Brilio.net - Dalam hidup, masalah bisa muncul kapan saja dan dengan siapa saja. Tak terkecuali masalah dengan teman. Persoalan ada yang datang dan seolah menjadi ujian kekuatan hubungan dengan teman. Namun, ada juga yang membuat jalinan pertemanan hancur.

Ada banyak faktor penyebab hal itu bisa terjadi. Misalnya karena satu di antara mereka berkhianat, bermuka dua, sombong, dan lain sebagainya. Sehingga kenyamanan dan kepercayaan yang sudah dibangun bisa retak begitu saja.

Rasa kesal, jengkel dan kecewa pun tak bisa dihindari. Biasanya orang-orang melampiaskan amarahnya dengan melontarkan kata-kata sindiran untuk teman. Kata-kata sindiran tersebut kerap diunggah di akun sosial media pribadi. Hal itu dilakukan untuk menyadarkan perbuatan temannya.

Nah, bagi kamu yang dalam keseharian menggunakan bahasa Jawa. Kamu bisa menggunakan kata-kata sindiran dalam bahasa Jawa yang telah brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (15/10). Kumpulan kata-kata sindiran bahasa Jawa ini cenderung singkat tapi ngena dihati.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kata-kata sindiran buat teman bahasa Jawa, bikin nyelekit.

Kata-kata sindiran buat teman bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@twitterjawa

1. "Ngaku konco kok gur pengen nuntut mulyo, pas konco ciloko malah lungo."

(Ngaku teman kok cuma mau menuntut kesenangan, saat teman susah malah pergi)

2. "Waktu adalah uang, yen kanca mbok jak dolan ngomong raenek wektu. Berarti wonge randue duwit."

(Waktu adalah uang, jika temanmu kamu ajak keluar tidak ada waktu berarti dia tidak punya uang)

3. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan."

(Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rezeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

4. "Nek ngomong ojo nhuwur-dhuwur. Mengko lambemu iso kesampluk pesawat."

(Kalau ngomong jangan ketinggian. Nanti mulutmu bisa kesenggol pesawat)

5. "Kowe ki uwong opo kalkulator kok ra tau gelem salah!"

(Kamu itu orang apa kalkulator kok nggak mau salah!)

6. "Sesuk tak tumbasno cakram rem. Ben cocotmu ora blongg. Tuman."

(Besok aku beliin cakram rem. Biar mulutmu nggak blong. Kebiasaan)

7. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan waktune berharap lan kapan waktune kudu mandeg."

(Biar akhirnya nggak kecewa, kita harus tahu kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

8. "Kudu semangat masio gak onok sing nyemangati."

(Harus semangat meski nggak ada yang menyemangati)

9. "Ojo nganti jahatku tangi seko turune sing angler nek apikku wes ora diregani".

(Jangan sampai jahatku terbangun dari tidur lelapnya ketika baikku sudah tidak dihargai)

10. "Dadi wong lanang ojo koyo krupuk. Teles sitik lemes."

(Jadi laki-laki jangan kayak kerupuk. Basah sedikit lemas alias gampang patah semangat)

11. "Konco plek, susah seneng bareng, gelem dijak soro, ora lali konco lawas. Konco ta*k, ono pas butuh tok, sak karepe dewe".

(Teman sejati, susah senang bareng, mau diajak susah, nggak lupa teman lama. Teman ta*, ada cuma pas butuh doang, sesuka hatinya sendiri)

12. "Lek seneng podo lali kabeh! Tapi lak susah podo takon posisi".

(Kalau lagi senang lupa semua! Tapi kalau lagi susah semuanya tanya posisi)

13. "Ojo kakean drama, sadaro iki urip ndek dunia nyata ora koyo drama Korea."

(Jangan kebanyakan drama, sadarlah ini hidup dunia nyata bukan seperti drama Korea)

14. "Ojo dadi pengecut koyo upil sing umpetan ning ngisor meja."

(Jangan jadi orang penakut seperti kotoran hidung sembunyi di meja)

15. "Elek yo ben, sing penting iso marai kangen."

(Jelek ya biarin, yang penting bisa bikin kangen)

16. "Aku ra nyongko kowe tego karo konco, apik ning ngarep, ning mburi ngelek-elek."

(Aku nggak menyangka kamu tega dengan teman, baik didepan, di belakang menjelek-jelekan)

17. "Ojo sombong nek dadi duwuran, ning pasar duwuran regane sepuluh ewu entuk telu."

(Jangan sombong kalau jadi atasan, di pasar atasan harganya sepuluh ribu dapat tiga)

18. "Foto DP kok karo pacare terus, opo mbiyen leh tuku hp urunan?"

(Foto DP kok sama pacarnya terus, apa dulu beli HP-nya patungan?)

19. "Wong ki yo nameti ngisor barang. Ojo Ndangak ae, nek kelilipen kapok."

