Brilio.net - Dalam kunjungan ke tanah Papua, Presiden Joko Widodo tak hanya mendampingi proses pembukaan PON XX Papua. Jokowi juga meresmikan infrastruktur hingga memantau proses vaksinasi yang berlangsung.

Selama empat hari di Papua, Presiden juga menyapa langsung para warga yang menyampaikan beberapa masukan. Melalui channel YouTube sekretariat presiden, diunggah salah satu momen ketika Jokowi mendengarkan curhatan salah satu warga mengenai permasalahan tempat tinggal.

Salah satu warga, Venansus mengungkapkan masih tinggal dan menumpang di lahan orang lain dengan bantuan TNI AL. Dijelaskan terdapat sekitar 40 kepala keluarga mengalami hal yang sama dengannya. Mendengar keluh kesah itu, Jokowi pun menanyakan detail informasi itu.

"Siapa yang rumahnya ada di situ?" tanya Jokowi kepada Venansus dan warga setempat.

"Semuanya rumahnya ada kurang lebih 40-an," ucap warga tersebut.

Curhatan warga Asmat kepada Presiden © YouTube

foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Tanggapan juga diberikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dengan menanyakan kembali rumah yang mereka tempati saat ini. Sementara itu, Bupati Merauke Romanus Mbaraka menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang mencarikan lahan untuk warga Suku Asmat tinggal.

"Jadi mereka ini tanahnya masih tanah numpang. TNI Angkatan Laut masih membantu. Tapi kita sedang cari tanah," katanya.

Curhatan warga Asmat kepada Presiden © YouTube

foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Menanggapi hal tersebut, Jokowi langsung memerintahkan agar Basuki bisa membantu membangun rumah yang layak untuk mereka. Nantinya, kata Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, ada 44 KK yang akan menempati.

"Carikan tanah aja, nanti menteri PU yang bangun. Jelas semuanya. Tanahnya Pak Bupati, bangunnya Pak PU. Berapa? 44 KK," kata Jokowi kepada Bupati dan Basuki.

Curhatan warga Asmat kepada Presiden © YouTube

foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Melihat respons yang diberikan Presiden, Venansus pun mengatakan senang. Memiliki kesempatan berbincang dengan Jokowi, ia menyampaikan hanya ingin mendapatkan rumah dan air yang layak untuk digunakan. Usai itu, ia mengaku bersyukur dan bangga dapat mengungkapkan permasalahan yang terjadi pada warga Asmat.

"Saya minta bapak mohon rumah yang layak, air. Itu saja yang saya minta," ungkapnya.

"Saya bangga dan senang. Saya langsung berbicara dengan Bapak. Terima kasih Bapak, Tuhan memberkati," lanjutnya.