Brilio.net - Dalam hubungan percintaan pasti akan menghadapi berbagai persoalan. Untuk mengatasinya, setiap orang memiliki caranya tersendiri. Ada yang memilih mencari motivasi dari orang lain. Ada pula yang memilih untuk mencari referensi lain, seperti dengan membaca novel.

Buku novel memang identik dengan kisah cinta. Tak heran jika jenis buku ini lebih banyak diminati oleh kaum hawa. Novel sendiri merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa naratif yang panjang.

Di Indonesia, sudah banyak penulis novel yang karyanya sukses diminati para pembaca. Diantaranya ada Tere Liye, Raditya Dika, Andrea Hirata dan masih banyak lainnya. Bahkan, tak sedikit pula karya mereka yang diangkat ke film layar lebar.

Ketika membaca novel, kamu pasti akan menemukan banyak kutipan dari sang penulis. Salah satunya kutipan tentang kata-kata cinta. Melalui kata-kata cinta dari kutipan novel tersebut, perasaanmu mungkin bisa terwakilkan. Sebab, banyak di antaranya yang sangat relate dengan kehidupan.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Nah, sebagai bahan renungan, berikut 91 kata-kata cinta dari kutipan novel yang dihimpun brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (15/10).

-Kata-kata cinta dari kutipan novel, bikin baper.

Kata-kata cinta dari kutipan novel © berbagai sumber

foto: Instagram/@sakurakochan_9

1. "Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu." (Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono)

2. "Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja." (Dilan 1990, Pidi Baiq)

3. "Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu ke mana harus berlabuh," (Perahu Kertas, Dee Lestari)

4. "Mungkin ada benarnya juga buku-buku itu bilang. Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri." (Berjuta Rasanya, Tere Liye)

5. "Perempuan, kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan. Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam, kata orang bahkan diam berbicara." (Emak Ingin Naik Haji, Asma Nadia)

6. "Aku memikirkanmu dua kali sehari, ketika aku sedang sendiri dan ketika aku sedang bersama orang lain." (Amit Kalantri, I Love You Too)

7. "Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya." (Linguae, Seno Gumira Ajidarma)

8. "Cara yang paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu." (Marmut Merah Jambu, Raditya Dika)

9. "Cinta itu kaya, tak selayaknya ia membuatmu menjadi pengemis." (Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang, Boy Candra)

10. "Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti." (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye)

11. "Lepaskanlah. Maka besok lusa jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan." (Rindu, Tere Liye)

12. "Mau ganteng atau tidak, kalau hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?" (Habibie & Ainun, B.J Habibie)

13. "Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk." (Tere Liye)

14. "Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang–orang yang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya." (Tere Liye, Berjuta Rasanya)

15. "Tuhan, ajari aku mengenal cinta sebagaimana orang-orang lain mengartikannya. Karena kata orang, dia adalah sumber segala-galanya." (Jejak Langkah, Pramoedya Ananta Toer)

16. "Kita berdua mungkin punya kesamaan, kita sedang berlari. Aku berlari menuju sesuatu. Kamu berlari menjauhi sesuatu." (Rantau 1 Muara, Ahmad Fuadi)

17. "Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu." (Sunshine Becomes You, Ilana Tan)

18. "Orang yang membuat kita sangat terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhannya." (Critical Eleven - Ika Natassa)

19. "Aku ingin kau rindukan, aku ingin kau kejar, aku ingin kau buatkan puisi. Lalu, aku akan bertingkah tak peduli, agar kau tahu rasanya jadi aku." (Garis Waktu, Fiersa Besari)

20. "Jika tak kau temukan cinta, biarkan cinta yang menemukanmu." (Assalamualaikum Beijing, Asma Nadia)

21. "Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya." (Hujan, Tere Liye)

22. "Aku tidak tahu cara membencimu dengan baik dan benar, seperti kau tidak tahu cara menyayangiku dengan baik dan benar." (Garis Waktu, Fiersa Besari)

23. "Aku percaya, selalu ada kejutan yang tak pernah kita duga. Mungkin dengan orang yang tak pernah kita duga pula." (Catatan Pendek untuk Cinta, Boy Candra)

24. "Cinta sejati adalah melepaskan. Besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan." (Rindu, Tere Liye)

25. "Tidak semua rasa cinta berakhir seperti yang kita inginkan. Karena smeua orang memiliki hati dan keinginan berbeda-beda." (Mariposa)

26. "Aku nggak bisa maksain diri menyukai apa yang sebetulnya bukan minatku, walaupun aku mampu." (Perahu Kertas, Dee)

27. "Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa orang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani." (Galaksi Kinanthi, Tasaro G.K.)

