Brilio.net - Kopi Kenangan mengukuhkan dirinya sebagai startup unicorn pada Senin (27/12) kemarin. Status barunya ini didapatkan setelah menerima Pendanaan Seri C Tahap Pertama senilai USD 96 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Melalui pendanaan ini, valuasi perusahaan kini menembus USD 1 miliar dan menempatkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan New Retail F&B unicorn pertama di Asia Tenggara. Pendanaan Seri C dipimpin oleh Tybourne Capital Management dan diikuti sejumlah investor dari seri sebelumnya, seperti Horizons Ventures, Kunlun dan B Capital, serta investor baru yaitu Falcon Edge Capital.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat mengumumkan pendanaan yang menempatkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara," kata CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata seperti dilansir brilio.net dari Antara, Selasa (29/12).

Pendanaan yang diperoleh Kopi Kenangan tidak terlepas dari pencapaiannya sebagai brand dengan permintaan domestik yang tinggi. Selain kopi, ada juga beberapa portfolio barunya seperti brand roti bernama Cerita Roti, ayam goreng Chigo, soft-cookies Kenangan Manis, sekaligus inovasi baru seperti menu topping Sultan Boba.

Kopi Kenangan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang baik selama 12 bulan terakhir. Angka penjualan lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini berhasil dilakukan dengan menjaga tingkat profitabilitas yang sehat pada setiap gerai, sekaligus memangkas periode balik modal setiap gerai menjadi lebih singkat.

Kopi Kenangan bahkan tercatat sebagai aplikasi kopi paling banyak diunduh dan berhasil meraih peringkat terbaik di Tanah Air selama satu tahun terakhir.

Terkait dengan status baru Kopi Kenangan, Edward mengungkapkan, kini visi Kopi Kenangan adalah menjadi merek paling dicintai para pelanggan di Asia Tenggara.

Dengan pendanaan baru ini, Kopi Kenangan juga berencana mempercepat ekspansi Cerita Roti, Chigo serta Kenangan Manis ke seluruh Indonesia. Kopi Kenangan juga akan terus memperluas jaringannya hingga merambah pasar internasional.

"Dukungan dari para investor kami, baik mereka yang telah mendukung kami sejak awal maupun para investor baru, merupakan bukti sekaligus memotivasi kami untuk terus fokus dalam meningkatkan produktivitas gerai dengan memanfaatkan teknologi demi mewujudkan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan," kata Edward.

Didirikan Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa pada 2017, Kopi Kenangan kini sudah hadir di 45 kota di Indonesia. Selama 12 bulan terakhir, Kopi Kenangan telah menyajikan 40 juta cangkir dengan target 5,5 juta cangkir per bulan pada Q1 2022.

Selain itu, selama pandemi Covid-19, Kopi Kenangan juga menjalankan strategi-strategi baru. Salah satunya seperti menerapkan sistem pesanan nirkontak (contactless booking request) yang membantu meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan basis pengguna.

(brl/lak)

(brl/lak)