Autis adalah gangguan perkembangan kompleks © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

Umumnya gejala autis sudah terlihat ketika anak memasuki umur 2 tahun. Beberapa gejala yang jelas adalah adanya gangguan interaksi sosial, hambatan dalam komunikasi, mengalami kesulitan dalam belajar, beberapa di antaranya memiliki kecerdasan yang rendah dari normal.

Dilansir dari mayoclinic, berikut ini beberapa tanda yang ditunjukan oleh orang yang memiliki gangguan autis;

a. Komunikasi dan Interaksi sosial.

Seorang anak atau orang dewasa yang memiliki gangguan autis, akan memiliki masalah dengan interaksi sosial dan keterampilan komunikasi, diantaranya sebagai berikut.

- Gagal merespons nama sendiri atau terkadang tampak tidak mendengar.

- Menolak dipeluk dan lebih menyukai bermain sendiri.

- Memiliki kontak mata yang buruk dan cenderung tidak memiliki ekspresi wajah.

- Tidak berbicara atau mengalami keterlambatan dalam berbicara atau kehilangan kemampuan untuk mengucapkan kata atau kalimat.

- Memiliki kesulitan mengenali isyarat nonverbal, seperti menafsirkan ekspresi wajah orang lain, postur tubuh, dan nada suara.

b. Pola perilaku.

Seseorang yang memiliki gangguan autis memiliki pola perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas dan berulang. Berikut ini tanda-tandanya;

- Melakukan gerakan berulang seperti mengayun, berputar, dan mengepakkan tangan.

- Melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri, seperti menggigit atau membenturkan kepala.

- Memiliki masalah dengan koordinasi atau memiliki pola gerakan yang aneh seperti kecanggungan atau berjalan dengan jari kaki, memiliki bahasa tubuh yang aneh, kaku dan berlebihan.

- Memiliki preferensi makanan tertentu, seperti hanya makan sedikit, atau menolak makanan dengan tekstur tertentu.

- Menempel pada objek atau aktivitas dengan intensitas atau fokus yang tidak normal.