Brilio.net - Banyak orang mengibaratkan bulan sebagai tanda kebahagiaan dan menenangkan di malam hari. Memang benar, tanpa bulan malam terasa gelap, ketika malam dihadiri bulan maka akan terasa syahdu dan begitu indah, belum lagi jika ditambah taburan bintang pasti suasa menjadi lebih indah.

Malam hari memang sedikit berbeda, biasanya orang akan mengingat kembali apa yang sudah terjadi. Mereka juga mulai membuat rencana-rencana baru untuk keesokan harinya. Ketika suasana hati sedang tidak membaik, pada malam hari lah orang bisa menangis tersedu-sedu.

Ketika kamu sedih, merasa tidak nyaman, rasanya lebih baik keluar sejenak untuk menikmati udara segar dan memandangi bulan yang indah. Kamu juga menggambarkan bagaimana indahnya bulan lewat kata-kata berikut ini, seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Selasa (22/6).

1. "Selama seseorang itu belum kembali, aku anggap Bulan sebagai penggantinya."

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

2. "Bulan akan lebih bersinar ketika ada bintangnya."

3. "Bulan terlalu dekat. Aku ingin melangkah lebih jauh."

4. "Jadilah seperti matahari yang memancarkan cahaya, bukan menjadi bulan yang hanya memantulkannya."

5. "Karena pada dasarnya bintang tidak pernah meninggalkan langit malam, walaupun langit malam jatuh cinta pada bulan."

6. "Selalu ingat kita ada di bawah langit yang sama, memandangi bulan yang sama."

7. "Kau terlalu fokus mencari satu bulan tanpa menghiraukan beribu bintang yang ada untukmu."

8. "Semua orang boleh bermimpi. Bahkan jika itu hanya sebatas angan melihat bulan di sore hari."

9. "Bulan adalah teman yang baik bagi orang yang sendirian untuk diajak bicara."

10. "Anda bisa menjadi bulan yang cemburu pada bintang-bintang."

11. "Malam adalah waktu yang telah menelan indahnya senja, namun ia tak lupa menggantinya dengan sinar bulan yang tak kalah indah."

12. "Tetaplah di rumah, jangan keluar. Sebab rembulan purnama tak menginginkan dirimu untuk keluar rumah. mereka terlalu cemburu dengan parasmu yang sangat elok, mengalahkan pesona kesempurnaan dewi-dewi dalam nirwana. Bahkan jika Kamu tetap ingin keluar, niscaya Kamu dalam bahaya."

13. "Perempuan itu datang tatkala langit dirundung muram. Dengan badannya yang terbungkus mafela kelabu, hujan pun datang bersama dengan tenggelamnya matahari di arah barat. Itu menunjukkan bahwa rembulan dan bintang akan datang, sedangkan senja termangu sendiri dalam cakrawala."

14. "Kan ku petikkan rembulan untuk dirimu di malam yang laknat penuh dosa ini. Agar malammu tetap bercahaya dan dinginmu tetap bermakna."

15. "Bulan di depan jendela semakin redup sinarnya, itu pertanda minyak dan energi telah habis. Mau tak mau, mimpi akan semakin mahal, dan hari esok harus kau beli."

16. "Bulan telah datang, malam sunyi pun ditemani kopi. Jika Kamu berpikir hidup ini cukup membosankan, ketahuilah bahwa kematianlah yang abadi."

17. "Bulan telah mulai naik ke tengah langit, itu pertanda kesunyian malam akan terjadi. Gunakanlah waktu ini untuk merenung, apa yang harus Kamu lakukan esok hari agar harimu lebih baik dari hari kemarin."

18. "Malammu memang sunyi seperti hidup. Namun malam memiliki bulan dan bintang yang akan menyinari. Itu artinya Kamu memiliki sesuatu lain sebagai pelengkapmu."

19. "Manusia seperti puluhan sungai, masing-masing memantulkan cahaya dari bulan yang sama."

