Brilio.net - Hidroponik mungkin lebih dikenal untuk pertanian perkotaan bawah tanah berskala besar. Namun seiring waktu, hidroponik juga bisa diterapkan di kebun atau dalam rumah. Malahan, hidroponik menjadi salah satu cara bercocok tanam yang kini semakin populer di hati masyarakat.


Sederhananya, hidroponik adalah proses menumbuhkan tanaman tanpa tanah. Prakteknya, hidroponik banyak memanfaatkan media air yang dicampur oleh unsur hara dan nutrisi. Kemudian tanaman yang sudah bebas dari tanah dan dimasukkan ke dalamnya, akan tumbuh dengan sendirinya. Akar tanaman akan tersuspensi langsung dalam air yang kaya nutrisi dan pH seimbang.


Kamu dapat menanam berbagai tanaman dalam sistem hidroponik, seperti sayuran hijau, tanaman merambat, tanaman umbi-umbian, buah-buahan, herbal, tanaman hias daun, tanaman hias akar, bahkan tanaman hias bunga. Tidak hanya itu, deretan tanaman rempah juga cocok ditanam hidroponik.


Ada beberapa alasan kenapa tanaman rempah dapat hidup subur dengan hidroponik. Salah satunya adalah karena hidroponik menjanjikan dapat membuat tanaman tumbuh lebih cepat. Apabila tanaman rempah tumbuh dengan baik, akan menaikkan aroma dan tingkat manfaat tanaman rempah tersebut.


Apa saja tanaman rempah yang cocok ditanam memakai teknik hidroponik? Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (4/3).


1. Rosemary.

tanaman rempah hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Rosemary merupakan tanaman penghasil rempah-rempah. Dikutip dari situs womansday, rempah-rempah rosemary dapat dimasukkan sebagai bumbu makanan sehari-hari. Selain bermanfaat menambah cita rasa makanan, Jaclyn London, MS, RD, CDN, the Nutrition

Director dari Good Housekeeping Institute, mengatakan, "Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa rosemary optimal untuk menurunkan berat badan, pencegahan penyakit kronis, hingga memperpanjang umur".

Dikutip dari university.upstartfarmers, tingkat keseimbangan yang dibutuhkan oleh rosemary hidroponik adalah EC: 1.0–1.6, rentang pH: 5,5–6,0, dan suhu: 75–85º F. Rosemary biasanya bebas hama dan bahkan dapat menghalangi banyak hama, tetapi penanam terkadang akan melihat jamur tepung atau infeksi tungau. Akar rosemary dapat busuk jika terlalu banyak air. Para petani yang menanam rosemary dalam hidroponik harus sangat berhati-hati tentang hal ini, jangan disiram secara berlebihan.


2. Ketumbar.

tanaman rempah hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Ketumbar adalah tanaman yang mudah tumbuh di tanah, ruangan, dan secara hidroponik. Tanaman rempah ini tidak memerlukan tempat luas dan sangat mudah dirawat. Karena bertubuh kecil, ketumbar dapat ditanam di hampir semua sistem hidroponik, selama rentang pH dan EC sesuai. Kondisi ideal yang dibutuhkan oleh ketumbar berada pada EC: 1.6-1.8, rentang pH: 6,5-6,7, dan suhu: 40 - 75 ºF.


3. Jahe.

tanaman rempah hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Jahe adalah tanaman yang sangat tua yang telah ditanam selama ribuan tahun untuk keperluan pengobatan dan kuliner, terutama dalam pengobatan dan masakan Asia. Jahe biasanya tumbuh di tanah subur di daerah beriklim hangat dengan kelembapan tinggi. Ada cara lain untuk menumbuhkan jahe secara cepat dan subur, yakni dengan sistem hidroponik.

Jahe lebih subur pada hidroponik karena mendapat nutrisi hingga 50% dibanding pada tanah. Jahe semakin sehat karena minim herbisida dan pestisida yang kerap dipakai saat berkebun dalam tanah. Sistem hidroponik dapat menggunakan kurang dari 10% air dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah.


4. Daun basil.

tanaman rempah hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Daun basil adalah salah satu rempah-rempah yang banyak ditemukan di Asia dan Afrika. Rempah-rempah yang punya bentuk mirip dengan daun mint ini kerap dipakai sebagai penambah aroma masakan dan ramuan herbal. Pemilik nama latin ocimum basilicum ini jadi salah satu tanaman yang cocok ditanam dalam ruangan secara hidroponik.


5. Oregano.

tanaman rempah hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Oregano merupakan rempah berdaun hijau berukuran kecil. Selain bisa menambah cita rasa makanan, oregano juga kaya akan antioksidan tinggi dan vitamin K. Tanaman rempah yang sekilas mirip dengan basil ini juga cocok ditanam hidroponik. Tetapi beda dengan tanaman lainnya, oregano membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding tanaman rempah lain.


Biasanya oregano hidroponik bisa panen pertama pada kisaran waktu 8 minggu setelah transplantasi. Setelah terbentuk, ujungnya bisa dipanen setiap 3 atau 4 minggu. Dibutuhkan sedikit lebih banyak untuk merawat oregano daripada tanaman satu kali panen seperti selada. Kondisi ideal untuk tumbuh kembang oregano hidroponik adalah berada pada pH: 6.0–8.0, EC: 1.5–2.0, dan suhu: 55–70º F.


6. Bawang merah.

tanaman rempah hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Bercocok tanam hidroponik saat ini sedang menjadi trend, karena dapat dilakukan kapanpun dan di manapun, serta tidak membutuhkan lahan yang luas. Hidroponik juga bisa diaplikasikan pada jenis tanaman rempah seperti bawang merah.

Bawang merah termasuk hortikultura sayuran rempah. Bawang merah banyak dibutuhkan sebagai bumbu utama segala macam masakan. Tidak sulit menanam bawah merah hidroponik. Siapkan beberapa alat seperti gunting, wadah, kain flanel, air, bibit bawang merah, nutrisi hidroponik, dan alat pengukur pH.