Brilio.net - Hati manusia hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT. Hati adalah penentu atau cerminan dari sikap dan perbuatan manusia. Jika kamu memiliki hati bersih, maka kamu akan senantiasa berbuat kebaikan. Begitu juga sebaliknya, apabila hatimu kotor, maka tindakan atau perangaimu jadi buruk.

Sayangnya seringkali hati tak selamanya bersih. Ada berbagai penyakit hati kerap menyerang manusia. Mulai dari buruk sangka, dengki, dendam, sombong, iri hati, amarah, dan sebagainya. Bermacam-macam penyakit hati ini dapat berakibat buruk padamu. Bahkan dapat mendatangkan bahaya pada diri sendiri dan orang lain.

Wajar jika banyak ulama dan terdapat ajaran Islam menganjurkan agar kamu bisa 'membersihkan' hati. Semata demi meraih rida Allah SWT dan kembali kepada jalan kebenaran. Islam telah mengajarkan supaya kamu dapat berlindung kepada Allah SWT dari sifat buruk itu. Lantunkan doa untuk memohon ampun dan pertolongan-Nya.

Berikut ini beberapa doa yang bisa kamu panjatkan setiap saat, supaya hatimu lebih tenang dan adem. Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (5/6).

1. Doa dijauhkan dari sifat buruk sangka.

Loading...

Jangan mudah berburuk sangka kepada sesama atau lebih parahnya pada Allah SWT. Sifat buruk hati ini paling dibenci oleh Allah SWT. Kamu juga akan dibenci sesama manusia. Berpikirlah lebih positif dan percaya diri. Percayalah Allah SWT sayang kepada hamba-Nya. Dia tidak akan meninggalkanmu sendiri.

Doa agar terhindar dari buruk sangka tercantum pada hadits Rasulullah SAW, yang telah riwayat Muslim dari Zaid bin Arqam Radliyallahu 'Anha.

Doa sangka iri dengki freepik

"Allahumma ati takwaha wa zakkiha anta khoiru man zakkaha anta waliyyuha wa maulaha. Allahumma inni a'uzubika min 'ilmin la yanfa'u wa min qolbin la yakhsya'u wa min nafsin la tasyba'u wa min da'watin la yustabu laha"

Artinya:

" Ya Allah, karuniakan ketakwaan pada jiwaku. Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau-lah yang menjaga serta melindunginya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak manfaat, hati yang tidak khusyuk, dan doa yang tidak dikabulkan."

2. Doa Dijauhkan dari sifat iri dan dengki.

Masih banyak orang yang belum bisa bersyukur. Merasa kalau orang lain lebih bisa dan istimewa. Misalnya saja saat melihat orang lain sukses pada pekerjaan atau pelajaran, muncul sikap iri dan ingin mengalahkannya. Hingga mungkin bisa menghalalkan beragam cara.

Perlu kamu ingat, kalau rezeki itu sudah ada yang mengatur. Rezeki juga tidak akan tertukar. Jadi kamu tidak perlu iri dan dengki pada orang lain. Bersabarlah dan terima secara lapang dada yang telah dituliskan oleh Allah SWT. Setiap cobaan pasti ada hikmah dan jalan keluarnya.

Jika itu memang bukan takdirmu, maka Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik. Allah SWT mungkin tidak memberikan apa yang kamu pinta. Tapi Dia akan memberikan apa yang pas dan memang seharusnya patut untukmu. Sesuai dengan kadar keimanan masing-masing.

Agar hati senantiasa bersyukur dan dijauhkan dari perasaan iri juga dengki, bacalah doa berikut ini.

"Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninnalladziina sabaquunaa bilimaani wa laa taj'alfii quluubinaa ghilaa lilladziina amanuu rabbannaa innaka raufurrookhiimun"

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

3. Doa terhindar dari sifat cemburu berlebihan.

Cemburu itu wajar. Tapi jangan terlalu berlebihan. Sampai-sampai termakan cemburu buta. Karena sifat ini juga akan menimbulkan keburukan, pertengkaran, hingga memicu perpisahan. Ketika sifat buruk ini melanda, segeralah mengucap istighfar. Agar cemburu tersebut tidak kebablasan, dianjurkan untuk membaca doa ini.

Doa sangka iri dengki freepik

foto: dream.co.id

"Bismillah, Allahumma daawini bidawaaika, wasyfini bisyifaaika, wa aghnini bifadhlika 'amman siwaaka, wahdzar 'anni aadzaka"

Artinya:

"Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah obatilah aku dengan pengobatan-Mu, dan sembuhkanlah aku dengan kesembuhan-Mu. Cukupilah aku dengan karunia-Mu, jangan sampai aku meminta kepada selain-Mu, dan jauhkanlah aku dari penyakit-Mu."

4. Doa dijauhkan dari rasa marah.

Manusia dikaruniai hati, yang dapat menyimpan berbagai perasaan. Saat berada di bawah pengaruh amarah, kamu bisa berpotensi lepas dari kontrol. Rasulullah Muhammad SAW pun menyadari kecenderungan ini. Lantas Rasulullah mengajarkan manusia agar menahan amarahnya. Ada doa yang diajarkan Rasulullah untuk mengatasi hati yang bergejolak penuh amarah.

Doa sangka iri dengki freepik

"Allaahummaghfirlii dzanbii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minas syaithaani"

Artinya:

"Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."

5. Doa agar hati lebih tenang, jauh dari rasa sedih.

Jika hati sedang sedih, pejamkan mata sejenak. Tenangkan hati dan menjernihkan pikiran. Perlu kamu pahami, tidak akan ada kebahagiaan jika tidak ada kesedihan. Kamu akan mengerti dan merasakan bahagia, setelah sedih itu sirna. Bangkit dari keterpurukan dan kembali tatap masa depan.

Berikut ini doa yang bisa kamu lantunkan saat sedang merasa sedih.

"Allahumma inni ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyafik, maadlin fiyya hukmuk, adlun fiyya qadla’uk, as’aluka bikullismin huwa laka sammaita bihi nafsak, aw anzalitahu fi kitabik, aw ‘allamtahu ahadan min khalqik, awis ta’tsarta bihi fi ilmil ghaibi ‘indak, an taj’ala qur’ana rabi’a qalbi wanura shadri wajalaa’a huzni wadzahaba hammi"

Artinya:

"Ya Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau menjadikan AlQur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku dan pelenyap keresahanku."