20. "Kamu ingin melakukan apa saja, aku bahkan tidak peduli lagi. Rasa sedih yang dulu bertahan berbulan-bulan itu ternyata perlahan pergi."

Bulan identik dengan keharmonisan, dan bulan juga menjadi sebuah benda langit yang amat sangat penting bagi kelangsungan kehidupan dunia. Rasanya sulit mengungkapkan keindahan bulan dengan kata-kata. Melihatnya saja mata sudah berbinar-benar dan rasanya tak ingin memindahkan pandangan ke manapun.

Kata-kata tentang bulan freepik.com

foto: freepik.com

Keindahan bulan ini dirasakan sebagai sebuah ketenangan jiwa, bahkan bisa membuat seseorang bersyukur. Keindahan bulan membuktikan bahwa menciptakan alam semesta ini dengan begitu sempurna.

21. "Biarpun terpisah ruang dan waktu, namun bulan yang kita pandang tetap sama."

22. "Jangan membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Karena tidak ada perbandingan antara matahari dan bulan, mereka bersinar saat waktunya tiba."

23. "Matahari yang sebesar itu pun perlu bulan untuk bisa menerangi setiap sudut bumi."

24. "Saat malam tiba, bulan datang untuk menemani langit. Tapi bintang yang tak hadir disaat itu juga. Hampa jika langit hanya bersama bulan saja. Layaknya dua orang yang menunggu kehadiran bintangnya."

25. "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

26. "Kukira kamu adalah mimpi yang dapat kukejar, tapi nyatanya kamu adalah bulan yang hanya dapat kupandang."

27. "Kau terlalu mementingkan bulan. hingga melupakan peran malam yang membuatnya terang."

28. "Rasa ini tetap sama seperti dulu. Tatkala seperti bintang yang tak pernah jauh dari bulan."

29. "Jangan sampai kau baru menyadari bahwa telah kehilangan bulan saat menghitung bintang."

30. "Tiga hal tidak bisa lama disembunyikan: matahari, bulan, dan kebenaran."

31. "Sinar jingga berada di sisimu, sedang gelap malam berada di dekatmu. Apakah kau akan tetap diam di tempat, atau terus berjalan? Teruslah berjalan, karena malam yang gelap itu akan dihiasi dengan rembulan yang indah."

32. "Sahabat sejati tak akan pernah bisa dinilai dengan jarak dan waktu. Namun dengan makna yang ditinggalkan dalam jiwa. Bila makna itu positif, maka kehadiran sahabat akan selalu meski di kala sedih, susah dan tangis. Layaknya gemerlap bintang yang tetap menemani malam meski sunyi, dan rembulan meski sedang berwujud separuh, gerhana maupun seludang."

33. "Kupikir separuh jiwaku telah hilang seperti siang yang berganti malam. Ternyata tidak, dua sisi tersebut hanya pergantian posisi matahari dan bulan saja."

34. "Disertai rintik hujan di ujung bulan, aku mengingatmu sebagai pertemuan yang paling membuatku ketagihan."

35. "Rembulan bisa terbagi hingga ke seluruh dunia. Namun tentu setiap sudut dunia memiliki keindahan yang berbeda satu dengan lainnya."

36. "Mengapa kau masih merindukanmu hingga sekarang? Ini karena aku masih mencintaimu hingga sekarang. Dengan itu, maka kubisikan pada rembulan, apakah kau juga merindukanku saat ini?"

37. "Bunga-bunga mungkin suatu hari akan gugur, atau bahkan bulan purnama yang indah akan hilang tertutup awan. Namun tidak dengan cintaku. Cintaku akan tetap abadi."

38. "Kekurangan pengetahuan adalah ibarat malam gelap gulita yang tidak diterangi oleh bulan dan bintang."

39. "Cahaya terang yang terpancar dari sang rembulan mampu membuat malam yang gelap, suram, dan sunyi menjadi indah."

40. "Bulan adalah teman bagi orang-orang kesepian yang membutuhkan seseorang untuk diajak bicara."

(brl/guf)