar meracik sendiri!