Brilio.net - Harus diakui bahwa usaha menguruskan badan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Dengan kata lain, diperlukan usaha keras dan disiplin yang tinggi agar hal tersebut dapat tercapai. Namun begitu, uniknya, tak sedikit orang yang berhasil meraih impiannya untuk kurus itu.

Seorang pemuda berusia 22 tahun asal Singapura ini adalah salah satunya. Muhammad Shah bin Dewanan berhasil menurunkan bobotnya yang semula 116 kg menjadi 75 kg. Menariknya lagi, bobot seberat 41 kg itu berhasil diturunkannya dalam waktu sekitar 200 hari.

"Beberapa teman dan keluarga mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat orang yang begitu bertekad kuat untuk menurunkan berat badannya seperti saya. Bahkan ada beberapa orang yang bersemangat untuk mulai menurunkan berat badan setelah mereka melihat transformasi saya," ucap Shah.

transformasi pemuda 22 th © 2019 brilio.net

foto: mothership.sg

Loading...

Melalui akun media sosialnya, Shah pun kerap membagikan cerita tentang proses penurunan berat badannya. Menurutnya, hal utama yang harus dihindari selama proses penurunan berat badan ialah minuman manis.

Sementara itu, dahulu dalam sehari Shah biasa menikmati enam hingga tujuh botol minuman manis.

"(Kini) saya bahkan tidak minum seteguk pun minuman manis. Saya hanya meminum air putih dan susu segar guna memulihkan otot setelah pergi ke gym," jelasnya.

transformasi pemuda 22 th © 2019 brilio.net

foto: mothership.sg

Adapun olahraga yang selalu ia lakukan ialah aerobik, latihan kardio, dan angkat beban sebanyak tiga kali seminggu. Dalam sekali berolahraga, ia bisa menghabiskan waktu sekitar tiga hingga empat jam.

Jika sedang bersemangat, Shah bahkan mengaku jika dirinya berolahraga sebanyak dua kali dalam sehari dan hanya mengosongkan satu hari dalam seminggu untuk tidak berolahraga.

"Saya tidak merasa lelah atau lapar. Saya hanya merasa haus, tetapi saya bisa mengatasinya. Tidak ada rasa sakit dan kelelahan (untuk olahraga)," papar Shah.

Sayangnya, intensitas latihan yang cukup berat itu sempat membuat ia mengalami cedera ligamen lutut anterior. Beruntungnya, hal tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dinyatakan benar-benar sembuh, ia pun diizinkan dokter untuk kembali melanjutkan latihan olahraga guna menguruskan badan.

Singkat cerita, 7 bulan berlalu, Shah pun berhasil menurunkan bobotnya ke angka 75 kg.

transformasi pemuda 22 th © 2019 brilio.net

foto: mothership.sg

Lepas dari itu, Shah mengaku bahwa motivasi terbesarnya dalam menurunkan berat badan ini sebetulnya bukan karena kesehatan fisiknya, melainkan untuk kesehatan mentalnya. Shah mengatakan bahwa sedari kecil ia telah mengalami depresi. Depresi tersebut lalu mendorongnya untuk makan berlebihan, sehingga ia pun menjadi obesitas secara perlahan.

"Seluruh hidup saya sia-sia setelah orangtua saya bercerai ketika saya berumur 10 tahun. Setahun setelah perceraian, kesusahan saya berlipat ganda ketika salah seorang nenek saya yang tercinta meninggal dunia. Itu merupakan pukulan besar bagi saya. Semua kebahagiaan dan kegembiraan yang saya rasakan lenyap begitu saja," paparnya.