(Orang itu harus lihat ke bawah. Jangan ke atas terus, kalau kemasukan debu baru tahu rasa)

20. "Yen tak sawang sorote mripatmu, ketoke kowe arep nembung utang karo aku."

(Kalau aku lihat sorot matamu, sepertinya kamu akan meminta utang padaku)

21. "Di jawab sing apik-apik wae, ngko tak kek i sewu."

(Dijawab yang baik-baik aja, nanti tak kasih seribu)

22. "Aku ra seneng ngrepoti kancaku ning kancaku seneng ngrepoti aku."

(Aku tak suka merepotkan temanku, tapi kok temanku suka merepotkan aku)

23. "Ojo salahne aku yen aku wes ora peduli ro awakmu, dikeki ati ngrogoh rempela."

(Jangan salahkan aku jika aku sudah tak peduli denganmu, dikasih hati malah minta ampela)

24. "Guyon ki mbok ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan."

(Bercanda itu jangan kelewatan. Kalau kelewatan, nanti putar baliknya jauh)

25. "Ngomong tok yo gampang, sing angel iku wahing karo melek."

(Ngomong aja gampang, yang susah itu bersin sambil membuka mata)

26. "Kerjo abot tak tekuni ben entuk dhuwit akeh nggo ngeramik lambemu".

(Kerja keras aku tekuni supaya dapat uang yang banyak buat pasang keramik di mulutmu)

27. "Telpon ora diangkat. Sms ora dibales. Whatsapp ora diwoco. Opo hp-mu ning njero dandhang?"

(Telepon nggak diangkat. Sms nggak dibales. Whatsapp nggak dibaca. Apa hp-mu di dalam dandang)

28. "Nek lambemu ono BPKB ne, mesti wes tak gade'ke."

(Kalau mulutmu ada BPKB-nya, pasti udah ku jual)

29. "Omonganmu koyo ciu, sitik ning marai ngelu."

(Omonganmu seperti alkohol, sedikit tapi bikin nyesek)

30. "Uripmu koyo wit gedhang. Duwe jantung tapi ora nduwe ati."

(Hidupmu kayak pohon pisang. Punya jantung tapi nggak punya hati)

31. "Urip dipaido. Mati ditangisi. Waras dilarani."

(Hidup dikritik. Mati ditangisi. Waras disakiti)

32. "Ojo dirungokno omongane wong liyo sing nduwe cangkem tapi ora nduwe utek."

(Jangan dengerin omongan orang lain yang punya mulut tapi nggak punya otak)

33. "Ojo nganti sabarku ilang mergo kon ngerteni kowe terus saben dino."

(Jangan sampai sabarku hilang karena harus ngertiin kamu terus setiap hari)

34. "Meneng kui luweh apik, ketimbang ngomong weng nambahi masalah".

(Diam itu lebih baik, daripada banyak omong menambah masalah)

35. "Umpomo fotomu ora editan. Opo kowe ora payu?"

(Seumpama fotomu nggak editan. Apa kamu nggak laku?)

Kata-kata sindiran buat teman bahasa Jawa, ngena dihati.

Kata-kata sindiran buat teman bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@bacotanjawaofficial

36. "Adewe ki mati-matian dinggo konco. Lah konco matai-matiian dinggo mateni adewe."

(Kita mah mati-matian buat teman, lah teman mati-matian buat matiin kita)

37. "Dadi wong ojo kaku-kaku, ndak koyo kanebo garing."

(Jadi orang jangan terlalu kaku, nanti seperti kanebo kering)

38. "Kadang mripat iso salah nyawang, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, nanging ati ora bakal iso diapusi."

(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)

39. "Kadang niat apik ora mesti ditanggepi wong liya apik. Sante lain kalem bae."

(Kadang niat yang baik tidak selalu ditanggapi orang lain baik. Santai saja)

40. "Konco kok moro nek butuh tok. Rumangsamu aku pom bensin?"

(Teman kok kalau datang hanya pas butuh saja. Menurutmu aku ini pom bensin apa?)

41. "Kowe ngelih banget, po? Nganthi mangan omonganmu dewe"

(Kamu lapar banget? Sampai makan omonganmu sendiri?)

42. "Ngapusi kui hakmu. Nek kewajibanku yo mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi."

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku ya hanya pura-pura tak tahu kalau kamu bohongi.)

43. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih."

(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih)

44. "Ono papat sing iso ngilang. Pertama malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong utang ra iso nyaur."

(Ada empat yang bisa menghilang. Pertama malaikat, kedua jin, ketiga setan, keempat orang utang gak bisa bayar)

45. "Tangi turu nyandak hape, arep turu nutuli hape. Ojo lali, nek arep mati selfieo disik."

(Bangun tidur pegang hape, mau tidur mencetin hape. Jangan lupa, kalau mau mati selfie lah dulu)

46. "Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, gak leren-leren"

(Hujannya awet nggak reda-reda, seperti mulutmu kalau ngomel, tidak pernah berhenti)

47. "Uwong iku nek diapiki bales ngapiki. Nek wis diapiki malah nglarani iku berarti guduk uwong."

