Brilio.net - Jahe merupakan tanaman dengan batang berdaun dan bunga hijau kekuningan. Tanaman ini salah satu yang cukup laris di wilayah Asia. Selain sebagai bumbu rempah, jahe juga kerap dijadikan sebagai bahan obat tradisional.

Jahe banyak tersebar di wilayah Asia, seperti China, Jepang, dan India, kini jahe juga sudah tumbuh di beberapa bagian Amerika Selatan dan Afrika.

Ada berbagai macam jenis jahe, salah satunya adalah jahe merah. Perbedaan mendasar jahe merah dengan yang lainnya terlihat dari warnanya. Untuk urusan rasa, jahe merah lebih terasa pedas dan lebih pahit dibandingkan dengan jahe lain.

Cara menanam hidroponik jahe merah Instagram

foto: Instagram/@gradaz.farm

Loading...

Jahe merah hanya dipanen setelah umur agak tua dan jahe ini lebih cocok dijadikan untuk ramuan obat-obatan, daripada dipakai untuk bumbu masak seperti jahe putih.

Kamu bisa membudidayakan jahe merah dengan cara hidroponik. Ternyata cara ini terbilang sangat mudah. Penasaran bagaimana caranya?

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (10/2), berikut cara menanam hidroponik jahe merah.

1. Tentukan lokasi tanaman.

Jahe memang dengan mudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Meski begitu kamu harus tetap memilih lokasi dengan paparan sinar matahari yang bagus, agar hasilnya memuaskan. Tanaman jahe minimal harus terkena sinar matahari selama 5 jam untuk berfotosintesis.

2. Siapkan media tanam.

Bahan yang bagus untuk metode hidroponik adalah bahan yang mudah menyerap air dan tidak menggenang seperti kerikil halus, pasir kasar, permit, serbuk serabut akar, sekam, serbuk kayu atau arang.

Arang merupakan salah satu yang terbaik untuk menanam jahe. Kamu bisa mengombinasikannya dengan beberapa bahan lainnya. Kemudian pilihan tempat yang bisa menampung tanaman tersebut. Untuk hasil yang maksimal, pilihlah wadah besar agar jahe bisa berkembang dengan baik.

3. Pilih bibit jahe.

Jahe berkembang biak dengan akar rizhoma, maka untuk membibitkannya kamu harus mencari jahe dan memotongnya tepat pada bagian ruas. Kemudian simpan potongan jahe tersebut di tempat yang lembab. Diamkan beberapa hari hingga tumbuh tunasnya.

Tunggulah hingga tunas jahe agak besar, lalu nanti dipindahkan ke dalam polybag hidroponik yang sudah disiapkan sebelumnya.

4. Pemupukan.

Tanaman jahe membutuhkan banyak unsur Phospat dan Kalium agar hasil perakarannya. Kamu bisa menambahkan pupuk buatan agar nutrisi yang dibutuhkan jahe terpenuhi.

Caranya, campurkan pupuk SP36 dan KCL dengan dosis 1:1 atau anda bisa menggunakan pupuk MKP yang sudah dibuat pabrikan. Pupuk tersebut kubur di tengah polybag.

5. Menanam bibit jahe.

Jahe yang baru ditanam bisa segera disiram dan letakkan polybag ke area terbuka. Biasanya bibit jahe akan langsung tumbuh dengan baik. Kamu hanya perlu rutin melakukan pengecekan terhadap tanaman ini.

6. Penyiraman.

Untuk perawatannya, kamu harus rutin melakukan penyiraman. Setidaknya tiap 2-4 hari sekali. Jangan terlalu sering menyiram, karena dapat menghambat pertumbuhan jahe.

7. Panen jahe merah.

Untuk masa panen, sebaiknya dilakukan ketika jahe sudah berusia 3-4 bulan. Dalam jangka waktu tersebut, ukuran jahe sudah mulai membesar.