Brilio.net - Nama Sudjiwo Tejo dikenal sebagai salah satu seniman ternama di Indonesia. Karya-karya yang ia hasilkan mampu menarik perhatian publik dengan ciri khasnya. Unik, nyeleneh, namun penuh makna, tiga kata itu kerap melekat ketika pemilik nama asli Agus Hadi Sudjiwo disebut.

Kecintaannya dalam dunia seni, ternyata telah terlihat dari kegiatan Sudjiwo sejak masa mudanya. Semasa kuliah, pria kelahiran 31 Agustus 1962 ini bahkan juga sudah mendirikan Ludruk ITB bersama budayawan Nirwan Dewanto.

Aktif sebagai seniman, Sudjiwo Tejo juga berkecimpung dalam banyak judul film. Beberapa film yang pernah ia mainkan seperti Janji Joni, Sang Pemcerah, Tendangan dari Langit, Soekarno, Kucumbu Tubuh Indahku, hingga Gundala.

Sudjiwo Tejo kerap dianggap nyeleneh, apalagi ketika menuangkan isi pikirannya melalui kata-kata. Pastilah kata-kata dari Sudjiwo Tejo penuh dengan pesan mendalam. Bahkan tulisan Sudjiwo Tejo sudah banyak yang dibukukan dan laris di pasaran, antara lain Rupublik #jancukers, Lupa Endonesa, dan Talijiwo.

Pesan yang dituangkan Sudjiwo Tejo dalam bukunya kerap menggunakan kata-kata unik dan menarik. Bahkan tak jarang ada pesan-pesan yang memiliki makna meskipun disampaikan secara nyeleneh. Nggak heran kalau tulisannya mudah dipahami meskipun sering kali disampaikan dengan bahasa nggak biasa.

Nah kalau kamu penasaran seperti apa kata-kata bijak ala Sudjiwo Tejo, simak ulasan brilio.net pada Selasa (28/1) dari berbagai sumber berikut ini.

Loading...
2 dari 3 halaman



Quote bijak Sudjiwo Tejo tentang kehidupan.

foto: Instagram/@president_jancukers


1. "Sesungguhnya hidup adalah tali-temali, utang rasa bagi siapapun yang perasaannya masih bekerja."

2. "Karena hanya kebekuan yang susah memaafkan."

3. "Jangka waktu antara sanjungan dan umpatan demikian tipisnya. Manusia bisa pagi memuja, lalu sorenya mendamprat dengan berbagai hujatan."

4. "Naskah sutradara kita tahu di depan, naskah Tuhan kita tahu di belakang."

5. "Toh jagat di luar dan jagat di dalam sama saja. Siapa yang mengenal Tuhan akan mengenal dirinya. Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan."

6. "Tidak tersenyum lebih kejam daripada pembunuhan."

7. "Korupsi lebih atau setidaknya sama saja dengan membakar kitab suci, yaitu menghina esensi kitab suci. Tak ada ajaran maupun agama yang tak mengharamkan korupsi."

8. "Manusia hidup di zamannya. Sampeyan boleh saja hidup lama di luar negeri, tapi jangan sampai terlalu lama hidup di luar zaman."

9. "Hidup itu seperti pergelaran wayang, dimana kamu menjadi dalang atas naskah semesta yang dituliskan oleh Tuhanmu."

10. "Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhan."

11. "Intinya, bagimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, wihara, kuil, dan sebagainya."

12. "Proses sama pentingnya dibanding hasil. Hasilnya nihil tak apa. Yang penting sebuah proses telah dicanangkan dan dilaksanakan."

13. "Apakah selama ini kita masuk ke dalam agama atau agama yang kita masukkan ke dalam diri kita?"

14. "Hidup di alam fana adalah hidup di alam sandiwara."

15. "Bagaimana kebiasaan akan kita ubah kalau kebiasaan itu sendiri sering tak kita sadari?"

16. "Tangga menuju langit adalah kepalamu, maka letakkan kakimu diatas kepalamu. Untuk mencapai Tuhan injak-injaklah pikiran dan kesombongan rasionalmu."

17. "Kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik, reog? Kok korupsi nggak? Padahal korupsilah budaya kita yang paling mahal."

18. "Cintanya kepada sesama manusia cuma dalam rangka cintanya kepada Tuhan yang menciptakan manusia!"

19. "Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda. Mengapa kalian pesimistis?"

20. "Bahasa Indonesia itu sederhana kok. Tapi bukanlah kesederhanaan adalah wujud pencapaian tertinggi manusia?"

3 dari 3 halaman



Quote bijak Sudjiwo Tejo tentang cinta.

foto: Instagram/@president_jancukers

21. "Sepi itu pesta jutaan kata, petasan dan kembang api dari cinta yang tak bersambut, Kekasih."

22. "Sepi sebetulnya, cuma jutaan kata yang tak terucap dariku ke pintumu, Kekasih"

23. "Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling telepon, SMS, BBM, tapi keduanya diam-diam saling mendoakan."

24. "Tak ada lagi air mata yang dapat kau timba, Kekasih, karena sungguh rinduku padamu kini telah menyumur tanpa dasar."

25. "Luka ini bukan tentang darah, kekasih, tetapi segenap luka luarmu kini telah menjadi luka dalam yang sunyi."

26. "Tuhan menciptakan pundak lelaki untuk menyangga tangis perempuan."

27. "Banyak orang pacaran, seabrek orang menikah, tapi cuma segelintir yang sempat mengalami cinta."

28. "Sebaik-baik wajah adalah senyum yang gampang dikenang, kekasih."

29. "Maka siluetkan tubuhmu berlatar senja, karena tak sanggup kulihat airmatamu, kekasih."

30. "Andai mereka, kaum jomblo itu, ber-Tuhan, masih lumayan. Mereka akan bilang bahwa jodoh itu di tangan Tuhan. Lha, yang atheis jodohnya di tangan siapa?"

31. "Engkau kopi puncak malamku, kekasih, pahit dan kelam tanpa kusedu."

32. "Yang membekas dari lilin bukan lelehnya, kekasih, tapi wajahmu sebelum gelap."

33. "Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu."

34. "Di negeri yang baik, air mata tak pernah dihapus oleh tisu, tapi oleh tangan kekasih."

35. "Rindu dikalikan jarak sama dengan aku."

36. "Sudah ribuan perang kujalani nak, tapi belum satupun perangku menjadi agung karena membela cinta."

37. "Tuhan menciptakan tangis perempuan agar laki-laki melupakan tangisnya sendiri."

38. "Cinta itu ga pake itung-itungan. Kalo udah mulai mikir "pengorbanan" itu namanya "kalkulasi"."

39. "Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa."

40. "Cinta ternyata penjara dengan jeruji kasih sayang, maka kau kerap menangis tanpa merasa di bui, kekasih."