Brilio.net - Hidroponik kini menjadi salah satu metode bercocok tanam paling banyak disenangi orang. Hal ini dikarenakan hidroponik dianggap lebih praktis dan tidak perlu lahan luas untuk menanam suatu tanaman. Bahkan hasilnya juga sangat menjanjikan.

Kamu juga bisa menggunakan barang-barang bekas seperti botol atau ember untuk menanam hidroponik. Salah satu yang disukai adalah hidroponik media air. Metode paling umum dipakai di skala rumah tangga adalah water culture, wick system, drip system, dan lain-lain.

Sebelum menanam hidroponik media air, kamu harus ketahui terlebih dahulu bahwa hidroponik merupakan metode menanam tanpa tanah dengan memanfaatkan air. Sementara sebagai penyangga tanaman, tanah diganti dengan arang sekam, pasir, spon, styrofoam, dan lainnya.

Nah untuk hidroponik media air, ini menjadi pilihan yang sangat cocok untuk kamu yang memiliki pekarangan rumah sempit dan tidak ingin terlihat berantakan. Kamu juga bisa menatanya dengan sangat mudah, karena mudah dipindah-pindahkan.

Yuk simak cara menanam hidroponik media air berikut ini, seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (4/2).

Loading...

1. Sediakan bahan yang dibutuhkan.

Hal yang perlu kamu lakukan pertama kali adalah mempersiapkan bahan apa saja yang dibutuhkan, termasuk tanamannya. Tak hanya itu saja, kamu juga harus menentukan lokasi untuk meletakkan tanaman hidroponik air.

- Alat dan bahan yang harus sediakan seperti alat pemotong, pipa paralon, gelas-gelas plastik bekas, sumbu, rockwool, gergaji pipa, solder, dan pompa air untuk mengalirkan air

- Pemilihan lokasi, sebaiknya kamu pahami mengerti karakteristik dari tanaman yang ingin kamu tanam. Pilihlah lokasi yang sesuai dengan suhu tanam dari tanaman

- Jauhkan tanaman dari asap dapur, limbah kimia dan asap kendaraan jika kamu menaruhnya di pekarangan rumah

- Perhatikan pula kebersihan dan suhu, pencahayaan. Pencahayaannya dapat disesuaikan dengan karakteristik dari tanaman yang akan ditanam

2. Media hidroponik air.

Perlu kamu ketahui, hidroponik media air sangat ketergantungan dengan air, maka kesediaan air harus benar-benar diperhatikan.

- Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya dan pastikan jarak antara satu lubang dan lubang lainnya sama. Lalu susunlah pipa yang sudah kamu siapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman

- Siapkan penampungan air di ujung pipa yang lebih rendah dan pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal. Cara ini untuk menjaga sirkulasi udara agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi

- Sebagai penyangga, kamu bisa menggunakan kayu, pipa, besi dan berbagai bahan lainnya

3. Siapkan bibit untuk ditanam

Langkah selanjutnya, kamu siapkan bibit tanaman yang akan kamu tanam dengan metode hidroponik air.

- Pastikan benih atau bibit memiliki kualitas terbaik

- Cara mengetahuinya, kamu bisa membeli langsung dan bertanya atau melakukan eksperimen sendiri. Caranya, jika kamu menggunakan benih dan ingin melihat kualitas benih tersebut, kamu bisa menggunakan proses perendaman selama 5 menit. Perhatikan benih yang kamu rendam, jika benih mengapung di atas permukaan air maka benih tersebut merupakan benih yang tidak layak tanam

- Selanjutnya masukkan bibit ke dalam gelas-gelas plastik dan masukkan ke dalam lubang media tanam

4. Perawatan tanaman.

Cara perawatan hidroponik air terbilang cukup mudah, hanya perhatian di mana kamu meletakkan dan suhu udranaya.

- Tambahkan air secara rutin jika air mulai berkurang

- Letak tanaman pada tempat yang aman agar terhindar dari serangan hewan liar