Brilio.net - Mudah dan cepatnya penularan virus corona membuat pemerintah di berbagai negara mengambil langkah tegas dengan memberlakukan lockdown. Sayangnya, penerapan lockdown ini tak sepenuhnya membawa dampak baik.

Di sisi lain, adanya karantina wilayah tersebut membuat sejumlah warga tidak dapat bekerja. Akibatnya, keluarga yang kurang mampu dalam hal ekonomi pun mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, terutama untuk makan.

Meski pemerintah setempat sendiri telah berupaya untuk menanggung sementara kebutuhan warganya. Namun nyatanya, tetap saja masih ada warga yang tidak terpenuhi kebutuhan pangannya.

Melihat hal tersebut, seorang perempuan asal Inggris yang bernama Sophie Mears pun tergerak untuk membantu. Di tengah kesulitan warga untuk memenuhi kebutuhan makan, ibu empat anak tersebut secara sukarela memasak dan membagikan makanan secara gratis kepada orang-orang yang kurang mampu, lanjut usia, dan orang-orang yang rentan terhadap ancaman virus corona di sekitar tempat tinggalnya.

Sophie Mears berbagai sumber

Loading...

foto: metro.co.uk

Untuk itu, perempuan berusia 33 tahun tersebut pun rela menghabiskan waktu selama 10 jam guna memasak makanan. Dengan waktu selama itu, dari dapur kecilnya ia mampu menghidangkan makanan sebanyak 80 porsi untuk setiap harinya.

"Itu dimulai beberapa minggu yang lalu, seseorang berkata ada keluarga yang membutuhkan makanan, jadi saya memberikan sedikit makanan untuk mereka dan itu dimulai dari sana. Sekarang saya memasak makan malam untuk 80 orang," ungkap Sophie, dikutip brilio.net dari metro.co.uk pada Kamis (9/4).

Kendati demikian, Sophie mengaku bahwa ia tak mengerjakan semuanya sendirian. Seorang rekannya, Gary dan delapan orang lain pun turut bergotong-royong membantu mengantarkan makanan tersebut ke rumah-rumah warga.

Sementara itu, penduduk setempat sendiri juga turut membantu dengan menyumbangkan bahan makanan serta uang untuk membantu Sophie menutupi biaya memasak makanan.

"Dapur saya tidak besar, hanya dapur keluarga biasa. Garasi saya telah berubah menjadi area penyimpanan dengan beberapa lemari es dan lemari pembeku. Orang-orang luar biasa dengan menyumbang berbagai bahan makanan," kata Sophie.

Lepas dari itu, Sophie sendiri mengatakan bahwa ia tidak merasa melakukan sesuatu yang istimewa. Masakan-masakan yang dibuatnya itu semata hanya sebuah usaha untuk menolong sesama.

"Aku tidak merasa seperti melakukan sesuatu yang istimewa, hanya memasak," pungkas Sophie.