Shella Saukia dulu hidup penuh kesulitan sejak kediamannya diterjang Tsunami Aceh pada tahun 2004. Dia terpaksa harus tinggal di rumah bantuan tsunami untuk menyambung hidupnya. Ia mengontrak rumah tersebut dengan harga empat juta per tahun.

"Waktu itu mampunya rumah bantuan tsunami karena kebetulan murah, cuma 4 juta setahun dan bisa nyicil waktu itu," kata Shella Saukia saat berbincang dengan host Rumpi No Secret, Feni Rose.

Di rumah bantuan tsunami itulah, Shella Saukia merintis usahanya. Ia memulai bisnisnya di bidang fashion dan kecantikan pada tahun 2015.

Berkat kerja kerasnya, Shella berhasil membangun rumah impiannya yang megah, yang sering disebut sebagai ‘istana’, di Banda Aceh. Rumah yang dibangun pada akhir tahun 2019 ini berdiri tepat di depan rumah bantuan tsunami yang pernah ia sewa.

Dengan desain yang terinspirasi dari arsitektur Eropa, seolah mencerminkan perjalanan kariernya yang luar biasa dari seorang reseller menjadi CEO dari Shellasaukia Group. Rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dan menonjol dengan warna putih dominan yang elegan.