28. "Aku tidak ingin cintanya kembali karena dia merasa berhutang budi." (Berjuta Rasanya, Tere Liye)

29. "Siapa bilang cinta tidak bisa logis. Cinta mampu merambah dimensi angka dan rasa sekaligus." (Selagi Kau Lelap, Dee)

30. "Apakah wajah itu penting saat kau jatuh cinta? Bukankah banyak yang bilang, karakter nomor stau, fisik nomor dua?" (Berjuta Rasanya, Tere Liye)

31. "Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu." (Sunshine Becomes You, Hana Tan)

32. "Mencintai seseorang merupakan hal yang fantastis, meskipun orang yang dicintai itu merasa muak." (Ayah, Andrea Hirata)

33. "Akhirnya aku belajar melepasmu bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar." (Sebuah Usaha Melupakan, Boy Candra)

34. "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi bisa merasakannya." (A Walk to Remember, Nicholas Sparks)

35. "Aku pasti sangat mencintaimu dulu." (Mockingjay, Suzanne Collins)

36. "Untuk apa jauh-jauh lagi mencari, sementara dalam dirimu saja aku sudah menemukan alasan hidup: Bahagia bersamamu." (Dear You: Demi Apa? Demikian Aku Mencintaimu, Moammar Emka)

37. "Aku hanya ingin kau tahu bahwa kalau kau butuh seseorang untuk diajak bicara, aku ada di sini. Aku mungkin tidak bisa banyak membantu, tapi aku bisa mendengarkan." (Sunshine Becomes You, Ilana Tan)

38. "Kalau kau memberikan hatimu pada seseorang dan mereka meninggal, apakah hati itu akan mereka bawa ke alam baka? Apakah kau akan menghabiskan sisa hidupmu dengan hati yang berlubang dan tak akan pernah bisa ditambal lagi?" (19 Minutes, Jodi Picoult)

39. "Mungkin tanganmu tak pernah merasakan kesepian. Tapi jika merasakannya, sahabatku, ketahuilah bahwa tanganku selalu ada untuk kamu genggam." (Born to Love Cursed to Feel, Samantha King)

40. "Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik." (Rindu, Tere Liye)

42. “Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.” (Autumn in Paris)

43. "Aku telah melewati puncak gunung & jiwaku membumbung ke cakrawala & bebebasan yang tak terikat” (Cinta, tawa & airmata)

44. “Kamu membuatku ingin melihat matahari setiap pagi.” (Rate My Love)

45. “Karena itulah sekarang aku memelukmu, aku bisa mengisi ulang tenagaku." (Autumn in Paris)

-Kata-kata cinta dari kutipan novel, inspiratif dan memotivasi.

Kata-kata cinta dari kutipan novel © berbagai sumber

foto: Instagran/@bukulapakbuku

46. “Cinta mungkin buta, tapi kadang untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas, kita hanya butuh kacamata yang pas.” (Marmut Merah Jambu, Raditya Dika)

47. “Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.” (Perahu Kertas)

48. “Hati kamu mgkn memilihku, seperti juga hatiku slalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh & bertahan dgn pilihan lain.” (Perahu Kertas)

49. “Bintang yang sama tidak akan pernah datang untuk yang kedua kalinya.” (Perahu Kertas)

50. “Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?” (Perahu Kertas)

51. “Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh” (Perahu Kertas)

52. “Cinta butuh ruang untuk bisa hidup dan berkembang dan hal itu adalah ‘pengakuan’.” (Teriak Dalam Diam)

53. “Siapa bilang aku sudah melupakannya? Yang pasti, aku mulai bisa memikirkannya tanpa sakit hati lagi.” (Zona)

54. “Maukah kau menemaniku melewati senja seumur hidupmu?” (Sepotong senja)

55. “Kata Socrates, bijaksana artinya kita tahu bahwa kita tidak tahu segalanya.” (Morning Light)

56. “Jika aku dapat melihat cinta… mungkin yang pertama kulakukan adalah mencari tahu kepada siapa saja cintamu kau berikan.” (Musim Hujan Kali Ini)

57. "Cinta itu sejujurnya masih tersimpan, mengalahkan semua rasa yang ada” (Unpredictable loves)

58. "Hidup hanya sekali, mati sekali, maka jatuh cinta hanya sekali." (Tere Liye)

59. "Tidak semua orang beruntung, menikah dengan cinta sejatinya, tapi semua orang bisa beruntung, menjadikan orang yang dinikahi sebagai cinta sejatinya." (Tere Liye)

60. "Mantan kekasih persis seperti utang, kita tidak pernah betul-betul melupakannya. Kita hanya selalu pura-pura melupakannya." (Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi, M. Aan Mansyur)

