Brilio.net - Menikah tentulah impian semua pasangan. Setelah menjalin hubungan cukup lama, sejoli akhirnya memutuskan melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Umumnya, pernikahan diinginkan sekali seumur hidup. Tak heran persiapan demi persiapan dilakukan sebaik mungkin oleh kedua mempelai maupun keluarga, termasuk undangan untuk kerabat dan sahabat tercinta. Sebab, tak lengkap rasanya menggelar acara pernikahan tanpa kehadiran mereka.

Pada era yang kian canggih ini, yang memudahkan orang bertukar pesan, rasanya semakin banyak orang membagikan undangan melalui pesan singkat atau email pada rekan.

Menariknya, untuk memberikan kesan tersendiri saat membagikan undangan, seorang mahasiswa Doktoral Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta membuat undangan yang akan disebar kepada teman-temannya dengan model tak biasa. Bukan didesain seperti undangan pada umumnya, ia justru mendesain dengan konsep ala jurnal penelitian lho.

undangan jurnal nikah © 2019 brilio.net

Loading...

foto: Twitter/@seagatesoft

Dilansir brilio.net dari akun Twitter @seagatesoft, diketahui ada dua pasang calon pengantin yang tertulis dalam undangan tersebut, yakni Gamma dan Khusnul, kemudian Miftah dan Lilis. Dua pasang pengantin ini akan menggelar pernikahan pada Minggu, 30 Juni 2019 mendatang.

Dalam undangan, tertera judul "ASWI : A Novel Method For Inviting Our Beloved Friends in Our Wedding". Bukan hanya sebatas judul, undangan juga dilengkapi oleh abstract, introduction, hingga techinal explanationnya persis dengan penulisan jurnal menggunakan bahasa Inggris.

"Undangan nikahan temen, mahasiswa doktoral UGM," ujar akun @seagatesoft dilansir brilio.net, Senin (3/6).

Desain undangan bergaya jurnal penelitian ala mahasiswa Doktoral kemudian viral dan ramai jadi perbincangan publik. Hingga saat ini, foto undangan tersebut telah diposting ulang oleh 10.000 orang.

"Mau aku cobaa undangan nikahanku model begini , tapi pasti di marahin mama "opo iki?" hahahah," tulis @putrimputtt.

"Ga kebayaang kalau tamu undangan diminta buat paper juga," tutur @haudaradiva.

"Kurang komplit kalau belum bikin slide presentasinya," sambung @adjie_s_.

"Kenapa jurnal why why why why," tulis @bacodjink.