Brilio.net - Setiap pelajar pasti pernah mendapatkan tugas membuat makalah atau laporan. Begitu pula dengan mahasiswa, yang berkutat dengan tugas-tugas untuk melakukan penelitian. Baik makalah, laporan, skripsi, maupun artikel adalah bagian dari karya ilmiah.

Menulis karya tulis ilmiah memang tidak bisa asal. Ada tata cara dan format tertentu yang harus diterapkan. Salah satunya adalah mencantumkan daftar pustaka.

Sesuai dengan namanya, pengertian daftar pustaka adalah daftar sumber atau rujukan yang digunakan penulis dalam berkarya. Dalam pengertian yang lain, daftar pustaka adalah susunan tulisan di akhir karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit, dan tahun terbit.

Fungsi daftar pustaka ini adalah memperlihatkan rujukan apa saja yang kamu gunakan dalam menulis karya ilmiah. Selain itu, kamu juga akan terhindar dari kasus plagiarisme atas tulisan seseorang. Sebab kamu sudah mencantumkan sumber asalnya.

Nah, menulis daftar pustaka juga harus sesuai dengan ketentuan lho. Jika kamu tidak ingin membuat kesalahan, sebaiknya kamu mulai mencari tahu bagaimana cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar.

Loading...

Berikut ulasan tentang cara menulis daftar pustaka seperti brilio.net kutip dari berbagai sumber, Kamis (19/12).

1. Format dan urutan menulis daftar pustaka

daftar pustaka istimewa

foto: brilio.net

Ketika di bangku sekolah menengah, biasanya kita diajarkan untuk menulis daftar pustaka dengan format 'NATAJUKOPEN' yakni singkatan dari nama - tahun - judul - kota - penerbit. Untuk tanda pemisahnya menggunakan titik(.) kecuali kota dan penerbit menggunakan tanda titik dua(:).

Namun untuk instansi tertentu atau universitas biasanya punya panduan khusus tentang format kepenulisan. Sebab ada pula yang format urutannya nama - judul - kota - penerbit - tahun. Jadi sesuaikan dengan panduan dan pedoman yang sudah ditentukan. Akan tetapi pembahasan dalam artikel ini mengikuti format "NATAJUKOPEN".

Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

a. Nama penulis

Ada beberapa ketentuan yang perlu kamu cermati saat menuliskan nama penulis di daftar pustaka. Pertama, tuliskan nama belakangnya lebih dulu dan pisahkan dengan tanda koma(,) baru setelah itu tuliskan nama depan atau tengahnya.

Kedua, tidak perlu mencantumkan gelar yang dimiliki. Baik gelar pendidikan maupun keagamaan.

Contoh:

Nama asli pembuat bukunya adalah Adnan Qurunul Bahri S.H. maka cukup ditulis Bahri, Adnan Qurunul.

Ketiga, untuk penulis yang jumlahnya dua orang, maka nama penulis pertama dibalik, sedangkan untuk nama penulis kedua tidak perlu dibalik. Pisahkan dengan kata sambung (dan).

Contoh:

-Hidayat, Komaruddin dan Ahmad Agus

-Immarah, Ahmad dan Muhammad Hanafi

Keempat, untuk penulis yang jumlahnya lebih dari tiga, maka tuliskan penulis pertama dan berikan keterangan dan kawan-kawan (dkk).

Contoh:

-Nailu, Najiha dkk

-Arsyila, Fatma dkk

b. Tahun

Setelah nama, tuliskan pula tahun diterbitkannya buku tersebut. Tahunnya ditulis dengan angka, bukan huruf. Kemudian perhatikan pula buku yang kamu gunakan cetakan pertama, kedua, atau ketiga. Dan ikuti tahun dicetakan yang tertera di buku.

Jika tertulis di buku cetakan pertama pada 2013, sedangkan cetakan bukumu adalah cetakan ke-3 pada 2019, maka cantumkan yang tahun 2019 dan akhiri dengan tanda titik(.)

c. Judul

Judul harus ditulis lengkap dan dicetak miring (italic). Kemudian jangan lupa memperhatikan font kapital di bukunya. Tulis sama persis dengan apa yang ada di buku.

d. Kota terbit

Setelah judul, cantumkan kota terbit. Tepatnya di mana buku tersebut dibubuhkan. Kemudian akhiri dengan tanda titik dua(:)

e. Nama penerbit

Selanjutnya adalah nama penerbit yang dicantumkan setelah tanda titik dua(:). Pastikan untuk menuliskan nama penerbit dengan lengkap.

2. Daftar pustaka dari buku

Cara menulis daftar pustaka dari buku sudah dijelaskan di atas. Berikut contoh sumber buku dan cara menuliskannya di daftar pustaka:

Buku yang dijadikan rujukan

Judul: Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar

Penulis: Prof. Dr. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D

Penerbit: PT Remaja Rosdakarya

Kota terbit: Bandung

Tahun terbit: 2000

Format kepenulisan daftar pustakanya:

Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar(italic). Bandung: PT Remaja Rosdakarya

3. Daftar pustaka dari jurnal, makalah, dan laporan

Untuk menulis daftar pustaka dari jurnal, maka cantumkan volume dan halamannya. Jika mengambil dari jurnal yang diakses secara online, maka cantumkan pula URL secara lengkap dan waktu akses.

Contoh:

Khadziq. 2016. "Konvergensi Media Surat Kabar Lokal (Studi Deskriptif Pemanfaatan Internet pada Koran Tribun Jogja dalam Membangun Industri Media Cetak Lokal)", vol. 10, no. 1 hlm 124-130 diakses dari http://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/profetik/article/view/091-01 pada 19 Desember 2019 pukul 12.30

4. Daftar pustaka dari skripsi dan thesis

daftar pustaka istimewa

foto: brilio.net

Jika menggunakan rujukan berupa skripsi dan thesis maka penerbitnya adalah universitas di mana skripsi dan thesis tersebut diajukan

Contoh:

Sugiya, Aritasisus. 2012. Strategi Tranformasi Konvergensi Media. Jakarta: Universitas Indonesia

5. Daftar pustaka dari website

Saat ini kita bisa mencari berbagai informasi dengan cepat menggunakan internet. Ketentuan untuk menulis daftar pustaka dari website atau media online adlaah mencantumkan alamat URL lengkap dari dan waktu akses.

Contoh:

Roland Hughes. 2018. "Muslim Uighur Dan Perlakuan Cina Terhadap Mereka, Yang Perlu Anda Ketahui" Diakses pada https://www.bbc.com/indonesia/amp/dunia-46601638 pada 21 Mei 2019 pukul 08.02

Reporter: Deta Jauda Najmah