(Orang itu kalau dibaikin bales baikin. Kalau sudah dibaikin malah menyakiti, itu berarti bukan orang)

48. "Ojo rumongso biso, nanging bisoho rumongso."

(Jangan merasa bisa, tapi jadilah agar bisa merasa/peka)

49. "Atose watu akik isih kalah karo atose omonganmu."

(Kerasnya batu akik masih kalah dengan omonganmmu)

50. "Nek kowe ora nduwe sego, ojo mangan konco."

(Kalau kamu tidak punya nasi, jangan makan teman)

51. "Dasare mung konco musiman, teko gur nek butuh."

(Dasarnya cuma teman musiman, datang kalau cuma butuh)

52. "Sing sering nikung pacare wong kudune keno hukum berat. Keno pasal penghilangan jodoh secara paksa."

(Yang sering menikung pacarnya orang seharusnya kena hukum berat. Kena pasal penghilangan jodoh secara paksa)

53. "Kadang cuek ki yo perlu, kanggo ngadepi wong sing ra iso ngregani urusan ati."

(Terkadang cuek itu juga perlu, untuk menghadapi orang yang gak bisa menghargai urusan hati)

54. "Wektu kuwi ora iso diputer, opo meneh dijilat terus dicelupin. Rumangsamu biskuit?"

(Waktu itu tidak bisa diputar, apalagi dijilat terus dicelupin. Kamu pikir biskuit?)

55. "Omonganmu koyo dunia lain. Tiwas dienteni ora ono wujude."

(Omonganmu seperti dunia lain. Terlanjur ditungguin gak ada wujudnya)

56. "Witing tresno jalaran seko kulino. Lunture tresno jalaran ditikung konco."

(Tumbuhnya cinta itu karena terbiasa. Lunturnya cinta itu karena ditikung teman)

57. "Ora perlu ngurusi urusane wong liyo, uripmu lho urung bener."

(Tidak perlu mengurusi urusan orang lain, hidupmu lho belum bener)

58. "Uripmu kuwi ra usah kakehan nuruti omongane kancamu. Turuti dalane sing wis di tentuke."

(Hidupmu itu gak usah banyak menuruti omongan teman. Ikuti jalan yang sudah ditentukan)

59. "Ora usah iri karo konco, cukup disyukuri opo eneke."

(Tidak perlu iri dengan teman, cukup bersyukur apa adanya)

60. "Truk wae gandengan, mosok kowe ora?"

(Truk aja gandengan, masak kamu gak?)

61. "Sing bergincu bakal kalah karo sing berilmu."

(Yang berlipstik bakal kalah sama yang berilmu)

62. "Combro wae ono isine, moso atimu kosong."

(Combro saja ada isinya, masa hatimu kosong)

63. "Rupamu pas-pasan, gayamu ra aturan."

(Wajahmu pas-pasan, gayamu gak beraturan)

64. "Obat sing pait wae iso nggawe mari, mosok koe wis ora manis nggawe loro ati?"

(Obat yang pahit saja bisa menyembuhkan, masa kamu yang gak manis bikin sakit hati?)

65. "Omonganmu koyo parfum isi ulang, podo wangine tapi gak asli."

(Perkataanmu seperti parfum isi ulang, sama harumnya tapi pals.)

66. "Urepmu gak duwe tujuan? Koyok wong kebelet tapi ga nemu jedeng ae."

(Hidup tanpa tujuan seperti orang yang kebelet, tapi tidak menemukan WC)

67. "Awakmu ojo kakehan kode, salah peng telu tak blokir lho"

(Kamu jangan kebanyakan kasih kode. Salah tiga kali, hatinya bisa terblokir)

68. "Ikhlas iku koyok keset, dipidek pidek tetep kudu welcome."

(Ikhlas itu seperti keset, walau diinjak-injak tetap harus welcome.)

69. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu."

(Seberat apa pun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku)

70. "Etok-etok tegar padahal atine ambyar."

(Pura-pura tegar padahal hatinya hancur)

71. "Nek diajak omongan ki ojo kasar-kasar, tak amplas sisan malahn."

(Kalau diajak ngobrol itu jangan kasar-kasar, aku amplas sekalian malahan)

72. "Aku ra seneng ngrepoti kancaku ning kancaku seneng ngrepoti aku."

(Aku tak suka merepotkan temanku, tapi kok temanku suka merepotkan aku)

73. "Rupane ora sepiro, entuke nglarani ora kiro-kiro."

(Wajahnya nggak seberapa, nyakitinnya nggak kira-kira)

74. "Ngomong tok yo gampang, sing angel iku wahing karo melek."

(Ngomong aja gampang, yang susah itu bersin sambil membuka mata)

75. "Aku ora butuh konco sing apike gur nek ngarep tok."

(Aku tidak butuh teman yang baiknya cuma di depan doang)

(brl/lea)