61. "Beberapa orang tidak memahami janji yang diucapkan ketika mereka membuatnya." (The Fault in Our Stars, John Green)

62. "Kau tahu, saat itu akhirnya aku menyadari, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup dengan hati yang hanya tersisa separuh. Tidak bisa. Hati itu sudah rusak, tidak utuh lagi. Maka aku memutuskan membuat hati yang baru. Ya, hati yang benar-benar baru." (Sepotong Hati Yang Baru, Tere Liye)

63. "Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan itu semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk mensugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu." (Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye)

64. "Kamu tidak bisa menjalani hidupmu untuk orang lain. Kamu harus melakukan apa pun yang tepat untukmu, walaupun itu menyakiti beberapa orang yang kamu sayangi." (The Notebook, Nicholas Sparks)

65. "Terkadang kau merasa kehilangan, bahkan meski kau tidak melakukan apa-apa. Mungkin itulah yang namanya kecewa. Merasa kehilangan atas sesuatu yang tak pernah kau miliki." (Deb Caletti, The Nature of Jade)

66. "Aku ada di sisimu. Tapi kau tak mengetahuinya, karena hatimu buta." (The Stranger, Albert Camus)

67. “Cinta itu pernah ada. Dan aku melihatnya pergi tanpa sempat kucegah sama sekali” (Here, After)

68. “Kehilangan adalah penemuan tanpa batas." (Empat Cinta Menata Opera)

69. "Mencintai saja tak pernah cukup." (An Affair to Forget)

70. "Melupakan orang yang disayangi sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah ditemui.” (Moonlight Waltz)

71. “Saat serpihan kenangan perlahan menghilang, itu pasti karena waktu." (Separuh Bintang)

72. “Alasan selingkuh? Perlukah alasan untuk selingkuh ketika rasa sudah menumpulkan akal & membutakan mata hati?” (Dia, Aku dan Kamu)

73. “Ketika wanita menangis, itu bukan karena dia ingin terlihat lemah, tapi dia sudah gak sanggup berpura pura kuat." (Let go)

74. “Memberi harapan, lalu menghempaskannya ketanah pasti rasanya sangat menyakitkan, sesedikit apapun harapan itu.” (Let go)

75. “Perasaan nyaman adalah pupuk dari cinta itu sendiri.” (Masihkah, Fai?)

76. “Dia memang menyebalkan, mungkin karena itu aku cinta dia." (Marriagable)

77. “Orang yang jatuh cinta diam-diam tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu." (Marmut Merah Jambu, Raditya Dika)

78. “Kata orang cinta gak pernah salah, tapi sayangnya dia bisa datang terlambat." (Maaf Aku Terlambat)

79. “Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yg kita inginkan." (Marmut Merah Jambu, Raditya Dika)

80. “Bukankah setiap manusia terlahir untuk memiliki kebahagiaanya masing-masing.” (Surat Kecil Untuk Tuhan)

81. “Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.” (Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, Tere Liye)

82. “Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan.” (Marmut Merah Jambu, Raditya Dika)

83. “Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemput dirinya.” (Kisah Sang Penandai, Tere Liye)

84. "Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.” (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye)

85. “Anak kijang loncat berlari. Senang bermain di padang ilalang. Dasar kau seorang pencuri. Mencuri hatiku bukan kepalang.” (Eliana, Tere Liye)

86. “Cinta bukan sekedar memaafkan. cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. cinta adalah harga diri. cinta adalah rasionalitas sempurna." (Sepotong Hati Yang Baru, Tere Liye)

87. “Ya, cinta seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikir sekali yang benar – benar pernah melihatnya.” (Berjuta Rasanya, Tere Liye)

88. “Kadang, orang yang patah hati cuma butuh teman bicara.” (Ubur-ubur Lembur, Raditya Dika)

89. “Putus cinta bukan berarti dia ninggalin gue aja. Tapi dia juga meninggalkan segala sesuatu yang berhubungan sama dia di hidup gue. Dan itu rasanya kayak ditabrak bus Transjakarta.” (Ubur-ubur Lembur, Raditya Dika)

90. “Cinta itu kayak permen karet. Semakin lo nikmatin, rasanya akan semakin hambar.” (Ubur-ubur Lembur, Raditya Dika)

91. “Gue yakin kalau hubungan kalian dilanjutin, hanya maksa aja. Karena sama-sama takut kehilangan, makanya masih mau dilanjutin. Padahal, udah ga ada yang bisa dipertahankan. Kalian akan gini terus.” (Ubur-ubur Lembur, Raditya Dika)

(brl/lea)