Setiap orang berhak memiliki cita-citanya masing-masing. Untuk meraih sebuah cita-cita, tentu saja diperlukan perjuangan dan kerja keras.

Seperti kisah salah seorang anak di daerah pelosok yang memiliki cita-cita ingin menjadi seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini. Tak peduli latar belakang dan golongan, semua memiki kesempatan menjadi abdi negara.

Salah satu contohnya adalah Neles Kamar, pemuda asal Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini, Papua. Dia menangis bahagia karena lolos menjadi anggota TNI. Neles menjadi orang pertama dari Skofro yang berhasil jadi prajurit TNI.

Dilansir brilio.net dari sebuah video di kanal YouTube Sukses Luar Biasa Media & TNI.mil.id, Selasa (13/7) sebelum lolos tes, Neles selama dua bulan sengaja tinggal di Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad supaya bisa dibina dan dilatih langsung oleh para tentara yang bertugas di sana.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Perjuangan putra Ondoafi di perbatasn lolos prajurit TNI © YouTube/TNI.mil.id

foto: YouTube/TNI.mil.id

Neles merupakan putra dari Jacob Kamar yang merupakan kepala suku atau ondoafi. Keluarganya berasal dari kampung perbatasan dan pedalaman yang jauh dari Jayapura. Tepatnya di Perbatasan RI-PNG Kampung Skofro Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua.

Meski begitu, tak menyurutkan tekad dan niat Neles Kamar untuk menggapai cita-citanya menjadi prajurit TNI. Hal itu diceritakan oleh Dansatgas Yonif MR 413/Bremoro Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto.

"Walau berasal dari kampung perbatasan dan pedalaman yang jauh dari Jayapura, tak menyurutkan semangatnya untuk berjuang mewujudkan cita-cita menjadi seorang prajurit TNI," kata Mayor Anggun seperti dikutip dari tni.mil.id.

Selama sekitar dua bulan, Neles sengaja belajar di Pos Kotis Satgas Yonif MR 413/Kostrad di Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

"Pak Danpos dan abang-abang membantu saya mempersiapkan diri menjalani tes, mulai dari pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pembinaan fisik, mental ideologi, tes psikologi maupun tes akademik," kata Neles.

Perjuangan putra Ondoafi di perbatasn lolos prajurit TNI © YouTube/TNI.mil.id

foto: YouTube/TNI.mil.id

Semangat Neles menjadi prajurit TNI dari daerahnya lantas dipuji oleh sang komandan.

"Ketekunan belajar dibarengi latihan fisik di bawah bimbingan satgas menjadikan dirinya kian mantap mewujudkan cita-citanya dan lulus menjadi seorang prajurit TNI AD," terang Mayor Anggun.

Perjuangan putra Ondoafi di perbatasn lolos prajurit TNI © YouTube/TNI.mil.id

foto: YouTube/TNI.mil.id

Danpos Pitewi Kapten Inf Rum Patria menyampaikan pengumuman kelulusan. Neles menjadi seorang Bintara PK TNI Angkatan Darat. Mengetahui hal tersebut, keluarga besar Neles bertandang ke Pos Kotis Satgas Yonif MR 413/Kostrad di Skouw Distrik Muara Tami untuk menyampaikan ucapan terima kasih.

Komandan Anggun pun segera menghubungi Neles melalui video call. Tangisan penuh haru pun pecah, ayah dan ibu, serta keluarga besar melihat Neles telah berseragam loreng. Kala itu Neles masih menjalani pembekalan di Rindam XVII/Cendrawasih.

"Kamu sekarang sudah menjadi prajurit TNI, jadi tinggalkan masa-masa indahmu dulu sebagai warga sipil, tetap semangat dalam menjalankan pendidikan dan selalu ingat perjuangan orang tuamu yang selalu tulus berdoa untuk kesuksesanmu," ujar Mayor Anggun.

Jacob Kamar berkesempatan berbincang dengan putranya tersebut. Tak lupa sebelum menutup telepon, sang komandan kembali memberi semangat untuk Neles.

"Kamu harus berlatih keras agar bisa mengenakan baret seperti ini, saya tunggu kamu di kesatuan Kostrad, tetap semangat," pungkas Anggun seperti dilansir dari kanal YouTube Sukses Luar Biasa Media.

(brl/red)